Menjaga Kesehatan Wanita Hamil dengan Kekuatan Pikiran

Menjaga Kesehatan Wanita Hamil dengan Kekuatan Pikiran

15
0

Your Ads


Menjaga Kesehatan Wanita Hamil dengan Kekuatan Pikiranwww.ibudanbalita.com

Kesehatan wanita hamil merupakan prioritas utama dalam kehidupan. Bayangkan saja, perempuan mengemban tanggung jawab untuk melahirkan hasil jerih payah dua insan yang saling mencintai. Walaupun, tentu saja suami, sebagai pihak lelaki tidaklah patut meninggalkan istri sendirian, keduanya harus bahu-membahu dalam membentuk pola pikir positif.

Apa hubungan antar dengan pola pikir?

Sukses atau tidaknya seseorang dalam hidup ditentukan oleh pola pikir. Aspek kehamilan yang sukses tidak jauh berbeda, dibutuhkan pola pikir tertentu demi melahirkan janin yang sehat. Hal ini disebabkan, otak adalah komando utama, tanpa kondisi pikiran yang positif, tentu tubuh tidak mampu bekerja dengan optimal. Misalkan saja, jauh lebih berat bagi orang sedih untuk bangkit dan bekerja dibanding mereka yang bahagia.

Lantas, pola pikir apa saja yang harus ditanamkan?

Pola pikir pertama, “Ayam yang bangun pagi dapat jagung lebih banyak”

Orang bijak mengatakan “Ayam yang bangun pagi dapat jagung lebih banyak” untuk mengingatkan manusia agar tidak menunda suatu pekerjaan. Hidup sangatlah singkat sehingga tak pantas rasanya membuang setiap menit, jam, yang dianugerahkan tuhan. Termasuk dalam konteks kehamilan sekalipun, konsep lebih cepat lebih baik berlaku pula.

Umumnya, pemeriksaan kehamilan hanya dilakukan untuk sekedar tes saja, bukan konsultasi. Setelah tahu atau tidak, bunda bisa saja malas menemui dokter kembali. Padahal, alangkah baiknya bila bunda mulai periksakan kandungan pada dokter kepercayaan sejak awal. Jauh lebih mudah menemukan akar masalah di kemudian hari bila riwayat kesehatan janin memang lengkap.

Pola pikir kedua, Makanan mencerminkan kondisi bunda

“Senangi makanan segar. Kamu bisa tenang bahwa tubuh kamu bebas dari nutrisi abal-abal”

Kalimat diatas dilontarkan oleh Deepak Chopra, seorang pembicara, penulis, dan ahli pengobatan alternatif asal Amerika. Dirinya percaya bahwa makanan yang sehat merupakan pangkal keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Mengingat janin dalam kandungan bergantung pada bunda, tentu konsep yang sama diterapkan pula.

Apapun yang bunda makan akan mempengaruhi perkembangan janin. Sehingga, ada baiknya bunda benar-benar selektif dalam memilih menu makanan. Apabila ada uang berlebih, konsultasi dengan ahli gizi sangat disarankan. Meski makanan sehat tidak langsung terasa nikmat, selalu tanamkan dalam pikiran bahwa apa yang bunda makan bisa jadi menentukan masa depan anak kelak.

Pola pikir ketiga, Olahraga pangkal sehat

‘Benjolan’ perut di kala hamil sering buat ragu perempuan untuk olahraga. Cemas dan was-was akan keguguran bila tubuh dibawa aktivitas fisik, membuat banyak bunda memilih berdiam diri dalam rumah. Padahal, menurut penelitian, rajin berolahraga tidak akan menganggu kesehatan janin! Justru, dengan olahraga maka tubuh lebih siap menghadapi persalinan sekaligus membantu menjauhkan janin dari obesitas dini.

Pola pikir keempat, Hapus kepercayaan anti istirahat

Istirahat di malam hari, wajar, tapi istirahat di siang hari dianggap pemalas dan tabu dalam dunia orang dewasa. Terlebih, bunda yang cukup pekerja keras tentu ogah yang namanya tidur di ranjang sementara orang di luar sana bekerja banting tulang. Lucu tapi nyata, fenomena malu untuk mengambil jatah istirahat bisa saja muncul. Justru, pikiran semacam inilah yang harus dirubah jika ingin kehamilan tetap sehat.

Pola pikir kelima, Janin dulu baru pekerjaan

Tuntutan gaya hidup serta biaya dan perawatan yang tinggi memang menuntut pasangan jaman kini untuk terus bekerja. Wajar rasanya melihat perempuan meniti karir bersama dengan suami. Hanya saja, terkadang perempuan terlalu fokus pada pekerjaan hingga tidak sadar keseahatan bisa terganggu, terutama di saat hamil.

Cuti seharusnya menjadi hak pekerja, meski sayang, tidak semua pekerjaan mau memberikan hari libur meski dalam konteks hamil. Apapun alasannya, selalu utamakan janin. Pekerjaan mungkin bisa dicari kembali, namun efek keguguran atau masalah Janin akan membekas dalam di hati.

Pola pikir keenam, Dokter gigi bukan buang duit

Dokter  gigi kerap kali tidak dianggap penting. Padahal, fakta menunjukkan bahwa dokter gigi sangat membantu perkembangan janin dari awal. Jauh lebih mudah diagnose kemungkinan penyakit yang muncul dibanding menunggu bayi lahir dan menemukan adanya masalah gigi. Terlebih lagi, memeriksakan kondisi gigi sejak dini bisa buat ayah bunda lebih paham mengenai masalah kesehatan mulut.

Pola pikir kesepuluh, Kerja sama emosi ayah bunda itu penting

Janin tidak hadir dalam rahim hanya dengan kehadiran bunda saja. Baik bunda maupun ayah, keduanya memerlukan kerja sama sperma dan indung telur untuk memberikan buah hati. Terang saja bila saat hamil ayah dan bunda wajib bahu membahu memastikan janin tumbuh sehat dan persalinan berjalan lancar. Setidaknya, dari segi emosi, ayah dan bunda mampu menata diri demi rumah tangga yang lebih baik lagi.

Pola pikir ketujuh, Asupan vitamin bukan penjahat

Alami selalu menjadi kunci yang digaungkan di masa modern. Tingginya inovasi teknologi mendorong dunia pangan untuk mengembangkan makanan pendorong gizi instant, yang sayangnya beberapa punya efek samping. Kendati demikian, bukan berarti semua pangan modern jelek dan tidak berguna, beberapa diantaranya justru mempermudah bunda untuk memenuhi gizi.

Salah satu tantangan kehamilan seperti mual dan muntah menurunkan selera makan ibunda. Harap dimaklumi saja, bunda mau makan sudah sangat bagus. Meskipun, bukan berarti membiarkan bunda makan sedikit dan tak beraturan akan membantu perkembangan janin. Inilah kenapa, asupan vitamin diperlukan guna menyeimbangkan nutrisi dan gizi demi kesehatan wanita hamil.(HN)

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY