Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan – Kesehatan...

Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan – Kesehatan Ibu Hamil

48
0


Bunda yang baru melahirkan mengalami perubahan hormon, yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron yang menurun bersamaan dengan lahirnya buah hati. Kondisi ini membuat emosi sang Bunda dapat mengalami perubahan yang drastis. Ketika Bunda merasa lelah, cemas, dan seola-olah putus asa kemungkinan Bunda mengalalmi sindrom baby blues. Sindrom ini bisa terjadi pada ibu yang baru melahirkan dengan jangka waktu kurang lebih sampai dua minggu. Ketika Bunda mengalami hal seperti ini, yang dibutuhkan adalah dukungan dari orang-orang terdekat. Jika lebih dari dua minggu kondisi belum stabil, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter. Karena dikhawatirkan mengalami postpartum blues.

Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan - Kesehatan Ibu Hamil

Baby Blues, Depresi Pasca Melahirkan

Sebagian ibu (hampir setengah) merasa depresi setelah melewati persalinan. Menurut para ahli, hal ini disebabkan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh menurun secara drastis. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat memperburuk suasana hati, seperti:

  • Beralihnya perhatian lingkungan pada si bayi. Si kecil menjadi bintang baru yang mencuri perhatian orang- orang sekeliling. Si ibu merasa tersisih.
  • Ketidak-mampuan ibu untuk menghindari tanggung jawab baru yang tiba-tiba dibebankan pada pundaknya, yakni merawat si kecil.
  • Rasa lelah berlebihan seusai melahirkan belum sempat “terbayar”. Bahkan, ibu kemudian juga harus sering-sering melupakan waktu istirahat, karena harus mengurus si kecil.
  • Merasa kecewa dengan keadaan fisik si kecil, karena terlihat terlalu mungil, terlalu merah, terlalu diam, terlalu cengeng dan tidak sesuai mimpi- mimpinya.
  • Merasa kecewa terhadap proses persalinan. Misalnya, persalinan terlalu lama atau ibu tidak dapat melahirkan secara normal.
  • Merasa antiklimaks. Biasanya hal ini dialami oleh ibu yang terlalu lama menunggu persalinan. Setelah mengalami dan melewati peristiwa tersebut, ia merasa sangat lelah.
    Karena, seluruh emosinya sudah dikeluarkannya pada saat-saat klimaks, yakni saat menunggu hari-H.
  • Merasa terkekang atau kehilangan kebebasan yang pernah dimiliki.
  • Merasa tidak bahagia dengan penampilan “barunya”. Sebab, bentuk tubuhnya belum kembali ke bentuk semula.

Sebagian ibu akan mengalami depresi selama 48 jam setelah persalinan, atau sedikit lebih lama. Untuk mengatasi hal ini, lakukan beberapa tip berikut:

Di rumah sakit:

  • Batasi waktu berkunjung dan gunakan waktu yang ada untuk beristirahat. Bukankah si kecil masih menjadi tanggung jawab perawat?
  • Minta suami untuk membawakan makanan kesukaan Anda, dan rayakan kelahiran si kecil berdua saja.

Di rumah:

Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan - Kesehatan Ibu Hamil

  • Terimalah bantuan teman dan kerabat untuk ikut mengurusi si kecil atau membantu membersihkan rumah.
  • Beristirahatlah ketika si kecil tidur.
  • Konsumsilah makanan yang bergizi tinggi, sehingga tenaga yang hilang karena proses persalinan bisa segera pulih.
  • Sedapat mungkin hindari makanan yang manis atau yang mengandung cokelat. Makanan manis dapat memperburuk depresi Anda.
  • Sekali-sekali curilah kesempatan untuk pergi keluar rumah. Hal ini penting untuk membantu Anda “meng-urai” tekanan yang Anda rasakan selama mengasuh si kecil. Pastikan ada orang yang dapat mengawasi si kecil.
  • Jika memungkinkan, sekali-sekali pergilah makan malam bersama suami. Namun, jika hal ini tidak mungkin dilakukan, pesanlah makanan via telepon dan nikmati bersama-sama suami di rumah.
  • Benahi penampilan Anda. Penampilan yang baik akan “memancing” .semangat Anda untuk memulai rutinitas yang melelahkan.
  • Cobalah berkumpul dengan ibu-ibu baru lainnya, sehingga Anda bisa saling berbagi rasa. Rasa senasib dan sepenanggungan akan mengurangi tekanan yang Anda rasakan pada
    saat ini.
  • Cobalah berbagi rasa dengan suami. Dukungannya sangat Anda butuhkan untuk mengatasi depresi.
  • Jika dalam waktu dua minggu depresi Anda tidak berkurang, atau bertambah dengan gejala tidak dapat tidur, tidak nafsu makan, merasa tidak memiliki harapan atau tidak dapat dibantu lagi, serta merasa memiliki keinginan yang kuat untuk menyakiti diri sendiri atau si kecil, segera hubungi ahli, yakni dokter atau psikolog.

Apa Saja Tanda-Tanda Sindrom Baby Blues?

Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan - Kesehatan Ibu Hamil

Siapapun Bunda yang telah melewati persalinan dapat mengalami gejala baby blues syndrome. Gejala ini bukan penyakit, namun merupakan efek setelah melahirkan. Gejala ini bisa terlihat seperti orang depresi. Seorang ibu yang baru saja melahirkan umumnya merasa senang dan bahagia. Namun Bunda yang mengalami sindrom ini justru kebalikannya. Bunda dapat mengalami perubahan mood yang bergitu drastis. Kondisi ini bukan berarti Bunda tidak senang telah memiliki bayi. Justru Bunda sangat bahagia dan sangat menyayangi bayi tersebut. Hanya saja ada penyebab-penyebab yang membuat Bunda merasakan suatu sindrom pascar melahirkan.

Perubahan suasana hati yang Bunda alami membuat Bunda pun mudah merasa sedih dan gelisah. Bunda pun tidak mengetahui secara pasti mengapa perasaan ini muncul. Perasaan ini muncul begitu saja. Bunda pun bisa merasa putus asa sampai sulit tidur. Baby blues syndrome membuat Bunda merasa cemas berlebihan dan sulit untuk berkonsentrasi. Untuk saat-saat tertentu Bunda mungkin sangat ingin menangis.

Tanda baby blues syndrome yang sering ditemukan yaitu Bunda merasa depresi dan kurang percaya diri. Bunda mudah merasa lelah dan merasakan sakit kepala. Tiba-tiba Bunda merasa takut akan banyak hal yang membuat kelelahan dan tidak bisa tidur nyenyak. Bunda pun merasa khawatir tidak bisa mengurus bayi dengan baik dan khawatir apakah bisa menjadi Ibu yang baik untuk anaknya. Perasaan-perasaan ini adalah kekhawatiran yang berlebihan yang tidak rasional. Namun Bunda tidak sendiri karena banyak ibu pasca melahirkan yang mengalami sindrom seperti ini.

Penyebab Sindrom  Baby Blues

Seorang wanita yang sedang berarti sedang hidup dengan dua nyawa. Selama 9 bulan ia terus menjaga kesehatan dirinya dan bayinya yang belum lahir. Berbagai perubahan fisik dan psikis dialami oleh Bunda yang yang sedang hamil. Begitu juga setelah melahirkan. Akan ada perubahan-perubahan secara fisik maupun psikis. Apalagi mengenai hormonal sang Bunda. Berbagai perubahan yang drastis itulah yang membuat keadaan emosi Bunda menjadi tidak stabil. Sebagian dari Bunda justru mengalami baby blues syndrome. Untuk memahami lebih jelas mengenai sindorm ini, maka Bunda perlu memahami penyebab-penyebabnya.

  1. Perubahan Hormon

Penyebab utama sindrom baby blues adalah kondisi hormon yang menurun. Hormon ini menurun dengan drastis yang membuat fisik dna psikis Bunda kaget. Oleh karena itu mengakibatkan kondisi emosi yang tidak stabil.

  1. Sakit Setelah Melahirkan

Pada dasarnya rasa sakit yang dirasakan oleh setiap Bunda berbeda-beda, karena sensitivitas yang berbeda-beda pula. Nah, kadang ada seorang Bunda yang begitu merasakan sakit dan menyalahkan bayinya atas rasa sakit yang ia terima. Kondisi ini bisa dialami oleh Bunda yang belum siap mempunyai anak secara psikologis. Atau karena hamil yang belum diinginkan.

  1. Kelelahan

Seorang ibu yang mengurus bayi setiap saat dapat mengalami rasa lelah yang luar biasa. Terutama karena harus mengikuti pola tidur bayi yang belum stabil. Waktu istirahat Bunda menjadi berkurang. Bunda menjadi kurang tidur dan kurang beristirahat. Biasanya ketika ibu baru akan istirahat kemudian bayi menangis minta susu. Itu bisa membuat Bunda merasa frustasi. Apalagi jika suami tidak membantu mengurus bayi.

  1. Stress

Stress bisa terjadi karena tekanan menjadi seorang Ibu baru. Bunda harus mengorbankan waktunya demi mengurus bayi. Lingkungan juga bisa menjadi faktor pencetus stress.

  1. Perubahan fisik

Seorang Bunda yang baru melahirkan pada umumnya mempunyai tubuh yang melar dan berat badan meningkat. Kekhawatiran tidak bisa membuat tubuh kembali seperti semula dapat menjadi salah satu penyebab baby blues syndrome.

Cara Mencegah Sindrom Baby Blues

Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan - Kesehatan Ibu Hamil

Baby blues yang menjadi sindrom pasca Bunda melahirkan, ternyata dapat dicegah atau paling tidak diminimalisir gejalanya. Pertama dan yang paling utama adalah Bunda harus menjaga kesehatan. Bunda yang sehat akan mempunyai cara berpikir yang segar dan dapat menyusui bayi dengan baik. Bagaimana cara menjaga pola hidup sehat? Bunda pasti sudah mengetahui pola-pola hidup sehat yang harus dijalani. Mulai dari makan makanan yang bergizi, cukup istirahat, manajemen stress, dan sebagainya. Bunda hanya perlu menjalaninya dengan baik. Kebutuhan istirahat pasti akan sangat terganggu karena harus menyesuaikan dengan jam tidur bayi. Namun Bunda bisa meminta bantuan kepada ayah atau keluarga yang ada di rumah agar bergantian menjaga si bayi. Bantuan ini sangat berguna bagi Bunda untuk mendapatkan waktu istirahat yang lebih optimal. Bunda harus mengurangi stress agar bisa beristirahat dengan baik.

Baca juga: Mengenal tangisan bayi dari jenis tangisanya.

Akan lebih baik jika Bunda sharing dengan kerabat yang sudah terlebih dahulu merasakan sebagai ibu yang mengurur bayi. Bunda pun bisa sharing dengan ibu-ibu lain yang sama-sama sedang mempunyai bayi kecil. Hal ini agar Bunda merasa mempunyai teman seperjuangan dalam berjuang sebagai ibu baru yang sedang membesarkan anaknya. Jika ada keluhan yang menganggu misalnya masalah kesehatan atau kecemasan segera konsultasikan kepada dokter.

Bunda tidak boleh menyimpan beban sendiri karena itu tidak baik untuk kondisi fisik dan mental. Jika Bunda merasakan keluhan tertentu jangan buru-buru minum obat. Periksakan ke dokter agar diberikan resep yang sesuai yang tidak mengganggu Bunda yang sedang menyusui.

Jika bayi tidur, Bunda sebaiknya ikut tidur juga. Karena waktu ini menjadi waktu terpenting Bunda untuk merasakan istirahat. Jika Bunda merasa khawatir yang berlebihan terhadap sesuatu atau terhadap hal yang belum jelas penyebabnya, segera bicarakan dengan ayah. Kemudian jika perasaan khawatir tersebut masih mengganggu bisa mengunjungi dokter, psikolog, atau psikiater.

Untuk meminimalisir sindrom baby blues, jika memungkinkan usahakan berolahraga ringan agar badan dan pikiran menjadi segar. Olahraga yang bisa dilakukan misalnya dengan berjalan-jalan di sekitar rumah menikmati pemandangan. Seharian di rumah tentu membuat Bunda jenuh dan bosan. Olahraga juga bisa melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Perlu Bunda ingat bahwa Bunda jangan terlalu terobsesi menjadi orang tua yang sempurna. Bunda bisa menjadi orang tua dan melakukan sebaik mungkin tanpa harus dibebani menjadi sempurna. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Apalagi Bunda mempunyai partner yaitu suami yang akan menjadi tim terbaik dalam merawat dan membesarkan anak. Bunda pun mempunyai keluarga yang akan selalu mendukung dan memberikan bimbingan bagi orang tua baru seperti Bunda dan suami. Jadi jangan merasa terbebani sendiri.

Itulah ulasan mendasar mengenai baby blues syndrome yang bisa terjadi pada ibu dimana saja setelah melahirkan. Jika itu diamali oleh Bunda sendiri, maka Bunda bisa melakukan cara-cara untuk menguranginya. Jika itu dialami oleh kerabat, maka berikan pemahaman yang benar dan dukungan untuknya.

Pencarian Terkait :

  • agar emosi bunda stabil
  • ibu depresi setelah melahirkan

The post Sindrom Baby Blues, Depresi dan Emosi Tidak Stabil Setelah Melahirkan appeared first on Kesehatan Ibu Hamil.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY