Melatih Konsentrasi Anak Dengan Cara Yang Super Sederhana

Melatih Konsentrasi Anak Dengan Cara Yang Super Sederhana

7
0

Your Ads


Melatih Konsentrasi Anak Dengan Cara Yang Super Sederhanamybaby.co.id

Kenapa ibu harus melatih konsentrasi anak? Karena ini yang menentukan bagaimana kecerdasan anak nantinya. Ini jawaban sederhana namun butuh penjelasan lebih lanjut.

Selama ini, banyak orang tua yang memahami anak cerdas jika mendapatkan nutrisi yang tepat. Makanya, mereka berburu makanan yang bergizi. Susu pun bukan sembarang susu yang diberikan untuk sang buah hati.

Tentu tidak salah jika para orang tua memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi. Sebenarnya, jika mereka selalu memberikan makanan yang sehat dan memastikan anak mengkonsumsi susu Friso Gold 3, kebutuhan gizinya pasti tercukupi. Dan perkembangan otak pun akan baik. Namun, untuk meningkatkan kecerdasan anak, dibutuhkan konsentrasi.

Mengapa Konsetrasi Begitu Penting

Ada beberapa survey yang menunjukkan bahwasannya anak perempuan ketika di sekolah dasar itu jauh lebih pintar daripada anak laki-laki. Dan setelah ditelusuri lebih lanjut lagi, ternyata hal tersebut bukan karena kecerdasan anak perempuan lebih tinggi daripada laki-laki, tapi karena tingkat konsetrasi anak perempuan lebih bagus. Di kelas, anak perempuan cenderung mau mendengarkan apa saja yang dijelaskan oleh guru. Berbeda dengan anak laki-laki yang cenderung acuh.

Makanya, ada yang menyimpulkan juga bahwa anak laki-laki ketika sekolah dasar lebih menonjol pada bidang olahraga. Sementara itu, anak perempuan lebih menonjol pada bidang akademik.

Dari penjelasan singkat tersebut, ibu bisa membuat kesimpulan sendiri lebih sulit mengajari konsentrasi anak laki-laki daripada perempuan. Meskpun demikian, ibu harus melakukan hal ini. Konsentrasi sangat penting bagi anak.

Pertanyaannya sederhana. Bagaimana anak bisa pandai jika ia tidak fokus dan konsentrasi dengan apa yang ia pelajari?

Maka dari itu, terutama ketika anak sudah masuk usia sekolah, hal pertama yang harus ibu ajarkan adalah bagaimana anak bisa berkonsentrasi.

Cara Mudah dan Tepat Untuk Melatih Konsentrasi Anak

Sebenarnya tidak semua cara agar anak mau lebih fokus atau lebih berkonsentrasi itu efektif. Bahkan, ada cara yang hanya bisa diterapkan pada anak dengan usia tertentu.

Untuk itu, akan lebih baik jika ibu mengetahui prinsipnya, yaitu prinsip dasar tentang apa yang membuat anak fokus atau konsentrasi.

Anak kalau suka dengan permainan tertentu, maka ia pasti akan konsetransi untuk bermain atau menyelesaikan permainan tersebut. Maka dari itu, sebenarnya salah satu stimulus atau bisa dikatakan cara melatih anak agar konsetrasi adalah dengan memberikan permainan yang memang menuntutnya untuk konsentrasi. Contohnya saja permainan puzzle. Atau ibu bisa pilih sendiri berbagai aktivitas atau permainan yang bisa membuat anak fokus di www.friso.co.id. Ada berbagai jenis game yang bisa ibu ajarkan kepada sang buah hati.

Namun, kata kuncinya hanya satu. Anak harus suka dengan permainan tersebut. Ini hal yang paling utama.

Orang dewasa pun akan terpecah konsentrasinya ketika ada distraction atau gangguan seperti notifikasi di media sosial, email yang masuk, chatting di grup, dan lain sebagainya. Sama dengan anak kecil. Ia bisa kehilangan konsentrasi karena ada gangguan.

Apa gangguannya? Tentu saja berbeda-beda. Ada anak yang terganggu dengan acara TV. Seperti contoh, ketika ibu mulai memberikan permainan edukatif yang bagus untuk melatih konsentrasi, bisa saja ia berpaling ketika ada acara TV yang si kecil sukai. Maka dari itu, pastikan ketika ibu memberikan permainan untuk melatih konsetrasi anak, matikan TV. Hindarkan dari berbagai jenis gangguan.

Konsentrasi itu sangat sulit. Bahkan ibu sendiri sebagai orang dewasa merasakan hal tersebut. Konsentrasi itu menguras energi. Kesabaran juga diuji. Maka dari itu, saat ibu memberikan permainan atau semacam stimulus untuk melatih konsentrasi pada anak, sebaiknya ibu menemani dan memberikan bantuan terlebih dahulu. Bantuan ini dalam rangka untuk membuat anak merasa lebih terbantu. Dengan demikian, ia tidak akan terkuras energinya dan ia bisa berkonsentrasi. Baru kemudian ketika anak sudah terbiasa, biarkan ia melakukan sendiri tanpa bantuan.

Belajar konsentrasi bisa diibaratkan seperti belajar sepeda. Pada awalnya, anak akan jatuh. Maka dari itu, ibu harus membantu dengan cara memegang sepeda agar anak tidak jatuh. Sedikit demi sedikit, ibu lepas. Dan akhirnya, ibu bisa melihat anak bisa mengayuh sepeda sendiri tanpa ada bantuan dari ibu.

Saat anak sudah mulai terbiasa untuk berkonsentrasi seperti menyelesaikan puzzle, maka sudah saatnya ibu memberikan waktu. Misalnya, ibu berikan waktu 5 menit untuk menyusun satu buah puzzle. Dengan menentukan waktu tersebut, maka anak secara tidak sadar dipacu untuk lebih berkonsentrasi. Itu artinya konsentrasi anak sedang naik pada level yang lebih atas.

Jadi, kira-kira sudah tahu apa yang harus ibu lakukan untuk melatih anak konsentrasi? Pada intinya, ibu harus berikan stimulus berupa permainan yang membuat anak harus menyelesaikan permainan tersebut. Dan yang pasti, permainan itu disukai oleh si kecil. Itu kunci utamanya.

Apakah nutrisi juga berpengaruh pada konsentrasi anak? Tentu saja. Maka dari itu, ibu bisa memberikan susu Friso Gold 3 untuk balita usia 1-3 tahun dan Friso Gold 4 untuk balita usia 3 – 12 tahun. Semoga anak ibu lebih bisa berkembang secara optimal. Yang jelas, ibu sudah tahu bahwa kecerdasan itu sangat dipengaruhi oleh seberapa bagus konsentrasi anak untuk memahami dan mempelajari suatu hal yang baru. Oleh sebab itu, tugas ibu sekarang adalah bagaimana melatih konsentrasi anak dengan berbagai cara tersebut di atas.

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY