Penjelasan Tuntas Lengkap Seputar Penyakit Kuning pada Bayi

Penjelasan Tuntas Lengkap Seputar Penyakit Kuning pada Bayi

4
0

Your Ads


Penjelasan Tuntas Lengkap Seputar Penyakit Kuning pada BayiParenting.com

Tubuh bayi tergolong lemah, sehingga ada kuman lewat sedikit saja bisa menimbulkan bencana. Inilah kenapa orang tua tidak hanya dituntut memahami asupan gizi si kecil, namun juga mengenali jenis penyakit. Terlebih, jaman sekarang penyakit semakin aneh dan membingungkan. Misalkan saja penyakit kuning pada bayi yang mungkin telah menganggu hidup buah hati.

Apa sih penyakit kuning itu?

Globalisasi dunia tidak hanya membantu manusia untuk berhubungan satu sama lain. Bahkan, pasukan perusak tubuh, baik kuman, bakteri, sampai virus sekalipun bisa memanfaatkan celah untuk menyebarkan penyakit. Pada kasus penyakit kuning, virus ini disebarkan oleh media paling populer yakni nyamuk.

Bayi yang terserang virus, akan merasakan gejala yang nyaris sama dengan demam. Badan lemas, disertai panas tinggi membuat orang tua panik. Terlebih, nama penyakit kuning bukan dibuat tanpa alasan. Latar belakang nama tersebut adalah tampilan kulit dan mata penderita yang perlahan berubah menjadi kuning. Parahnya lagi, penyakit kuning akut nyaris mustahil untuk disembuhkan namun bukan berarti tidak bisa dicegah.

Siapa yang bisa kena penyakit kuning?
Sebelumnya telah dikatakan bahwa globalisasi membuat penyebaran virus semakin canggih. Kalau bertanya siapa yang beresiko mengidap penyakit kuning, jawabannya adalah semua orang. Lebih tepatnya mereka yang belum mendapat vaksinasi.

Vaksinasi merupakan langkah pencegahan berupa pelatihan daya tahan tubuh melawan bakteri. Sejatinya ketika mendapat vaksin, tubuh dimasuki oleh virus yang telah dijinakkan. Ibarat membawa sandera dari pasukan musuh untuk dipelajari militer apa strategi, kemampuan, dan kelemahan pihak sebelah. Sehingga ketika kuman memang benar-benar datang menyerang, pemilik vaksin lebih sigap dalam mengusir potensi berbahaya.

Tidak hanya penderita yang akan merugikan diri sendiri bila tidak mendapat vaksin. Mereka yang enggan melakukan vaksin dan benar-benar terjangkit, beresiko menularkan pada yang lain. Bayangkan saja, menurut organisasi kesehatan dunia (World Health Organization) setidaknya ada dua ratus ribu orang terkena penyakit kuning setiap tahunnya.

Nyamuk menyenangi hawa panas dan gaya hidup kurang bersih. Apalagi bila penduduk senang sekali menghabiskan waktu di luar, berpesta, tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Jangan heran bila negara semacam Afrika, Bolivia, Brazil, Kolombia, dan Peru menjadi sarang tepat bagi virus penyakit kuning. Inilah mengapa banyak sekali bandara internasional mempertanyakan apakah seseorang pernah menghabiskan waktu di negara tersebut.
Apa penyebab penyakit kuning pada bayi?

Flavirus adalah sebutan biang keladi penyebab penyakit kuning, termasuk yang menjangkit anak kecil. Meski telah dijelaskan nyamuk menjadi jalur distribusi, sebetulnya nyamuk hanyalah permulaan. Pada daerah tropis, monyet bertengger sudah biasa. Kegemarannya makan buah sangat cocok dengan lingkungan hutan yang serba panas.

Entah mengapa, nyamuk tidak pandang bulu dalam menghisap darah. Termasuk mamalia seperti monyet sekalipun tidak luput dari ‘operasi pencurian darah’. Sayangnya, menurut beberapa orang, ide konsumsi hidangan daging monyet merupakan hal yang bagus. Padahal, monyet sendiri juga beresiko menularkan penyakit kuning. Walau bayi tidak makan, kalau bunda gemar daging monyet, sama saja.

Apa gejala penyakit kuning?
Layaknya semua penyakit, pasti ada gejala. Inilah mengapa mengenali gejala sangatlah penting dibanding menunggu hingga terlambat. Melihat buah hati sakit parah jelas bukan hal yang diinginkan. Dalam konteks penyakit kuning, setidaknya ada 2 tingkat:

  1. Tingkat ringan
    Pada tahapan satu ini, orang tua masih bisa mengambil nafas. Pasalnya beberapa orang mampu keluar dari masalah penyakit kuning bila hanya tingkat ringan. Beberapa gejalanya adalah pusing, demam tinggi, rendahnya nafsu makan, buang air yang terlalu lancar, gemetar, sakit punggung, nyeri saraf dan otot.
  2. Tingkat beracun
    Jika pasien pada tingkat ringan tidak tertangani dengan baik, maka tahap tingkat beracun akan jauh lebih berbahaya. Kemungkinan si kecil selamat dari penyakit kuning semakin minim. Beberapa diantaranya adalah penurunan frekuensi buang air kecil, sakit perut, muntah, jantung tak beraturan, muntah (terkadang berdarah), pening berat, sampai mimisan dan keluarnya darah dari mulut dan mata.

Cara mengobatinya bagaimana?
Tidak semua orang beruntung dan sadar akan pencegahan penyakit kuning. Apalah daya menyalahkan nasib bila tanpa solusi. Tenang, walau penyakit kuning mengancam jiwa, bukan berarti tidak bisa diobati atau minimal diringan dengan cara berikut:

  1. Infus
    Mayoritas tubuh manusia terdiri dari air. Dengan demam yang menjangkit bayi, tentu akan sangat baik kalau tubuh terhindar dari dehidrasi. Bahkan, infus seringkali diperlukan untuk menghindarkan si kecil menuju tingkat beracun.
  2. Oksigen
    Dengan kepala pening, dan seluruh tubuh yang sakit, belum lagi demam tinggi, hanya sekedar bernafas saja bisa sangat sulit. Padahal, tanpa adanya siklus pernafasan tubuh semakin lemas dan tak berdaya di hadapan penyakit kuning. Usahakan memperoleh tabung oksigen, atau minimal udara segar untuk membantu asupan oksigen.
  3. Transfusi darah
    Khusus tingkat beracun, yang tentunya tidak diharapkan, tranfusi darah akan sangat diperlukan. Tubuh bayi yang super kecil akan kesulitan mengatasi jumlah darah yang keluar. Bahkan bisa dibayangkan betapa cepat darah berkurang bila bayi terus menerus muntah, nangis, sampai hidung keluar darah. Kenali golongan darah si kecil dan usahakan memperoleh transfuse yang sesuai.
  1. Perawatan total
    Penyakit kuning bisa saja membuka peluang bagi kuman dan bakteri lain untuk hinggap. Dibanding mengkhawatirkan lebih lanjut di kemudian hari, pilih cek kesehatan total lengkap dengan perawatannya. Tentu harapannya penyakit kuning pada bayi atau semacamnya pergi untuk selamanya.(HN)

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY