Tidak Semua Bayi Prematur Harus Di Inkubator

Tidak Semua Bayi Prematur Harus Di Inkubator

11
0

Your Ads


Tidak Semua Bayi Prematur Harus Di InkubatorParenting.com

Terjadi salah kaprah di masyarakat di mana mereka menganggap bayi prematur harus di inkubator. Alasannya, bayi belum waktunya lahir dan membutuhkan ruangan khusus dengan suhu yang disesuaikan seperti ketika bayi ada di dalam rahim.

Alasan tersebut sangat bisa dimengerti, bukan? Hanya saja, pada kenyataannya, tidak semua bayi lahir dalam keadaan prematur itu harus di inkubator. Bahkan, jika dokter menyarankan agar bayi harus di inkubator, ibu selaku orang tua memiliki hak bertanya mengapa harus di inkubator.

Hak meminta penjelasan kepada dokter tersebut sangat penting. Karena dalam hal ini ada kontradiktif. Di sisi lain, bayi harus lebih intens bercengkrama dengan sang ibu. Semakin sering bertemu dengan sang ibu, maka kondisi bayi yang lahir prematur akan semakin baik dan sehat layaknya bayi normal. Lalu, bagaimana jika bayi di inkubator? Tentu saja tidak mungkin bagi ibu untuk bertemu dan bersentuhan dengan sang bayi. Maka dari itulah ibu harus bertanya kepada dokter untuk memastikan apa memang seharusnya bayi di tempatkan di inkubator.

Kapan Bayi Harus Di Inkubator

Ada beberapa hal yang biasanya dijadikan pertimbangan hingga akhirnya dokter menyarankan bayi harus di inkubator.

Yang pertama adalah usia. Umumnya, bayi yang wajib di inkubator adalah bayi yang lahir ketika usia di dalam kandungan baru sekitar 37 minggu. Dokter mengatakan pada usia tersebut, beberapa organ tubuh belum bisa berfungsi sebagai mana mestinya sehingga harus dirawat di inkubator.

Alasan yang kedua adalah adanya masalah pada pernafasan. Seperti yang ibu ketahui, saat bayi prematur berada di dalam inkubator, ada selang yang dimasukkan ke dalam hidung. Itu adalah alat bantu pernafasan. Makanya, bagi yang prematur yang ternyata belum bisa bernafas dengan baik harus dimasukkan ke dalam inkubator.

Alasan selanjutnya adalah belum bisa menyedot ASI langsung dari payudara sang ibu. Tentu kasihan jika bayi tidak mendapatkan asupan gizi, kan? Maka dari itu, jlaan satu-satunya adalah dengan memasukkan bayi ke dalam inkubator sehingga ada alat bantu makan untuk bayi tersebut.

Penjelasan seperti itu biasanya yang akan ibu dapatkan ketika ibu bertanya kepada dokter kenapa bayi ibu harus di inkubator. Namun, ada juga kemungkinan lain seperti adanya masalah kesehatan pada bayi ibu dan lain sebagainya. Pertimbangan medis lainnya juga pasti akan dijelaskan kepada ibu sebagai orang tua.

Mitos Mengenai Bayi Prematur

Yang aneh adalah kenapa ada orang yang menganggap bayi prematur itu harus dirawat di inkubator. Dan banyak yang menganggap seperti itu. Ini merupakan salah satu mitos mengenai bayi yang mengalami kelahiran prematur.

Dan sebenarnya banyak sekali mitos-mitos lainnya. Seperti contoh, semua bayi prematur tidak bisa menyusui ASI secara langsung. Ada juga yang akhirnya memberikan botol susu agar bayi belajar bagaimana cara menghisap ASI. Semua itu adalah mitos belaka dan tidak perlu ibu percaya.

Sebaiknya ibu membaca informasi yang valid saja dari www.ibudanbalita.com. Di sana tersedia berbagai informasi mengenai perkembangan bayi prematur serta bagaimana cara merawat yang tepat. Yang pasti, semua informasi tersebut valid dan sesuai dengan kajian ilmu kesehatan, bukan didasarkan pada kata orang lain atau mitos.

Memberikan Perawatan Sendiri Di Rumah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada alasan medis yang membuat dokter menyarankan agar bayi prematur dirawat di inkubator. Jika tidak ada alasan tersebut, maka sah-sah saja ibu membawa pulang dan merawat sendiri di rumah. Namun, tentu saja ibu harus tahu bagaimana cara merawat bayi prematur. Yang pasti, cara perawatannya sedikit berbeda dengan perawatan bayi normal.

Salah satu hal yang sangat disarankan ketika ibu memiliki bayi prematur adalah seringlah untuk memeluk sang buah hati. Ibu bisa menggendong kemana pun ibu berada. Kecuali ketika ia sudah terlelap, ibu bisa taruh sang buah hati di atas tempat tidurnya.

Pelukan bisa membuat perkembangan bayi lebih cepat. Dalam hal ini, sebaiknya ibu menggendong layaknya kangguru menggendong anaknya. Jadi, posisi kepala berada di atas, tetapnya di dada ibu. Ini posisi seolah-olah bayi masih ada di dalam kandungan.

  • Berikan ASI Sebanyak Mungkin

ASI bukan hanya makanan tapi juga obat bagi bayi. Maka dari itu, ibu harus pastikan ASI diproduksi dalam jumlah yang banyak. Berikan ASI sesering mungkin kepada sang buah hati.

Konsekuensinya, ibu harus menjaga asupan gizi ibu sendiri. Ini untuk memastikan tubuh bisa memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak. Ada baiknya ibu juga mengkonsumsi susu Frisian Flag Mama setiap hari.

Lingkungan rumah harus benar-benar bersih. Bahkan ibu sendiri harus bersih. Setiap kali ibu keluar rumah, maka basuh kedua tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh atau menggendong sang buah hati.

Harus dipahami bayi prematur ini sangat rentan terhadap penyakit. Bakteri sedikit saja jika masuk ke dalam tubuh si kecil maka ia bisa sakit.

Maka dari itu, akan lebih baik jika ibu tidak membiarkan semua orang menggodong sang buah hati. Ibu bisa tentukan siapa saja yang boleh menggendong. Yaitu mereka yang benar-benar menjaga kebersihan. Ini semua untuk kebaikan sang buah hati.

Pada intinya, bayi yang lahir dalam keadaan prematur itu memang harus mendapatkan treatment atau perawatan yang khusus. Akan tetapi, bukan berarti semua bayi prematur harus dirawat di inkubator, kan?

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY