Makanan Bayi 9 Bulan Seharusnya Tidak Terlalu Lunak

Makanan Bayi 9 Bulan Seharusnya Tidak Terlalu Lunak

29
0


Makanan Bayi 9 Bulan Seharusnya Tidak Terlalu LunakWhat to Expect when you are expecting

Apa menu makanan bayi 9 bulan yang ibu buatkan hari ini? Apa masih berupa bubur? Atau ibu sudah mulai buatkan makanan yang sedikit lebih keras? Atau bahannya saja yang berbeda namun teksturnya tetap lunak layaknya bubur?

Sangat bisa dipahami jika sampai saat ini ibu masih memberikan menu bubur. Banyak orang tua yang masih khawatir memberikan makanan yang sedikit lebih keras kepada bayi yang usianya baru menginjak 9 bulan. Mereka takut makanan tersebut sulit dicerna dan akhirnya menyebabkan si kecil mengalami sembelit.

Akan tetapi, ada hal lain yang juga perlu ibu pertimbangkan mengapa mulai sekarang sebaiknya ibu memberikan makanan dengan tekstur agak keras. Tentunya selain bubur. Setidaknya, ibu bisa mengurangi memberikan makanan seperti bubur mulai dari sekarang.

Makanan Agak Keras Bagus Untuk Bayi 9 Bulan

Jika ibu masih merasa khawatir ketika harus memberikan makanan yang sedikit lebih keras, berikut ini hal-hal yang tidak lagi membuat ibu merasakan kekhawatiran tersebut.

  • Melatih Sistem Pencernaan

Apakah ibu tahu mengapa bayi sebelum 6 bulan tidak boleh makanan selain ASI? Hal tersebut lebih dikarenakan sistem pencernaan pada waktu itu belum siap. Baru kemudian ketika bayi usianya di atas 6 bulan, ia mendapatkan menu MPASI atau makanan pendamping ASI. MPASI ini pun bertahap. Awalnya, ibu bisa berikan menu makanan yang lembek atau lunak. Namun, lama kelamaan, bayi harus mulai siap mengkonsumsi makanan layaknya yang dikonsumsi orang dewasa.

Ini seperti tahapan agar bayi bisa menyesuaikan diri dengan makanan yang keras. Maka dari itu, makanan untuk bayi 9 bulan seharusnya tidak lagi terlalu lunak. Makanan tersebut yang membuat sistem pencernaan semakin siap untuk mencerna makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Dengan demikian, ketika usianya mencapai 1 tahun atau ketika ia sudah balita, ia sudah bisa berada satu meja dengan ibu mengkonsumsi makanan yang sama setiap hari.

Akan tetapi, ibu harus mengajarkan bagaimana mengunyah makanan ketika ibu memberikan makanan seperti itu. Mengunyah makanan tidak hanya sekedar untuk menghancurkan makanan tapi juga mencegah masalah pencernaan. Makanan yang tidak dikunyah secara halus bisa membuat sakit perut lantaran gas di dalam perut banyak. Selain itu, jika hal ini dilakukan terus menerus, suatu saat nanti anak rentak sekali terkena penyakit maag.

Pernah lihat bayi ibu menggigit barang-barang yang keras seperti mainnya sendiri, jarinya, pakaian, atau bahkan sendok yang ibu pakai untuk menyuapi si kecil? Ada kemungkinan itu tanda giginya sedang tumbuh.

Saat gigi susu tumbuh, ia merasa perih. Hal tersebut dikarenakan gusi tergores lantaran gigi mulai muncul ke atas. Karena perih tersebut, terkadang bayi sering memasukkan barang apa saja ke dalam mulutnya lalu digigit.

Untuk itu, alangkah baik jika ibu memberikan makanan bayi usia 9 bulan yang sedikit lebih kasar. Ini akan membuat gusi mudah terkoyak dan akhirnya gigi bisa segera muncul dan tumbuh secara sempurna.

Tentu saja sangat berbeda ketika ibu memberikan makanan lunak seperti bubur dengan makanan keras seperti makanan orang dewasa. Apapun bahan yang digunakan, jika ibu blender, maka bentuknya akan sama. Lain hal jika tidak diblender. Bentuk, warna, serta rasanya pun akan berbeda.

Oleh sebab itu, memberikan makanan yang sedikit lebih keras jelas menjadi pilihan yang tepat ketika usia si kecil sudah mencapai 9 bulan. Jangan sampai terlambat. Jika terlambat, bukan tidak mungkin anak ibu akan pilih-pilih makanan. Artinya, ia hanya mau mengkonsumsi makanan tertentu saja. Ia tidak mau mengkonsumsi makanan yang belum pernah ia makan sebelumnya.

Jadi, jelas kan mengapa menu MPASI bayi 9 bulan seharusnya tidak terlalu lunak? Sekarang ibu tinggal mencari ide menu makanan seperti apa yang cocok untuk sang buah hati.

Kebutuhan Nutrisi Bertambah

Coba ibu perhatikan apa yang menjadi tanda perkembangan bayi 9 bulan? Secara umum, bayi usia 9 bulan sudah mulai bergerak. Bahkan ada yang sudah mahir merangkak dengan gaya yang berbeda-beda.

Yang pasti, pada usia tersebut, ia lebih banyak aktif. Perkembangan motorik halus dan kasarnya sudah mulai terlihat.

Karena ia sangat aktif dan perkembangannya begitu pesat, maka kebutuhan nutrisinya pasti meningkat. Salah satunya kebutuhan nutrisi berupa energi. Karena inilah yang membuat anak bisa semakin aktif setiap hari.

Selain itu, nutrisi lain yang tak kalah penting adalah kalsium. Ini dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang yang padat dan kuat. Apalagi ketika usianya mencapai balita. Kebutuhan kalsium harus benar-benar terpenuhi agar tulang semakin kuat dan si kecil bisa cepat belajar berjalan.

Untuk saat ini ketika usianya baru mencapai 9 bulan, ibu hanya perlu fokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi dasar saja. Sekalipun ibu sering mengajaknya jalan-jalan ke luar kota, pastikan makanan yang ibu berikan harus bergizi. Untuk perjalanan jauh, ibu bisa buatkan bubur instan Nestle Bebelac. Ini memang bubur instan tapi kaya nutrisi. Cara membuatnya sangat mudah. Dan yang pasti, si kecil akan tetap aktif dan sehat selama masa perjalanan karena ia mendapatkan semua nutrisi harian yang dibutuhkan.

Sebagai seorang ibu, Anda sangat bertanggungjawab atas perkembangan bayi. Dan semua itu diawali dengan bagaimana ibu memastikan nutrisi harian bayi terpenuhi. Maka dari itu, perhatikanlah makanan bayi 9 bulan yang ibu berikan.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY