Nutrisi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Anak

Nutrisi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Anak

1
0

Your Ads


Nutrisi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Anakwww.awalsehat.nestle.co.id

Rame sekali iklan mengenai omega 3 yang bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat anak. Dan iklan tersebut dibumbuhi dengan penelitian ilmiah. Dari penelitian tersebut, kira-kira kesimpulannya adalah seperti ini. Omega 3 merupakan lemak tak jenuh yang akan membuat perkembangan otak semakin optimal. Inilah yang membuat anak pintar.

Maka dari itu, bukan hanya produk susu saja yang laris. Produk yang terbuat dari ikan laut pun banyak dicari.

Tentu hal tersebut tidak salah. Memang omega 3 sangat membantu perkembangan otak anak. Dan omega 3 tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Akibatnya, diperlukan asupan dari luar, entah itu dari produk seperti susu Frisian Flag Jelajah atau seafood.

Dan kebutuhan omega 3 setiap hari itu cukup banyak. Anak balita membutuhkan sekitar 300 mg omega 3 setiap hari. Dari mana ibu bisa mencukupi kebutuhan gizi tersebut? Tentu saja dengan memberikan susu balita terbaik dan makanan yang bergizi.

Hanya saja, ada satu hal yang perlu untuk diingat. Meningkatkan daya ingat anak tidak hanya bisa dilakukan dengan memenuhi nutrisi seperti omega 3 saja. Ada hal lain yang juga perlu dilakukan.

Meningkatkan Daya Ingat Anak Ternyata Mudah

Apa yang mempengaruhi anak ingat terhadap sesuatu? Ini yang tidak disadari oleh sebagian besar orang tua. Mereka hanya tahu jika anak ingat banyak hal, berarti daya ingatnya bagus. Sebaliknya, jika ia diajari sesuatu hal yang baru tapi ia tidak bisa menyerap dengan baik, ia dianggap memiliki daya ingat yang kurang bagus.

Padahal, bukan itu intinya. Ada anak yang bisa mengingat suatu hal, tapi hal yang lain tidak. apakah ibu tahu kenapa? Karena daya tarik. Sama halnya dengan orang dewasa. Mereka akan mengingat terus hal-hal yang menarik dan penting seperti cicilan rumah, nama-nama mobil mewah, artis atau aktor terbaik, band favorit, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, sebagai orang tua, tidak seharusnya ibu meminta anak untuk mengingat semua hal. Temukan apa yang disukai oleh anak ibu. Contohnya saja, jika ia suka dengan sepakbola, coba ibu melatih daya ingatnya dengan cara menunjukkan klub-klub sepakbola terkenal di dunia lengkap dengan nama-nama pemainnya.

Cara ini bisa ibu adaptasi untuk meningkatkan kongnitif anak. Pada intinya, ibu harus melatih daya ingat. Hanya saja, tentukan dulu obyeknya. Pastikan obyek tersebut adalah yang disukai oleh si kecil. Temukan apa yang ia sukai, bisa berupa mata pelajaran di sekolah, hobi, dan lain sebagainya.

Tidur juga bisa meningkatkan daya ingat anak lho. Kok bisa? Tentu saja bisa. Inilah yang dikatakan oleh Richard Ferber. Ia seseorang yang berkecimpung di sebuah lembaga pediatric gangguan tidur anak di Boston. Kemampuan kognitif anak akan semakin baik jika setiap hari ia cukup tidur. Dan pastikan juga tidur anak benar-benar lelap. Pasalnya, saat ia tertidur, sel-sel otak berkembang lebih cepat.

Ini selaras dengan sebuah temuan tentang kecerdasan anak yang kurang ketika ia mengalami insomnia. Anak tidak terlihat kurang cerdas lantaran ia tidak memiliki cukup tenaga di sekolah karena ia kurang tidur. Hal tersebut disebabkan sel di otak tidak bisa berkembang optimal karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk berkembang. Bagaimana sel otak bisa berkembang jika anak kurang tidur?

Jadi, dua hal tersebut yang perlu ibu lakukan. Yang pertama melatih otak anak dengan mengingat dan menghafalkan sesuatu yang terkait dengan apa yang ia sukai. Dan yang kedua, pastikan si kecil tidur cukup. Untuk balita di bawah 4 tahun, ia sebaiknya tidur setidaknya 11 jam setiap hari.

Daya Ingat dan Konsentrasi

Dua hal tersebut (daya ingat dan konsentrasi) tidak bisa dipisahkan. Anak tidak mungkin bisa menghafal atau mengingat sesuatu jika ia tidak konsentrasi.

Inilah yang membuat anak perempuan lebih berprestasi di sekolah daripada anak laki-laki. Anak perempuan cenderung lebih mudah melakukan konsetrasi dibandingkan dengan anak laki-laki. Mereka bisa mengikuti pelajaran, mengikuti apa yang diinstruksikan oleh guru, serta menghafal apa yang diajarkan di sekolah. Sementara itu, anak laki-laki lebih suka kegiatan aktif seperti olahraga.

Dari fakta tersebut, meningkatkan daya ingat anak laki-laki sepertinya lebih sulit. Hal pertama yang bisa ibu lakukan adalah mengajarkan anak untuk bisa berkonsentrasi. Ibu bisa coba biasakan anak ibu untuk duduk di tempat duduknya untuk memainkan sebuah game atau belajar. Ibu bisa tentukan waktunya. Pada awalnya, tidak perlu lama-lama. Tentukan saja anak harus diam dan belajar atau melakukan kegiatan secara fokus selama 5 menit saja. Setelah itu, tambahkan waktu 10 menit, 15 menit, dan selanjutnya.

Namun, ibu tidak boleh jumawa jika memiliki anak perempuan. Ada fakta yang menunjukkan kecerdasan anak perempuan itu semakin hari semakin turun. Saat usia 20 tahun, justru anak laki-laki yang lebih berprestasi. Sementara itu, prestasi anak perempuan tidak secemerlang ketika ia masih berusia 7-15 tahun atau ketika ia baru duduk di bangku SD, SMP, dan SMA.

Jadi, pada intinya tugas ibu tidak pernah selesai. Ibu harus memperhatikan anak ibu dari kecil hingga dewasa. Yang paling sulit adalah ketika masih kecil. Ibarat kata, pada saat masih kecil, ibu harus memberikan pondasi yang kuat. Mulailah dengan mengasah kemampuan daya ingat anak. Di kemudian hari ketika ia dewasa, semoga saja ingatannya tersebut semakin bagus.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY