Mengatasi Keracunan Makanan Pada Anak Tanpa Rasa Khawatir

Mengatasi Keracunan Makanan Pada Anak Tanpa Rasa Khawatir

28
0

Your Ads


Mengatasi Keracunan Makanan Pada Anak Tanpa Rasa Khawatirpedulisehat.nfo

Mengatasi keracunan makanan pada anak memang harus segera dilakukan supaya si kecil tidak merasakan sakit terlalu lama. Keracunan makanan bisa terjadi jika makanan atau minuman Anda tercampur racun maupun zat yang berbahaya. Biasanya kita berpikir, keracunan makanan erat kaitannya dengan gastroenteritis atau infeksi usus yang biasanya menyebabkan diare dan muntah-muntah.

Namun, terkadang gejala lain timbul akibat keracunan beragam seperti mual dan kram perut. Gejala keracunan makanan pada anak-anak biasanya adalah Sakit di bagian perut, Merasa mual, lalu diikuti muntah-muntah, Diare dan bolak-balik ke toilet, Demam dan banyak berkeringat,  dan Ada darah pada tinja.

Mengatasi Keracunan Makanan Pada Anak Secara Ampuh

Dokter akan menanyakan makanan apa saja yang anak Anda makan terakhir kali dan sejak kapan gejala keracunan terjadi. Lalu dokter akan memeriksa anak Anda, mulai dari mengambil sampel darah, tinja, dan air seni untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya akan membantu dokter untuk mengetahui penyebab keracunan. Umumnya, keracunan makanan akan sembuh dengan sendirinya.

Dokter akan memberi resep antibiotik untuk mematikan bakteri penyebab keracunan. Jika anak Anda mengalami dehidrasi, anak Anda harus dilarikan ke rumah sakit untuk diberi cairan infus. Biasanya keracunan makanan akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keracunan anak yang salah dalam mengonsumsi makanan ;

– Mengonsumsi banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi. Minuman elektrolit akan lebih baik, anak Anda bisa minum apapun kecuali susu dan minuman yang mengandung kafein

– Minum sedikit-sedikit, tapi teratur agar mempermudah tubuh menyerap cairan

– Jangan makan makanan padat selama diare belum reda.

– Jangan memberikan obat diare tanpa resep, karena dapat membuat gejala keracunan bertahan lebih lama. Ketika diare dan muntah berhenti, berikan makanan rendah lemak dan hambar pada anak Anda selama beberapa hari untuk mencegah perut bereaksi.

– Jika gejala keracunan semakin serius atau anak Anda memiliki gejala dehidrasi, segera hubungi dokter.

Biasakan keluarga Anda untuk selalu mencuci tangan, terutama setelah buang air, sebelum makan, dan setelah menyentuh makanan mentah. Gunakan sabun dan air hangat, lalu cuci tangan selama 15 detik. Bersihkan semua peralatan memasak yang Anda gunakan dengan sabun dan air panas. Jangan beri susu yang belum dipasteurisasi atau diolah pada keluarga Anda.

Jika Anda sedang , hindari makan daging atau seafood yang mentah atau setengah matang, seafood yang diasapi, telur mentah, dan produk yang mengandung telur mentah, keju lunak, susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, patés, salad siap makan, daging untuk makan siang, dan hot dog. Jika seseorang dalam keluarga Anda mengalami keracunan makanan, beri tahu lembaga kesehatan dekat tempat Anda tinggal. Petugas di sana mungkin bisa menjelaskan penyebabnya dan menghentikan potensi penularan yang dapat mempengaruhi orang lain.

Mengatasi Keracunan Makanan Pada Anak 1 Tahun

Jangan panik ketika tiba-tiba Anda menemukan balita mengalami gejala-gejala keracunan makanan. Tetap tenang agar Anda bisa mengatasinya dengan tepat. Karena kalau tidak, kondisi anak malah bisa memburuk. Keracunan makanan biasanya tidak memerlukan pengobatan secara khusus, karena penderita akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Nah, karena diketahui gejala umum keracunan makanan yaitu diare dan muntah, maka penderita harus menghindari dehidrasi.

Caranya yaitu dengan mencukupi asupan air dalam setiap harinya. Selain itu, penderita juga disarankan untuk banyak beristirahat, serta mengkonsumsi makanan ringan yang rendah lemak. Agar gejala yang dirasa tidak bertambah buruk, maka sebisa mungkin hindari makanan bercita rasa pedas, makanan berlemak, minuman keras serta minuman yang mengandung kafein.

Namun, apabila gejala yang dialami semakin parah dan berkelanjutan, serta mengaju pada komplikasi yang cukup serius, maka penderita harus mendapatkan penanganan yang lebih lanjut dari dokter. Jika penderita mengalami muntah-muntah parah, maka bisa diberikan obat antimuntah atau obat antiemetik. Perawatan yang lebih lanjut pun diperlukan agar penderita mendapatkan pengawasan yang lebih lanjut.

Sedangkan bagi orang yang rentan mengalami dehidrasi, seperti orang yang menderita kondisi kronis tertentu dan orang tua, maka disarankan untuk mengkonsumi oralit. Obat yang satu ini tersedia di apotek serta di jual dengan bebas. Dimana oralit dapat membantu menggantikan glukosa, mineral penting dan garam yang ketika itu dikeluarkan oleh tubuh karena mengalami dehidrasi. Namun, bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal sangat tidak cocok pada beberapa jenis oralit tertentu.

Cara mencegah keracunan makanan yaitu tentunya dengan menjalani hidup sehat  dan pola makan yang baik. Tidak hanya itu, anda juga dituntut untuk memproses makanan dengan baik serta secara higenis, baik itu dalam hal penyimpanan, proses, dan penyiapan. Anda juga harus memastikan tidak mengkonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa, untuk mengetahuinya anda bisa mengikuti petunjuk pada kemasan makanan. Selain itu, anda harus menghindari membeli makanan dari tempat yang diragukan kebersihannya.

Orang yang menderita keracunan makanan dilarang mengolah atau memasak makanan untuk orang lai atau orang yang ada di sekitarnya. Selain itu, mereka juga harus menjaga jarak dari anak kecil dan orang lanjut usia. Sangat disarankan penderita tidak masuk kerja atau sekolah setelah mengalami diare terakhir. Apabila anda serumah dengan orang-orang yang mengalami keracunan makanan, maka ada beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk mengatasi keracunan makanan pada anak seperti tidak menggunakan handuk yang sama dengan penderita.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY