Tanda Bayi Lapar Dan Akibat Buruk Bayi Kekenyangan

Tanda Bayi Lapar Dan Akibat Buruk Bayi Kekenyangan

5
0

Your Ads


Tanda Bayi Lapar Dan Akibat Buruk Bayi KekenyanganNew Kids Center

Sangat lucu rasanya jika sampai Bunda tidak tahu tanda bayi lapar. Apalagi Bunda tentunya sudah sangat paham jika bayi belum bisa berkomunikasi dengan kata-kata. Jadi cara berkomunikasinya adalah dengan memberikan tanda-tanda. Contohnya saja seperti tangisan.

Tetapi masalahnya adalah tangisan dari bayi bukan selalu disebkan karena bayi sedang lapar saja. Bisa saja bayi mengais lantaran ada alasan lainnya. Maka dari itu, dalam hal ini penting sekali untuk tahu seperti apa tanda bayi saat lapar.

Pada umumnya, pada saat si kecil merasa lapar, beberapa tanda yang bisa Bunda deteksi adalah sebagai berikut ini:

  1. Tidurnya mulai gelisah. Selain itu bayi juga akan sering meregangkan tubuh dan juga banyak bergerak.
  2. Dikarenakan terlalu banyak bergerak tadi, selanjutnya nafasnya akan menjadi semakin tidak teratur dan pendek-pendek.
  3. tanda bayi ketika lapar yang paling mudah untuk dideteksi adalah bayi akan terus-terusan membuka mulutnya seperti ingin makan. Dan biasanya si kecil akan menjilat-jilat atau bisa juga memasukkan tangannya ke dalam mulut.
  4. Guna memastikan apakah tangisannya dikarenakan sedang lapar atau tidak, maka Bunda bisa menyentuh bibirnya. Jika si kecil membuka mulut pada saat bibirnya disentuh maka itu menandakan jika sedang lapar.
  5. Saat lapar, bayi biasanya akan menunjukkan gerakan-gerakan menghisap dengan mulut dan juga lidahnya.
  6. tanda bayi mulai lapar selanjutnya adalah bayi mulai gelisah lalu kemudian sering memutar-mutar kepalanya ke segala arah untuk mencari payudara Bunda.
  7. Ketika lapar, frekuensi tangisan bayi akan lebih sering. Seringnya dibarengi dengan kedipan mata yang lebih sering dan cepat.

Tanda Bayi Kekurangan ASI

Setelah Bunda tahu apa saja ciri-ciri bayi lapar, Bunda juga penting untuk tahu tanda-tanda bayi kekurangan ASI. Bunda tentunya sudah paham betul apa efek buruk yang bisa terjadi ketika bayi sampai kekurangan ASI. Memangnya seperti apa tandanya?

  1. Berat Badan Bayi Turun

Ciri-ciri bayi kekurangan ASI yang paling umum adalah terjadi penurunan berat badan pada bayi. Pada umumnya bayi akan mengalami penurunan berat badan setelah lahir. Tetapi normalnya, bayi akan mendapatkan berat badannya 5 hari paska dilahirkan.

Jadi ketika setelah 5 hari berat badan si kecil tidak kunjung naik. Bunda patut waspada, bisa jadi si kecil tidak mendapatkan cukup ASI. Mungkin dalam hal ini Bunda belum begitu paham apa saja tanda bayi sudah lapar, sehingga hal semacam ini bisa sampai terjadi.

  1. Jarang Buang Air Kecil

Sebenarnya, frekuensi buang air kecil bisa menjadi tolak ukur dari cukup tidaknya Bunda memberikan ASI pada si kecil. Biasanya, jika bayi mendapatkan cukup ASI maka frekuensi buang air kecilnya cukup semakin banyak setiap harinya.

  1. Warna Urin Gelap

Bayi yang kekurangan ASI, umumnya warna urinnya gelap menyerupai warna dari jus apel. Sementara bayi yang cukup ASI umumnya warna urin cenderung bening. Untuk itulah ketika bayi merasa lapar langsung berikan ASI. Dan itulah kenapa dalam hal ini sangat penting untuk tahu tanda bayi merasa lapar.

  1. Lebih Rewel dan Lemas

Umumnya bayi akan mudah tertidur saat sedang minum ASI lalu kemudian menjadi rewel kembali setelah Bunda mencoba untuk memindahkan posisinya.

  1. Sering Menyusu tetapi Tetap Menangis

Tanda bayi kurang ASI yang terakhir adalah meskipun terus menyusu hampir setiap jam, tetapi setelah menyusu bayi masih tetap rewel dan masih lapar.

Bayi Tidak Boleh Kekenyangan! Seperti Inilah Akibatnya

Selain harus tahu seperti apa ciri-ciri bayi mulai lapar, Bunda juga harus tahu ciri-ciri bayi sudah kenyang. Kenapa? Sebab jika bayi sampai kekenyangan, bisa menimbulkan efek buruk pada bayi itu sendiri.

Memang sudah menjadi keharusan untuk memastikan jika bayi mendapatkan cukup ASI. Namun di sisi lain Bunda juga harus tahu apa akibatnya jika bayi sampai kekenyangan.

Kekanyangan ini terjadi karena pada dasarnya bayi makan bukan karena emosionalnya. Selain itu bayi juga belum bisa mengontrol kapan harus makan dan kapan harus berhenti. Jadi dalam hal ini Bunda yang harus menjaga porsi makannya.

Pada saat terlalu banyak ASI di dalam perutnya, maka bayi akan mengalami ketidaknyamanan pada perutnya. Ditambah lagi kemampuan pencernaan bayi belum bisa bekerja secara maksimal.

Dampaknya, bayi akan mencret serta mengeluarkan air liur berlebih. Selain itu si kecil juga lebih gelisah dan akan mengalami kolik. Itulah kenapa selain tahu seperti apa ciri-ciri bayi saat lapar, Bunda juga harus tahu ciri-ciri bayi saat kenyang.

Selain itu, terlalu banyak ASI juga akan menyebabkan bayi sering bersendawa dan juga akan mengalami perut kembung. Dan potensi bayi akan mengalami gangguan tidur juga menjadi semakin besar. Sehingga kemudian umumnya bayi akan semakin rewel.

Pola makan bayi yang benar secara otomatis akan ditandai juga dengan pertumbuhan bayi yang konsisten. Contoh sederhananya seperti berat badan yang naik tidak secara signifikan merupakan salah satu tanda jika asupan gizi yang diterima bayi sudah cocok baginya.

Selain itu, jika bayi sudah merasa kenyang, umumnya bayi juga akan memberikan tanda, contohnya seperti memalingkan wajahnya dari puting Bunda. Sama halnya pada saat bayi merasa lapar, umumnya juga ada ciri-ciri bayi ketika lapar.

Akibat bayi kekenyangan memang akan mengancam kesehatannya. Selain itu bayi kekurangan ASI juga akan mengancam kesehatannya juga. Untuk itulah mengenali sekaligus tanda bayi merasa kenyang dan tanda bayi lapar harus Bunda lakukan.

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY