Mitos Ibu Hamil Aneh Tapi Nyata

Mitos Ibu Hamil Aneh Tapi Nyata

22
0

Your Ads


Mitos Ibu Hamil Aneh Tapi Nyatawww.friso.co.id

Orang-orang pecinta anak cenderung punya rasa ingin memberi saran ketika melihat gundukan perut pada perempuan. Niat baik tersebut kadang tidak diimbangi rasa tanggung jawab seputar nasihat yang diberikan. Kadang, hal yang diucapkan sekedar kepercayaan masyarakat alias disebut mitos ibu hamil belaka. Ironisnya, rasa sayang terhadap calon anak kadang menghambat kinerja logika membuat ayah bunda telan mentah-mentah.

Informasi yang beredar begitu bermacam-macam terlebih di era teknologi ini. Percaya pada mitos itu boleh saja, karena memang mitos terbentuk dari serangkaian dengan penarikan kesimpulan berbasis firasat. Namun, bukan berarti semuanya terbukti secara ilmiah. Kenapa memakai standard ilmiah? Mengingat ilmiah berarti menghubungkan kejadian yang tersusun dalam rangkaian tes dengan informasi pengetahuan alam terdahulu membuat sesuatu lebih bertanggung jawab.

“Anak pertama selalu telat kok”

Entah bagaimana dan darimana logika anak pertama lahir terlambat berasal, yang jelas mitos ini terbilang salah. Meskipun orang sekeliling bunda banyak mengalami keterlambatan saat melahirkan anak pertama, belum tentu hal tersebut membuktikkan kebenaran mitos. Secara ilmiah tidak ada hubungan antara keterlambatan masa persalinan dengan pengalaman membesarkan anak.

“Bila dada terasa panas berarti rambut bayi lebat”

Percaya tidak percaya, mayoritas bunda, terutama mereka yang mencapai usia tiga bulan akan merasakan panas terbakar di area dada. Hal ini dikarenakan, janin menghirup oksigen yang merupakan jatah bunda untuk bertahan hidup serta tekanan di area payudara dan kemaluan akibat beban janin. Namun, tidak ada hubungan konkrit antara dada panas dengan rambut bayi terlahir lebat.

“Pelan-pelan duduknya, kalau tidak mau leher janin patah”

Leher janin dan bagaimana cara bunda duduk jelas suatu hal yang berlainan jauh. Ada baiknya memang mitos ini dipercaya supaya perempuan lebih hati-hati dalam bergerak terutama saat janin bertambah tua. Bagaimanapun, gerakan amburadul bukan hanya mencelakakan leher janin, namun kehamilan secara keseluruhan.

“Kalau janin cewek pasti ibunya tidak cantik lagi”

Rupa menawan yang dimiliki bunda tidak akan hilang ditelan anak perempuan. Anggapan satu ini mungkin berdasarkan bagaimana anak perempuan cenderung mirip dengan ibunda. Padahal, kalau dicermati, anak perempuan hanyalah versi ibunya saat usia lebih muda. Menimbang logika tersebut mitos ini bisa dibilang benar namun tidak sepenuhnya.

“Makan kebab bikin wajah janin buruk rupa”

Kebab mengandung daging dan sayur bersamaan, yang sebetulnya bisa cukup baik untuk masa kehamilan. Satu-satunya dampak yang kebab berikan adalah rasa panas di perut kalau bunda membubuhkan terlalu banyak saus sambal. Tidak ada kaitan antara bagaimana bentuk wajah bayi dengan makan kebab. Pada akhirnya, bentuk muka calon buah hati terbentuk dari kombinasi wajah ayah bunda.

“Payudara tidak simetris artinya mengandung janin pria”

Terlepas dari anggapan umum, mayoritas perempuan memiliki dada yang tidak simetris. Meskipun tidak nampak jelas, namun dengan pengukuran yang tepat akan ditemukan garis tidak lurus atau simetris. Bahkan kondisi payudara perempuan satu ini terjadi sejak lahir, bukan karena janin terlahir dengan jenis kelamin apapun.

“Jangan benci sama orang, bisa-bisa anak kamu mirip dia”

Rasa benci terhadap seseorang sangat mungkin muncul dalam diri manusia. Bunda sendiri bisa saja terdorong emosi roller coaster sampai membenci tetangga, atau mungkin teman kerja tanpa alasan yang jelas. Namun, memang kebencian bisa menganggu kehamilan, mengingat kebencian memerlukan energi negatif yang menurunkan rasa senang saat hamil. Sehingga, meski tidak ada hubungan antara benci dengan wajah anak mirip orang tersebut, ada baiknya mitos satu ini dituruti.

“Bercinta akan menyodok janin”

Kebutuhan biologis belum tentu hilang ketika ada janin dalam kandungan. Wajar, bila ada pasangan termasuk ayah bunda sendiri yang masih senang berbagi kasih walau ada janin dalam perut. Menurut kesehatan memang, selama janin masih ukuran kecil, seharusnya bercinta tidak ada masalah, dan tersodok aset ayah sedikit tidak mungkin terjadi.

Resiko bercinta saat hamil tetap ada. Banyak orang tidak menyarankan aktivitas seksual selama calon buah hati dalam kandungan. Usahakan menahan diri selama sembilan bulan, dibanding mengambil resiko yang berdampak pada kesehatan janin. Ingat, meskipun bunda selamat, dampak psikologis akan sangat terasa.

“Suami kamu gendutan? Pasti janin perempuan!”

Berat badan naik pada pria merupakan hal yang sangat wajar. Jika laki-laki cenderung berusia tua, metabolismenya kemungkinan besar tidak akan terjaga. Inilah kenapa, badan pria mudah membesar terutama pada ayah yang sejahtera karena keberadaan istri cantik menawan. Sehingga, bila bunda merasa suami gendutan, ajaklah berolahraga dan singkirkan pikiran bentuk tubuh suami akan berdampak pada kelamin janin.

“Ingin anak perempuan? Duduk saja diatas bantal dengan sendok di bawahnya”

Anak perempuan atau anak laki-laki tidak ada hubungannya dengan duduk diatas bantal yang ada sendok dibawahnya. Timing atau waktu bercinta merupakan satu-satunya hipotesis menentukan jenis kelamin. Misalkan saja, anak perempuan cenderung lahir pada pasangan yang bercinta usai masa subur dengan anggapan sperma anak perempuan jauh lebih tahan lama dibanding laki-laki.

Kesehatan janin, dan kondisi kehamilan akan kembali lagi pada tindakan dan keputusan yang diambil bunda. Ingat selalu bahwa janin adalah mahluk lemah yang bergantung pada ibunda. Dasar kebutuhan janin adalah nutrisi dan gizi, jadi jangan pernah lengah untuk selalu memperhatikan proses saat ini. Kalau memang bunda masih takut dengan mitos ibu hamil dan malas makan, selalu tersedia produk susu yang siap membantu kondisi kandungan.(HN)

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY