Peranan Penting Orang Tua Tentang Psikologi Anak

Peranan Penting Orang Tua Tentang Psikologi Anak

13
0

Peranan Penting Orang Tua Tentang Psikologi Anakimage : www.friso.co.id
Your Ads

Bicara tentang psikologi anak, hal ini tidak dipisahkan oleh peranan orang tua. Salah satunya adalah ibu. Ibu wajib memberikan perhatian lebih pada anaknya supaya anak bisa tumbuh dan kuat menghadapi tantangan di masa depan.

Ada beberapa kasus dimana anak tidak mau bergaul dengan temannya. Ada juga anak memiliki sifat pembohong. Sifat ini terbawa sampai dewasa.

Sifat seperti ini tentu tidak baik. Setidaknya, anak akan dijauhi oleh rekannya. Ini membuat anak lebih suka menyendiri, bahkan bisa berbuat sesuatu yang menjengkelkan demi memperoleh perhatian orang lain.

Masalah semakin serius ketika duduk di bangku sekolah. Kecerdasannya terhambat lantaran anak enggan belajar. Bahkan bertingkah aneh-aneh yang membuat pendidiknya seakan menyerah.

Apa Yang Menyebabkan Anak Melakukan Tindakan Seperti Itu?

Terkadang anak begitu menjauh dengan orang lain. Ada juga yang terlalu aktif, membuatnya sulit untuk dihentikan. Yang terparah adalah anak mulai tidak jujur dengan apa yang dibicarakan pada orang tua. Ini berhubungan dengan psikologis anak.

Hampir setiap orang tua menginginkan anaknya cerdas, nurut terhadap kata-kata orang tuanya. Bisa dikatakan kalau anak seperti ini adalah anak berbakti/sholeh. Namun kenyatannya, hal ini tidak banyak dilakukan oleh anak.

Masalahnya berasal dari kebiasaan anak di masa kecil. Ini mempengaruhi setiap prilakunya. Bahkan prilaku buruk akan dilakukan sampai dewasa nanti.

Penyebabnya adalah tidak adanya perhatian dari orang tua. Contoh anak sering termenung dan lebih suka berbohong. Ini dilakukan untuk menghindari dari seringnya orang tua memarahinya.

Kondisi tidak jauh beda dengan seringnya anak menyendiri. Setiap apa yang disukai anak biasanya ditentang oleh orang tuanya. Seringnya orang tua melakukan hal tersebut membuat anak kehilangan kepercayaan dirinya.

Pilihannya adalah menyendiri atau berkata bohong. Ini bagian dari suara penolakan anak terhadap apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Dengan kata lain, penolakan anak sebagai wujud dari keinginan anak agar tidak dihalangi oleh orang tuanya.

Intinya, penyebab terganggunya psikologis anak berasal dari banyaknya tuntutan dan kekasaran orang tua terhadap anaknya. Oleh karenanya, hindari melakukan hal-hal yang bisa melukai perasaan anak.

Bagaimana Cara Memperlakukan Anak Bila Anak Cenderung Melakukan Hal Tidak Baik?

Kehidupan anak adalah bermain. Di dalam permainan, anak akan belajar sesuatu. Entah itu permainannya cenderung kasar ataupun tidak.

Permainan menjadi media terbaik untuk belajar anak. Segala aktifitas menyenangkan akan dilakukannya. Dan kecenderungannya adalah memainkan permainan di tiap waktunya.

Meskipun permainan cenderung tidak baik semisal bermain lumpur, ibu tidak boleh langsung membentak dan melarangnya seketika. Karena psikologis anak remaja akan terganggu kedepannya.

Di sini, ibu bisa melarangnya dengan perkataan yang santun. Intinya, larangan tersebut tidak melukai hati anak. Misalnya mendekatinya, kemudian memberi pemahaman kalau bermain di lumpur itu kurang baik.

Perkataan santun ini lebih diterima oleh anak. Apalagi jika ibu bisa memberikan opsi permainan lain. Setidaknya, berkata-katalah yang baik dihadapan anak agar prilaku tersebut juga bisa dilakukan oleh anak kedepannya.

Selain memberikan larangan seperti itu, ibu juga butuh aturan-aturan sederhana. Aturan ini diberlakukan untuk membatasi waktu bermain anak. Batasan ini diberitahukan pada anak, misalnya jam bermain sudah habis.

Hal ini dilakukan agar waktu anak tidak hanya terbagi dalam satu babak saja. Yaitu bermain penuh. Tapi, anak juga bisa belajar sesuatu yang lain. Terutama jika sudah mulai atau akan memasuki bangku pendidikan.

Intinya, perkembangan psikologis anak bisa dididik oleh orang tua. Yaitu dengan mengajari anak dengan tutur kata yang lemah lembut.

Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Mendukung Baiknya Psikologis Anak

Perhatian orang tua terhadap anaknya memegang peranan penting untuk kejiwaan anak. Ketika anak masih berusia di bawah 6 tahunan, anak masih cenderung lebih dekat dengan orang tua (ibu). Anak tidak ingin jauh dengannya.

Di sini, pihak ibulah yang memiliki peran krusial untuk mendidik anak. Pola asuh yang baik akan menentukan baik buruknya anak di kemudian hari. Oleh karenanya, ibu perlu mencurahkan tenaga dan fikirannya khusus untuk anak.

Salah satu kunci untuk mendukung terciptanya kepribadian anak yang baik adalah perhatian dan pengajaran yang baik. Perhatian harus ditunjukkan oleh ibu untuk menenangkan anaknya. Karena biasanya anak akan menceritakan semua yang dialami oleh anak pada ibu.

Ibu perlu mendengarkan semua ceritanya. Kemudian memberikan pendidikan sederhana di moment tersebut. Perhatian yang diberikan akan membuat anak lebih nyaman, dan bisa belajar banyak dari ibu.

Sementara untuk mengajari anak mengenai prilaku, ibu bisa menggunakan teknik behavioral. Teknik seperti ini cukup efektif untuk dipraktekkan. Tujuannya adalah terbentuknya prilaku anak yang baik kedepannya.

Teknik tersebut mengedepankan bagaimana cara berprilaku yang baik. Contohnya adalah mengajari anak tentang berterimakasih ataupun meminta maaf. Bahkan, anak juga bisa diajari mengenai caranya berbagi dengan teman sebayanya.

Untuk membiasakan prilaku tersebut, ibu bisa mencontohkannya terlebih dahulu. Biarkan anak melihat, baru kemudian mempraktekkannya.

Di sini, ibu juga perlu memberikan sedikit rangsangan kecil. Rangsangan ini ditujukan untuk membuat anak mau melakukannya. Contohnya adalah memberikan hadiah dari apa yang dilakukannya.

Prilaku-prilaku baik ini memang perlu dibiasakan. Selalu ditingkatkan sesuai dengan kondisinya. Semakin anak melihat prilaku baik, anak juga akan terbiasa mencontoh dan mempraktekkannya. Hasilnya, anak akan terbiasa melakukan hal baik dan percaya diri sampai dewasa.

Kesimpulannya, ajari anak dengan tutur kata yang lemah lembut. Kemudian, minimalkan untuk melarang, apalagi sampai membentaknya. Itulah sekilas tentang psikologi anak yang bisa ibu perhatikan.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY