Tips Hamil Muda untuk Remaja

Tips Hamil Muda untuk Remaja

12
0

Your Ads


Tips Hamil Muda untuk Remajawww.friso.co.id

Remaja jaman sekarang terjerat pergaulan bebas dengan sangat mudah. Kadangkala, orang tua sendiri sulit memantau perilaku anak gadis atau perjaka di luar rumah. Fenomena remaja muncul dengan pernyataan dirinya hamil muda adalah sesuatu yang nyata, dan sayangnya tidak bisa disangkal mengingat memang begitulah adanya.

Terlepas dari usia dan kondisi seseorang, yang namanya tetaplah suatu anugrah tak terbantahkan. Meskipun kondisi tidak mendukung sekalipun, setiap janin dalam kandungan berhak peroleh hak hidup. Dalam artian, seorang bunda dan ayah terlepas dari usianya, harus bertanggung jawab. Sungguh ironis bila kehidupan manusia menjunjung ‘mau enak tapi tidak mau anak’.

Kondisi remaja tidaklah mudah, terutama bagi kaum hawa. Apalagi, bila hal tersebut terjadi di luar nikah, tentulah menjadi aib keluarga. Kendati demikian, aborsi bukan ide yang cukup baik, karena resiko dibalik pengusiran janin secara paksa bisa berbahaya bagi tubuh. Nasihat untuk remaja hamil dibawah ini patut menjadi bahan pikiran baik orang tua maupun anak sebelum bertindak gegabah:

  1. Cari pendamping terpercaya

Kehamilan seharusnya terbentuk akibat perbuatan perempuan dan pria. Logis saja, bila kedua belah pihak saling bertanggung jawab atas keselamatan darah daginya. Sayangnya, pada banyak kasus, perempuan hanya bisa termanggu diam melihat ‘ayah’ calon bayi pergi meninggalkan tanggung jawab.

Rasa sakit patah hati tak sebanding dengan peninggalan pria yang berbagi kasih tanpa memikirkan konsekuensi. Wajar saja bila perempuan, terutama yang masih berusia tanggung tidak mampu mengontrol emosi sehingga sebabkan kelainan psikologis. Tentu, dampak dari gangguan psikologis tersebut akan berujung pada kesehatan buah hati yang meresahkan.

Manusia adalah mahluk sosial, komunikasi menjadi salah satu kunci utama kebahagiaan. Introvert yang kurang senang bergaul dengan manusia sekalipun akan merasakan masa dimana dirinya akan butuh perhatian dan percakapan ringan dengan orang lain. Remaja yang sedang mengandung akan setuju bahwa teman sangat penting.

Teman yang dimaksud disini tidak harus teman sebaya. Selama orang tersebut setia mendengarkan, dan mau berucap baik terhadap kondisi dirinya, maka usia dan status orang tersebut tidak akan jadi masalah. Gejolak emosi yang dirasakan oleh remaja ditambah hormone kehamilan yang kian buat kondisi parah harus disertai kehangatan dari orang lain.

Sungguh beruntung bila ternyata ‘teman’ tersebut merupakan kerabat dekat, atau mungkin orang tua kandung. Kalaupun tidak, cobalah mencari lingkungan lain yang mendukung kebahagiaan calon bunda dan bayi dalam rahim.

  1. Daftar kelas kehamilan

Orang dewasa sekalipun, sebaiknya tak berbangga hati dengan latar belakang yang dipunyai apabila mengandung. Apalagi, remaja yang jarang menyentuh bayi, atau mungkin sering mengasuh bayi bukan berarti ahli perawatan kandungan dan anak kelak. Semua orang perlu belajar, dan untung saja di era kini, sudah sangat mudah peroleh informasi.

Oportunis, sepertinya menangkap fenomena kebutuhan belajar seputar perawatan anak cukup cepat. Terbukti dengan kehadiran kelas kehamilan yang cukup ramai dan menarik banyak peminat. Bahkan, bila mau, terdapat diskon-diskon menarik dengan syarat dan ketentuan.

Jendela dunia, yakni buku, memang bisa mengajarkan seputar kehamilan. Bahkan, dengan menuliskan kata dalam situs pencarian, seseorang sudah mampu temukan beragam informasi menarik. Sayangnya, kelebihan buku sendiri belum tentu mampu ungguli kelas kehamilan.

Dalam kelas kehamilan, akan terdapat banyak orang dalam satu ruangan. Terlepas dari faktor usia, semuanya akan merasa dekat berdasarkan asas kawan seperjuangan. Kalau remaja tidak merasa tercemooh atau minder, bergabung dalam kelas kehamilan akan sungguh membantu perkembangan janin dan bunda secara psikologis.

  1. Terima Bantuan

Orang tua sempurna hanyalah takhayul di sampul majalah atau iklan televisi. Tidak ada yang namanya perawatan bayi atau usaha perkembangan janin yang mulus saja tanpa cacat. Selalu ada kesalahan yang dilakukan, sebanyak apapun buku yang dibaca, atau mungkin kelas yang diikuti.

Remaja, terutama mereka yang ditinggal lelaki tak bertanggung jawab, tentu menerima tantangan kehamilan dua kali lipat. Terlebih bila remaja tersebut masih terbebani tanggung jawab belajar lebih lama, misalkan masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Sayangnya, harga diri seorang remaja cenderung tinggi, sehingga tak ingin terlihat lemah, meski hati dan pikiran sudah tak kuat.

Diusir orang tua atau dijauhi teman-teman adalah hal yang harap dimaklumi. Lagipula, kalau remaja hamil di luar nikah, sesungguhnya dirinya telah mengkhianati kepercayaan orang di sekitarnya. Inilah kenapa, bantuan justru anugrah yang luar biasa diterima, karenanya terimalah dengan lapang dada dan senyum manis terima kasih.

 

  1. Dapatkan perawatan kehamilan

Perawatan kehamilan di kala remaja sama beratnya dengan kehamilan pada orang dewasa. Keduanya membutuhkan perhatian ekstra, sekaligus pemahaman terhadap gejala-gejala berbahaya yang tidak hanya mengancam nyawa janin namun juga ibunda. Bahkan, salah keputusan sedikit saja bisa menganggu masa depan si kecil.

Nutrisi dan gizi merupakan dua faktor pembantu perkembangan janin. Di antara semua agenda perawatan, selalu asupan kedua hal tersebut menjadi hal yang cukup menjanjikan untuk perkembangan janin. Tak perlu heran bila perempuan hamil banyak mengelilingi diri dengan buah dan sayuran berbeda yang tak disangka akan jadi favorit.

Remaja sekalipun bertingkah sama, namun tidak sepenuhnya serupa. Kadangkala remaja tidak menyadari pentingnya makanan sehat di kala kehamilan dan lepas kontrol kalau menyangkut urusan makanan. Padahal hamil muda sangatlah menuntut asupan nutrisi tinggi, meskipun minimal hanya minum susu kehamilan setiap hari.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY