Stimulasi Kecerdasan Anak

Stimulasi Kecerdasan Anak

14
0

Your Ads


Stimulasi Kecerdasan Anakwww.ibudanbalita.com

Stimulasi kecerdasan anak memang bisa menyumbang pemahaman anak. Tetapi bila tipe kecerdasan yang dimiliki anak berbeda, maka stimulasi bisa dikatakan salah sasaran. Dengan kata lain, stimulasi hanya memberikan peran kecil untuk meningkatkan kemampuan anak.

Kemampuan anak memang berbeda-beda. Tolok ukur dari kecerdasan anak tidak hanya berkaitan dengan tingginya IQ anak. Ini berarti jika anak bisa berprestasi dalam bidang tertentu dan bidang lainnya bisa menurun.

Sayangnya, banyak orang tua yang menginginkan anaknya untuk memiliki kemampuan secara merata. Ini bukanlah isapan jempol semata. Karena kebanyakan orang tua memang memiliki harapan tersebut.

Harapan untuk memiliki anak pintar dalam segala hal hanya akan menciptakan kesan memaksa. Anak dipaksa untuk belajar sesuatu, padahal anak tidak memiliki kecerdasan tersebut kecuali sedikit saja. Ini hanya akan membuat anak jenuh, dan memberontak.

Akan lebih baik jika orang tua memahami kemampuan anak sebelum melakukan stimulasi pada kecerdasan anak. Apa saja kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak dan bagaimana cara memberikan stimulasinya? Mari perhatikan informasinya di bawah ini!

Jenis-Jenis Kecerdasan Yang Dimiliki Oleh Masing-Masing Anak

Seorang professor dari Harvard University Dr. Howard Gardner membagi kecerdasan anak menjadi 8 jenis. Ini disebut sebagai kecerdasan majemuk. Kecerdasan tersebut memiliki taraf yang berbeda.

Pembagian jenis kecerdasan ini tentunya menunjukkan jika anak akan memiliki keunggulan dalam kecerdasan tertentu. Sebaliknya kecerdasan lainnya tidak begitu kuat. Di sini, kami akan tunjukkan beberapa saja sebagai gambaran dari kecerdasan bawaan anak.

Kecerdasan seperti ini berhubungan dengan kebahasaan. Anak akan memiliki kemampuan paling menonjol dalam segi bahasa. Biasanya, anak cenderung suka mendengarkan berbagai jenis cerita.

Kecerdasan yang satu ini berkaitan langsung dengan kemampuan anak dalam menganalisa sesuatu. Cara pemikirannya akan sangat logis. Bahkan anak bisa dengan mudah dalam memahami sekaligus menciptakan rumus-rumus tertentu.

  • Kecerdasan visual-spasial

Kecerdasan selanjutnya adalah kecerdasan visual-spasial. Cara menstimulasi kecerdasan anak tipe ini jelas akan berbeda dengan kecerdasan lainnya. Kemampuan anak ada pada kemampuan dalam observasi dalam sebuah gambar.

Anak mampu memahami dan membayangkan berbagai bentuk geometri. Ini menjadi kecerdasan yang paling menyenangkan. Biasanya, anak akan cenderung suka menggambar dengan hasil yang bagus.

Kalau yang satu ini, anak memiliki kemampuan dalam mencerna musik. Bahkan, anak bisa mengkomunikasikan dengan musik. Dengan kata lain, anak akan memiliki kecenderungan bermain bagus dalam alat musik ataupun bernyanyi.

Cara Menstimulasi Kecerdasan Anak Berdasarkan Kemampuan Anak

Beda kecerdasan tentunya beda dengan stimulasinya. Stimulasi ditujukan untuk mengoptimalkan/mengasah kemampuan bawaan anak. Kemampuan akan lebih optimal jika stimulasi yang diberikan juga tepat.

Stimulasi bisa dilakukan semenjak anak berusia 1 tahun. Merangsang kecerdasan anak usia 1 tahun tergolong awal yang bagus. Pasalnya, masa kanak-kanak adalah masa keemasannya. Segala macam pembelajaran akan dicerna dengan sangat baik.

  • Cara stimulasi kecerdasan linguistic

Anak dengan kemampuan linguistik bisa menjadi seorang wartawan atau ahli pemasaran yang hebat. Kemampuan bahasanya adalah kuncinya. Bahasanya sangat lues, membuat orang lain terhipnotis dengan gaya bahasanya.

Untuk menstimulasi kemampuan ini, ibu bisa memanfaatkan cerita. Selain bercerita, ibu juga bisa memanfaatkan tebak-tebakan. Tapi pastikan anak akan merespon dengan jawaban yang sesuai.

  • Cara stimulasi kecerdasan logika

Ilmuwan, ekonom sampai dokter adalah keahlian khusus yang biasanya dimasuki oleh anak dengan kecerdasan logika. Anak akan bertanya banyak hal mengenai sebuah fenomena, tentunya untuk memuaskan keingintahuannya. Tapi dengan jawaban yang sangat logis.

Cara merangsang kecerdasan anak seperti ini bisa dilakukan dengan sering mengajaknya berhitung. Cara tersebut bisa memanfaatkan jari tangannya. Atau anak juga bisa diajak untuk menganalisa mengenai warna-warna benda.

  • Cara stimulasi kecerdasan visual spasial

Kemampuan ini memungkinkan anak mampu dalam mengeksplor gambar. Dewasa nanti, anak bisa memiliki kemampuan menjadi seorang arsitek ataupun animator. Tentunya banyak lagi, asalkan berhubungan dengan gambar.

Mengenai cara menstimulasi kecerdasan ini, ibu bisa memfasilitasi anak dengan berbagai alat-alat menggambar. Kemudian, ajaklah anak untuk berdiskusi mengenai hasil karyanya. Entah itu diskusi mengenai tekstur sampai warna dalam gambar.

  • Cara stimulasi kecerdasan musikal

Kecerdasan ini membawa anak menjadi seorang seniman musik yang sangat mahir. Kemampuan dalam menuliskan sebuah lagu sampai memainkan alat musik adalah kemampuan dasarnya.

Stimulasi kecerdasan anak usia 1-2 tahun berkaitan dengan musikal ini bisa dilakukan dengan banyak memperdengarkan bunyi-bunyian. Entah itu bunyi bel sampai bunyi telepon.

Ibu juga bisa memperdengarkan sampai mengajari anak mengenai irama. Misalnya tepuk tangan dengan irama yang berbeda-beda. Dengan praktek sederhana, anak akan cepat tanggap dalam mengikutinya lantaran punya kemampuan dalam hal tersebut.

Apakah Anak Tidak Akan Mampu Memiliki Kemampuan Merata?

Memiliki anak dengan kemampuan merata bisa dikatakan sempurna. Banyak orang tua memiliki harapan tersebut. Makanya, cara merangsang perkembangan otak anak dilakukan. Entah itu sesuai dengan kemampuannya atau tidak.

Semua kecerdasan memang bisa dimiliki oleh anak. Hanya  saja, kemampuan tersebut memiliki takarannya sendiri. Anak akan mengalami kesulitan kalau mengejar kemampuan lain yang bukan dari kemampuan utamanya.

Meskipun begitu, anak tetap akan mampu memiliki kemampuan lainnya. Di sini, peran orang tua sangat penting untuk menunjang kemampuannya. Tetapi, pastikan kemampuan utamanya lebih diprioritaskan dibanding kemampuan lainnya.

Kesimpulannya, kecerdasan anak akan mendukung keberhasilannya anak di masa mendatang. Dan masing-masing anak memiliki bekalan berbeda dari kecerdasannya. Oleh karenanya, sangat tepat bila ibu memahami jenis kecerdasan yang dimiliki anaknya, kemudian memberikan stimulasi kecerdasan anak yang sesuai.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY