Penyebab Diare Pada Bayi 1 Bulan Keatas

Penyebab Diare Pada Bayi 1 Bulan Keatas

30
0

Your Ads


Penyebab Diare Pada Bayi 1 Bulan Keatasmybaby.co.id

Penyebab diare pada bayi memang harus segera Anda ketahui. Diare menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita pada rentang usia 1 bulan hingga di bawah lima tahun di Indonesia. Angka kematian akibat diare pada bayi sebesar 31,4% dan anak balita 25,2%.  Diare dapat menyebabkan kematian karena penyakit ini membuat anak-anak mengalami dehidrasi tingkat berat. Parahnya, kondisi dehidrasi berat kadang tidak diketahui oleh orang tua. 

Kebanyakan orang tua baru tahu setelah mengetahui kondisi anak sedang dalam keadaan kritis. Infeksi pada bayi hingga keracunan makanan adalah contoh penyebab diare bayi atau anak balita. Beberapa penyebab anak terkena diare lainnya adalah sebagai berikut ;

– Infeksi Virus dan Bakteri

Virus-virus seperti rotovirus, astrovirus, adenovirus, calicivirus, dan influenza dapat menyebabkan diare. Bahkan virus tersebut juga menimbulkan dampak lain seperti muntah, sakit perut, demam, dan menggigil.  Bakteri seperti salmonella, staphylococcus, shigella, campylobacter, atau E. coli juga berkontribusi menyebabkan diare pada bayi. Bila bayi Anda terkena infeksi bakteri, maka timbul beberapa gejala seperti diare yang parah, tinja disertai darah, dan demam. Ada kemungkinan bayi mengalami muntah juga.

Ada jenis bakteri yang sangat berisiko terhadap kesehatan bayi, seperti di dalam daging matang dan beberapa sumber makanan lain terdapat bakteri E. coli yang mana bisa menyebabkan gejala serius sehingga mengharuskan bayi Anda dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk memperoleh penanganan segera.

– Infeksi Pada Telinga

Bakteri ataupun virus bisa menginfeksi telinga. Untuk mengetahui masalah ini, Anda bisa memperhatikan apakah bayi Anda rewel dan terus menarik-narik atau memegang telinganya. Untuk penyebab diare yang satu ini, Anda bisa langsung menemui dokter. Jangan dibiarkan terlalu lama, sebab infeksi telinga bisa memengaruhi nafsu makan bayi dan menyebabkan muntah.

– Infeksi Parasit

Selain infeksi bakteri dan virus, ternyata parasit juga turut serta menyebabkan bayi terkena diare. Satu contoh parasit bernama mikroskopis yang tinggal di dalam usus mengakibatkan giardiasis. Gejala yang ditimbulkan berupa perut kembung dan bergas, tinja tampak berminyak, dan diare.

– Antibiotik

Antibiotik biasa diberikan pada anak saat menjalani proses pemulihan dari suatu penyakit. Tapi perlu Anda ketahui bahwa antibiotik memiliki efek samping membunuh bakteri baik yang hidup di dalam pencernaan. Akibatnya terjadilah diare. Temui dokter dan tanyakan solusi alternatif untuk mengatasi diare akibat efek dari antibiotik yang diberikan pada bayi.

Penyebab Diare Pada ASI Eksklusif Dan Cara Mengatasinya

Penanganan dini terhadap diare bisa mencegah kondisi bertambah buruk, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare pada bayi.  Berikut diantaranya ;

– Menjaga Agar Tetap Terhidrasi

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan agar anak Anda terhindar dari dehidrasi. Ini bisa dilakukan dengan cara terus berikan ASI pada bayi di bawah usia tiga tahun agar kebutuhan cairannya tetap terjaga. Apabila sudah tidak mengonsumsi ASI, maka bisa diganti dengan susu bebas laktosa hingga diarenya berhenti.

Tidak memberikan minuman manis seperti jus apalagi minuman berkarbonasi. Hindari bayi berkeringat dengan menjaga ruangan tetap sejuk dan tidak membawa bayi keluar rumah saat matahari sedang naik.

– Berikan Yoghurt

Cara yang cukup aman dan efektif untuk mengurangi frekuensi buang air besar saat bayi mengalami diare adalah dengan memberikan yoghurt. Yoghurt adalah produk fermentasi yang lebih mudah dicernamdaripada susu. Yoghurt mampu meningkatkan sistem imun dan menyembuhkan gangguan pencernaan.

Jumlah laktosa pada yoghurt sangat sedikit sehingga cocok dijadikan obat diare alami bagi bayi, anak balita, maupun orang dewasa. Yoghurt cocok Anda berikan pada bayi yang terkena diare akibat antibiotik dengan cara kerja meminimalisir efek dari antibiotik yang membunuh bakteri baik di dalam usus. Pilihlah yoghurt yang mengandung lactobacillus atau kultur bakteri hidup.

Penyebab Diare Pada Bayi Baru Lahir Dan Langkah Pencegahannya

Agar diare tidak lagi membuat anak Anda menderita, maka cara  untuk mencegah diare berikut ini akan kami sampaikan beberapa langkah pencegahannya ;

-Cuci tangan anak Anda secara rutin, terutama sehabis bermain dengan benda-benda yang kurang steril. Ajari juga anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan.

-Utamakan pemberian ASI pada bayi hingga usia 6 bulan.

-Setelah lewat 6 bulan, perlu tambahan makanan agar perut bisa beradaptasi. Berilah Makanan Pendamping ASI (MPASI) secara bertahap, pastikan tetap lembut dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Penambahan jumlah maupun kelembutan bisa dilakukan bertahap dari minggu ke minggu.

-Biasakan untuk buang air besar di WC.

-Jaga lingkungan rumah tetap bersih, buanglah sampah pada tempatnya.

-Buang air limbah rumah tangga pada saluran pembuangan limbah yang tersedia.

-Jaga anak agar tidak bermain di tempat atau dengan benda yang kotor.

-Berikan makanan baru. Apabila ada makanan sisa kemarin yang bisa diberikan untuk bayi, maka dihangatkan dulu atau lebih baik diganti saja.

Jika bayi mengonsumsi ASI perah atau susu formula, selalu pastikan kebersihan dan kesterilan botol yang digunakan. Selain itu, teruslah menyusui bayi Anda. hal tersebut dapat membantu mencegah diare dan bayi Anda akan pulih lebih cepat. Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada bayi dan balita. Hindari memberikan makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa. Selain itu, jangan berikan makanan yang membuat penyebab diare pada bayi Anda semakin buruk, seperti jus apel, susu, dan makanan yang digoreng.

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY