Pantangan dan Larangan Pemberian MPASI 6 Bulan

Pantangan dan Larangan Pemberian MPASI 6 Bulan

35
0

Your Ads


Pantangan dan Larangan Pemberian MPASI 6 BulanSource: tesco.ie

Mpasi 6 bulan, saat yang cukup menyenangkan dan menegangkan di saat bersamaan. Senang melihat bayi bisa menyantap makanan di luar air susu ibu, namun sikap si kecil yang menolak makanan padat di waktu tak menentu bisa buat kepala bunda dan ayah pusing. Apalagi kalau menimbang fakta bahwa bayi 6 bulan butuh asupan nutrisi yang banyak untuk terus tumbuh.

Orang tua mungkin tidak sadar dan paham bahwa bayi bersandar kepada ayah bunda. Keputusan yang salah, akan membahayakan jiwa buah hati. Meskipun tentu saja, tindakan yang tepat membuahkan hasil yang membanggakan. Termasuk dalam pengenalan mpasi 6 bulan, terdapat pantangan dan larangan menyuapi bayi.

Anjuran

Nyaris sebagian besar hidup manusia diselamatkan hanya bermodal senyum. Ya, senyum merupakan bahasa tubuh universal dimana sesame manusia akan merasa diterima oleh manusia lain. Terlepas dari konteks pembicaraan, senyum selalu berhasil membuat hal seburuk apapun terdengar cukup positif di telinga.

Bayi usia 6 bulan mungkin tidak memahami konsep komunikasi, dan kurang mengerti tata krama. Di mata si kecil, selama ekspreksi yang terlihat cukup baik dengan pancaran aura menyenangkan berarti dunia baik-baik saja. Bunda bisa saja mengalami hari yang buruk, atau mungkin lelah lunglai, tapi percayalah, dengan senyum, tantangan menyuapi si kecil akan banyak berkurang.

Suasana menentukan pengaturan perasaan seseorang mungkin benar adanya. Kadangkala, orang sampai pergi begitu jauh hanya demi memperoleh suasana yang pas. Tanpa menyadari kadang suasana ternyaman ada di depan mata.

Piknik memang terdengar menyenangkan. Merasakan angin segar melintas anggun, membuat makanan apapun punya sensasi tersendiri. Orang tua bisa jadi inisiatif membawa bayi ke halaman atau mungkin taman terdekat dengan harapan menambah kemauan si kecil untuk makan. Keputusan satu ini sebetulnya kurang tepat.

Rumah selalu menjadi tempat utama siapapun. Uang sebanyak apapun tidak akan mengalahkan perasaan nyaman ketika seseorang menemukan rumah. Jujur saja, si kecil akan merasa lebih nyaman mencoba makanan pendamping asi pertama di dalam rumah, dengan suasana yang dikenal, dengan bunda atau ayah yang dirinya percaya.

Perhatian anak kecil sangat mudah teralihkan. Musik yang keras, sampai dengan kedap kedip cahaya warna warni sudah cukup membuat dirinya merasa tidak minat akan sesuatu. Selalu pastikan suasana memang kondusif untuk makan. Hindari suasana ramai yang sangat mungkin membuat bayi kehilangan minat makan.

Namanya bayi, tentu kreatifitasnya sangat tinggi. Rasa penasaran yang menjadi sifat dasar manusia banyak mendominasi. Ditambah lagi, bayi cenderung senang meniru, sehingga jangan heran kalau si kecil ingin memegang sendok sendiri.

Pada pandangan pertama, mungkin bunda menganggap bahwa bayi hanya sekedar bermain dan hanya bikin berantakan. Tahan diri bunda untuk melarang tiap gerakan si kecil, dan kesenangannya bermain. Langkah yang salah bisa menyebabkan buah hati makin ogah menyantap makan. Tenang, biarkan bayi berbuat semaunya dan peringatkan pelan-pelan.

Pantangan

  1. Terlalu cepat

Asi ekslusif merupakan tindakan memberikan air susu ibu saja dalam kurun waktu tertentu. Namun, ada pula orang tua yang beranggapan, bayi tidak mungkin kenyang hanya bermodal air susu ibu. Inilah mengapa beberapa orang tua dengan sengaja memberi sumber makanan di luar air susu ibu di usia yang sangat belia.

Alasan mengapa waktu terbaik untuk memberikan makanan pendamping dimulai setidaknya di usia 6 bulan adalah kondisi pencernaan si kecil. Bayi tidak mampu mencerna ragam bahan makanan dan rentan terhadap diare karena tubuhnya belum siap menghadapi kombinasi komponen yang asing. Maka dari itu, momen pemberian makanan di luar air susu ibu harus diperhitungkan dengan cermat.

  1. Tidak memberi jeda waktu

Rasa semangat mencoba beragam bahan makanan yang entah bunda atau ayah temukan di majalah atau sekedar berbincang dengan sesama orang tua adalah wajar. Kendati demikian, bukan berarti memaksa si kecil untuk menyantap semua hidangan terasa adil. Bayi selalu butuh ruang waktu untuk menikmati satu bahan makanan sebelum beralih ke selanjutnya.

Bila bunda dan ayah memang ingin memberi varian, selalu pastikan dalam kondisi yang tepat. Misalkan saja, bila bayi sudah mencoba kentang, tunggu minimal dua sampai tiga hari sebelum beralih pada bahan berikutnya. Pastikan pula tidak terdapat perbedaan drastis antara jenis makanan satu dengan lainnya supaya si kecil tidak kebingungan.

  1. Cari momen yang tepat

Lucu tapi nyata adalah ketika lapar semua masakan terasa enak, tapi begitu kenyang, meski chef Gordon Ramsay yang masak nafsu sulit sekali bangkit. Menimbang logika tersebut, sungguh ironis bila mengingat banyak orang tua tidak paham konsep satu ini ketika memberi makan si kecil.

Fenomena ayah atau bunda masak masakan pendamping dan berharap si kecil langsung berselera memang sedikit aneh. Seharusnya orang tua mempertimbangkan jeda waktu makan si kecil dengan menyusui. Bila terlalu dekat, wajar saja buah hati menolak karena sedang kenyang.

  1. Hindari micin

Generasi micin menjadi bentuk ejekan yang sepertinya sedang naik daun. Ya, mengingat komponen dalam ‘micin’ atau bumbu perasa  berbahan kimia sanagt berbahaya bagi perkembangan otak. Memang, dengan memakai micin dalam hidangan mpasi 6 bulan, seketika rasanya akan super enak, namun menimbang resiko jangka panjang, ada baiknya bunda berpikir ulang.(HN)

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY