Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Raih Sifat Rendah Hati

Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Raih Sifat Rendah Hati

5
0

Your Ads


Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Raih Sifat Rendah Hatiibudanbalita.com

Stimulasi tumbuh kembang anak tidak melulu soal fisik. Mengingat kata stimulasi sendiri adalah dorongan, tentu ada beragam hal yang bisa diberikan untuk si kecil, salah satunya adalah perkembangan karakter anak.

Rendah hati adalah kunci kesuksesan tertinggi dalam hidup. Sangat sulit temukan orang yang punya karakter tersebut. Tenang saja, apabila dimulai dari kecil, akan sangat mudah membentuk karakter rendah hati anak.

  1. Jangan permalukan si kecil
    Beberapa orang merasa mempermalukan si kecil berarti menunjukkan kasih sayang di depan teman sebayanya. Padahal, sebetulnya perlakuan tersebut tidak seratus persen bikin malu. Malah, dengan rajin tunjukkan kasih sayang pada buah hati, teman-temannya mungkin mengejek kecil untuk sembunyikan rasa iri.

    Sebetulnya dimadsud dengan mempermalukan buah hati adalah melukai perasaannya di tempat umum. Kalau anak berbuat salah atau bersikap tidak sopan, wajar sekali orang tua naik pitam. Namun, lokasi dimana anak dimarahi ternyata tentukan karakter di masa mendatang. Ketika kesalahan si kecil ‘tersebar’ di khalayak awam, maka reaksi atas rasa malu tersebut biasanya berupa pemberontakan atau pembentukan harga diri.

    Anak yang berharga diri tinggi cenderung sulit berubah sampai dengan dirinya dewasa. Tidak mau mendengarkan dan mengakui kesalahan merupakan bentuk pertahanan diri yang tertanam di alam bawah sadar. Bahkan, sikap menyombongkan diri sendiri adalah salah satu cara seseorang mengobati luka akibat rasa malu yang dalam.

  2. Dorong anak mencapai tujuan
    Sifat rendah hati tidak semerta-merta diperoleh karena anak harus mengalah. Justru dengan meraih suatu kemenangan anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang rendah hati. Hal ini dikarenakan mencapai sesuatu butuh perjuangan yang tak semudah membalik telapak tangan.

    Harap diingat arti kemenangan tidak melulu lewat kompetisi resmi yang melibatkan banyak peserta. Justru, menang bisa diperoleh dari hal-hal kecil yang mungkin orang tua tidak sadar. Mendorong anak untuk terus lakukan hobinya, hingga mampu lakukan satu hal yang tak bisa dilakukan sebelumnya, merupakan bentuk kemenangan pada diri sendiri.

    Misalkan saja anak hobi menggambar hewan. Semua gambar hewan anak mayoritas bagus, kecuali gambar singa. Alih-alih menjauhkan anak dari gambar singa, cobalah mendorong dirinya untuk terus menggambar hewan dengan level kesulitan tinggi baginya. Jangan bandingkan anak dengan orang lain, namun dirinya sendiri. Kalau anak sudah berhasil gambar singa, carilah alternatif gambar lainnya setelah memberi selamat dengan tulus.

  3. Ceritakan kisah inspiratif
    Dunia ini sebetulnya dipenuhi oleh orang-orang hebat dengan sikap rendah hati yang layak dicontoh. Mungkin orang tua bisa mengambil kisah perjuangan Mahatma Gandhi, atau Nabi, atau bahkan Yesus, tergantung kepercayaan yang dianut. Orang besar seperti mereka merupakan contoh yang sangat baik untuk memberi pengertian rendah hati.

    Hindari mengajak nonton anak film modern dengan tokoh serba superfisial. Dalam artian, kehebatan tokoh tersebut ditujukkan lewat baju besi mewah, atau jas mahal. Dialog yang dilontarkan masih pula seputar kehebatan diri sendiri yang tidak menunjukkan sikap rendah hati. Anak selalu menyimpan memori dan kesan dari apapun yang dilihat dan didengar, jadi lebih baik sodorkan sesuatu yang memang mendidik.

  4. Ucapan terima kasih
    Dalam budaya Jawa, sudah sepantasnya anak melayani orang tua. Kendati demikian, kata pelayanan bukanlah sesuatu yang gampang di praktekkan. Ego manusia seringkali mencegah seseorang untuk mampu melayani sesama meski konteksnya teman, atau bahkan saudara.

    Anak masih sangat polos, dan kecil kemungkinan merasa keberatan untuk layani orang lain. Usahakan kembangkan potensi si kecil untuk ringan hati dalam membantu, minimal wajah tersenyum. Sebagai permulaan, setiap kali anak melakukan sesuatu untuk orang tua, jangan lupa ucapkan terima kasih.

    Terima kasih terdengar seperti penghargaan yang enteng. Walaupun, dengan terima kasih saja orang bisa merasa bahagia dan dihargai selama keluar dari mulut orang yang tulus. Anak mungkin saja belum paham konsep dalam seperti tulus, tapi setidaknya ada contoh baik yang tertanam dalam alam bawah sadarnya.

  5. Ajak melayani orang lain
    Kegiatan sosial sangatlah melimpah terutama di kota besar dan kota rawan bencana. Banyaknya orang membutuhkan yang meminta kemurahan hati orang lain menjadi contoh yang cukup baik. Usahakan untuk selalu turut serta dalam kegiatan tersebut bersama ayah bunda.

    Mulai dari yang termudah memberi makan anak panti asuhan sebagai pembagi nasi bungkus. Adanya pemandangan wajah bersyukur karena peroleh makanan layak nan lezat bisa inspirasi anak bahwa tidak semua orang seberuntung dirinya. Inilah fondasi paling tepat untuk mengajarkan anak mengenai kerendahan hati.

    Jangan lupa untuk tanyakan anak apa yang dialami. Bisa jadi tersimpan kebingungan mengenai kondisi orang yang berbeda dengan dirinya. Manfaatkan rasa ingin tahu tersebut untuk peroleh sifat anak yang lebih baik.

  6. Contoh
    Dari semua daftar stimulasi karakter rendah hati, terdapat bagian yang sangat penting untuk si kecil. Salah satunya adalah pastikan buah hati berada dalam lingkungan yang memang dorong dirinya untuk rendah hati. Pastinya, karakter tersebut harus ditujukkan oleh orang tua si kecil sebelum orang lain.

    Bangun lingkungan dimana orang di sekeliling merasa dihargai, dan tidak pedulikan penampilan fisik semata. Usahakan selalu cek tempat anak belajar, bermain, hingga orang yang ada di sekeliling si kecil. Bukan bermadsud sombong, tapi pilih teman untuk buah hati yang sesuai dengan usaha stimulasi tumbuh kembang anak agar rendah hati.(HN)

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY