Mengatasai Berbagai Riwayat Kesehatan dan Kehamilan – Kesehatan Ibu Hamil

Mengatasai Berbagai Riwayat Kesehatan dan Kehamilan – Kesehatan Ibu Hamil

43
0


Manakala Anda , bagaimana kejadian dan riwayat kesehatan keluarga menjadi penting.

1. Hamil di Luar Rencana

Mengatasai Berbagai Riwayat Kesehatan dan Kehamilan - Kesehatan Ibu Hamil

Kasus: Hamil di luar rcncana.

Risikonya: Anda tidak siap, baik fisik maupun mental.

Mengatasinya: Tctap jalani kehamilan. Segera siapkan diri baik fisik maupun mental, dan ubah gaya hidup menjadi sehat untuk menjalani kehamilan.

2. Hamil di tengah Pengobatan atau Terapi Penyakit

Kasus: Hamil di tengah pengobatan atau terapi penyakit, misalnya gangguan jantung atau kanker.

Risikonya: Kehamilan mengancam keselamatan Anda, atau pengobatan/terapi dari yang sedang Anda jalani akan memengaruhi janin.

Mengatasinya: Konsultasi dokter seputar kemungkinan melanjutkan atau menghentikan kehamilan.

3. Overweight.

Mengatasai Berbagai Riwayat Kesehatan dan Kehamilan - Kesehatan Ibu Hamil

Kasus: Ibu overweight.

Risikonya: Hasil pemeriksaan USG sulit terbaca karena tertutup lemak. Ibu terancam mengalami komplikasi kehamilan seperti pre- eklampsia atau diabetes gestasional (diabetes akibat kehamilan), yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.

Mengatasinya: Dipantau ketat oleh dokter, mungkin ada banyak tes yang harus Anda jalani, pengaturan asupan nutrisi serta olah tubuh.

4. Hamil Lewat Program Bayi Tabung

Kasus: Hamil lewat program bayi tabung (pertemuan sperma dan ovum di luar tubuh).

Risikonya: Enam minggu pertama kehamilan umumnya menegangkan karena tidak segera diketahui apakah embrio akan berkembang menjadi janin. Secara psikologis, kemungkinan Anda jadi terlalu khawatir mengingat bayi ini “mahal”.

Bila pernah keguguran pada percobaan sebclumnya, hubungan seks dan kegiatan fisik pada trimester pertama dilarang, bahkan mungkin harus bedrest (istirahat di tempat tidur). Namun setelah masa kritis lewat, kehamilan akan normal.

Mengatasinya: Kehamilan dipantau dokter dan dijaga dengan baik.

5. Hamil Karena Mengkonsumsi Obat Kesuburan

Kasus: Hamil karena mengonsumsi obat kesuburan.

Risikonya: Ada kemungkinan janin kembar, sehingga tergolong kehamilan berisiko tinggi. Mengatasinya: Pemantauan Icbih dari dokter untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin, misalnya, satu janin lebih dominan dari yang lain.

6. Tinggi Badan Kurang Dari 145 cm

Kasus: Tinggi badan kurang dari 145 cm. Risikonya: Mungkin panggul sempit sehingga sulit melahirkan normal.

Mengatasinya: Kcndalikan kenaikan berat badan agar janin tidak terlalu besar, dan jajagi kemungkinan bersalin secara Caesar.

7. Lingkar lengan atas (LILA) Anda kurang dari 23,5 cm

Kasus: Lingkar lengan atas (LILA) Anda kurang dari 23,5 cm.

Risikonya: Anda mungkin menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Janin berisiko mengalami berat badan lahir rendah (BBLR). Pertumbuhan dan perkembangan janin mungkin terhambat, sehingga memengaruhi kecerdasan.

Mengatasinya: Perbaikan status gizi lewat konsultasi dengan ahli nutrisi.

8. Hamil Dengan Jarak Kehamilan Sebclumnya Kurang Dari 1 tahun

Kasus: Hamil dengan jarak kehamilan sebclumnya kurang dari 1 tahun.

Risikonya: Rahim dan kesehatan ibu bclum pulih, akibatnya berisiko perdarahan, pertumbuhan janin kurang baik, atau pcrsalinan lama. Bila sebclumnya ibu bersalin secara Caesar, kemungkinan bekas luka di perut belum pulih.

Mengatasinya: Melanjutkan kehamilan dengan pantauan dokter.

9. Hamil Dengan Riwayat Keguguran Berulang

Kasus: Ada riwayat keguguran berulang, perdarahan dan kematian janin.

Risikonya: Kehamilan berisiko tinggi. Mengatasinya: Perlu pengawasan dokter lebih ketat. Dengan perawatan yang baik, 90-95% ibu hamil yang termasuk kehamilan berisiko tinggi dapat melahirkan dengan selamat dan mendapatkan bayi yang sehat.

10. Ibu Hamil Punya Riwayat Penyakit Kronik

Kasus: Punya riwayat penyakit kronik seperti diabetes, darah tinggi atau asma.

Risikonya: Tergantung penyakitnya, sejumlah penyakit kronik bisa memengaruhi kesehatan ibu dan kesejahtcraan janin, termasuk bila ibu harus makan obat-obatan. Misalnya, pengidap diabetes berisiko melahirkan bayi besar, pengidap darah tinggi berisiko mengalami pre-eklampsia, pengidap asma berisiko terkena serangan yang menghambat suplai oksigen ke janin.

Mengatasinya: Sampaikan ke dokter untuk diberi pengobatan tepat.

11. Hamil Sebagai Orang Tua Tunggal (tidak ada ayah bayi)

Kasus: Hamil sebagai orang tua tunggal (tidak ada ayah bayi).

Risikonya: Anda stres menjalaninya. Mengatasinya: Secara medis, ketidakhadiran ayah bayi tidak akan memengaruhi kesehatan kandungan sepanjang Anda tidak dilanda stres dan mendapat dukungan dari figur lain, misalnya ibu, saudara, sahabat, atau siapa pun yang membuat Anda merasa aman.

Dengan berbagai cara ia dapat membantu Anda mcnjalani kehamilan seperti menemani periksa kandungan, memerhatikan pola makan dan lain-lain.

12. Hamil dengan Miom di Rahim

Kasus: Hamil dengan miom di rahim.

Risikonya: Miom yang tumbuh di dinding rahim bagian dalam dapat menimbulkan masalah dan menaikkan risiko kehamilan ektopik (hamil di luar rahim), keguguran, plascnta previa (plasenta menutupi jalan lahir), plasenta lepas, kelahiran prematur, ketuban pecah dini dan letak janin sungsang.

Mengatasinya: Diskusikan miom dengan dokter agar Anda memahami risiko, mewaspadai gejala dan terbuka untuk, bila perlu, persalinan Caesar. Kehamilan harus dikontrol ketat oleh dokter.

13. Hamil dengan Ketidakcocokan Rhesus (faktor Rh, sejenis golongan darah) antara Anda dengan Janin

Kasus: Hamil dengan ketidakcocokan Rhesus (faktor Rh, sejenis golongan darah) antara Anda dengan janin, akibat perbedaan Rhesus Anda dengan suami (misalnya. Rhesus Anda negatif. Rhesus suami positiO.

Risikonya: Secara genetik. Rhesus positif dominan terhadap Rhesus negatif. Anak pasangan beda Rhesus punya kemungkinan 50- 100% memiliki Rhesus positif kemungkinan Rhesus negatif 0-50%. Artinya, Rhesus bayi lebih mungkin berbeda dengan ibu.

Jika tidak cepat ditangani, perbedaan rhesus janin dengan ibunya bisa menimbulkan masalah. Lewat plasenta. Rhesus darah janin akan masuk ke peredaran darah ibu dan menyebabkan tubuh ibu memroduksi anti-Rhesus. Lewat plasenta juga anti-Rhesus akan melakukan serangan balik ke peredaran darah janin.

Pada kehamilan pertama, anti-Rhesus mungkin hanya akan menyebabkan bayi lahir kuning (karena proses pemecahan sel darah merah menghasilkan bilirubin yang menyebabkan warna kuning pada kulit).

Tapi pada kehamilan kedua, bisa fatal jika anak kedua juga memiliki Rhesus positif Saat itu, kadar anti-Rhesus ibu sangat tinggi sehingga daya rusak terhadap sel darah janin lebih hebat hingga menyebabkan keguguran.

The post Mengatasai Berbagai Riwayat Kesehatan dan Kehamilan appeared first on Kesehatan Ibu Hamil.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY