Tahapan Persalinan | Tips Ibu Hamil

Tahapan Persalinan | Tips Ibu Hamil

45
0

Your Ads


Waktu yang dibutuhkan sejak adanya tanda-tanda melahirkan hingga bayi lahir bervariasi untuk setiap wanita. Ada yang hanya membutuhkan beberapa menit, atau malah beberapa jam. Persalinan itu sendiri dibagi menjadi tiga tahapan san satu saat transisi:

Tahap Pertama Persalinan

Pada tahap pertama, leher rahim mulai menipis dan membuka. Paha tahapan ini, ibu biasanya akan mengalami kram, kontraksi, atau nyeri punggung. Konstraksi yang terjadi menyebabkan terbukanya mulut rahim. Khusus untuk kontraksi, perhatikan baik-baik kontraksi yang ibu rasakan. Bukan tidak mungkin, jika kontraksi yang ibu rasakan merupakan kontraksi palsu, yang sebenarnya bukan merupakan tanda awal persalinan. Kontraksi palsu merupakan kontraksi yang dialami oleh wanita selama beberapa jam, namun tidak menyebabkan membukanya mulut rahim.

Berikut adalah hal-hal yang bisa diperhatikan untuk kontraksi yang efektif dan kontraksi palsu atau Braxton Hicks:

  • Keteraturan Kontraksi
    Seberapa teraturkan kontraksi yang terjadi? Kontraksi palsu biasanya timbul secara tidak teratur. Berbeda dengan kontraksi persalinan efektif yang terjadi secara berkala, ketika jaraknya semakin dekat menjelang persalinan.
  • Durasi Kontraksi.
    Kontraksi yang benar-benar menandakan bahwa ibu akan segera melahirkan biasanya berlangsung hingga satu menit, dan akan terasa semakin kuat menjelang waktu melahirkan.
  • Efektivitas Kontraksi
    Kontraksi palsu akan terasa berkurang jika ibu melakukan perubahan aktivitas. Misalnya, jika saat kontraksi timbul ibu sedang duduk, cobalah berdiri atau berbaring. Jika perubahan aktivitas ini membuat aktivitas rahim berkurang,
    maka mungkin belum saatnya bagi ibu untuk melahirkan.

Tahapan pertama persalinan biasanya merupakan fase terlama di antara tahapan persalinan yang lain. Proses membukanya leher rahim hingga bukaan 4 – 5 membutuhkan waktu yang bervariasi, bahkan ada yang mengalami hingga seminggu sebelumnya. Setelah mencapai pembukaan 5, biasanya kecepatan pembukaan meningkat menjadi satu atau 2 jam untuk setiap 1 cm pembukaan. Bila pembukaan leher rahim telah mencapai pembukaan penuh (bukaan 10), maka bayi sudah siap untuk dilahirkan.

Beberapa tanda yang dapat dilihat jika sudah memasuki tahapan persalinan yang pertama adalah:

  • Adanya kontraksi yang datang secara bertahap.
  • Membuka dan melunaknya leher rahim
  • Terjadi perdarahan
  • Keluarnya cairan ketuban
  • Berkurangnya gerakan janin.

Tahapan Transisi Persalinan

Tahap transisi merupakan tahapan dimana adanya dorongan yang sangat kuat untuk melahirkan bayi. Tahap transisi ditandai oleh timbulnya kontraksi yang sangat kuat, dan sering pada bukaan terakhir. Kontraski ini terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam, sehingga memberikan ibu waktu untuk dapat beristirahat sejenak. Pada tahap ini, tubuh ibu bekerja sangat keras hingga dapat membuat tubuh menjadi gemetar atau merasa mual. Ibu pun mungkin akan merasa sangat lelah hingga rasanya tak mampu meneruskan persalinan. Namun, tahap ini merupakan tanda baik bahwa proses persalinan telah mengalami kemajuan.

Tahap Kedua Persalinan

Tahapan Persalinan | Tips Ibu Hamil

Tahap kedua dimulai saat proses pembukaan sudah mencapai pembukaan 10 dan kepala bayi sudah masuk vagina. Selain itu, ibu juga merasakan adanya dorongan kuat untuk mengejan. Ibu bisa latihan mengejan saat buang air kecil dangan cara menekan otot perut agar dapat kencing dengan cepat.

Mengatur pernafasan adalah hal yang sangat penting dalam tahap ini. Ibu mungkin akan kesulitan untuk bernafas secara teratur, namun ini sangat diperlukan agar ibu memiliki tenaga yang cukup untuk mengejan. Menggunakan teknik pernafasan yang baik juga dapat membantu ibu agar lebih rileks dan dapat mengalihkan perhatian dari rasa nyeri saat persalinan. Tahapan ini berakhir saat bayi sudah dikeluarkan dari rahim.

Tahap Ketiga Persalinan

Tahap ketiga merupakan tahap terakhir persalinan yang bertujuan untuk melepaskan plasenta dari dinding rahim. Setelah bayi keluar, rahim ibu mungkin akan beristirahat sejenak. Kemudian, akan timbul kontraksi ringan. Saat hal ini terjadi, dokter atau bidan akan meminta ibu untuk mengejan lagi. Biasanya ibu hanya perlu untuk mengejan sebanyak satu atau dua kali untuk mendorong plasenta keluar. Tahapan Persalinan | Tips Ibu Hamil

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY