Ibu, Yuk Jadikan rumah kita sebagai panggung kreasi yang tak pernah mati.

Ibu, Yuk Jadikan rumah kita sebagai panggung kreasi yang tak pernah mati.

22
0

Idealnya sebuah rumah terlihat bersih dan rapih. Namun, jika kerapihan itu menjadi salah satu penyebab mandeknya kreatifitas anak-anak kita, bagaimana jadinya? dapatkah ibu muda mengatasi hal ini? Tetap rapih, namun kreatifitas tetap dapat dikembangkan.
Ibu, Yuk Jadikan rumah kita sebagai panggung kreasi yang tak pernah mati.Kreativitas anak-anak dapat mulai dikembangkan sejak dini dengan perlengkapan sederhana sekalipun. Memanfaatkan alam dalam prosesnya menjadikan pembelajaran menarik bersama mereka. Dalam pengenalan konsep berhitung dasar, misalnya. kita dapat memanfaatkan berbagai benda untuk melatih putra-putri kita mengenal, membedakan, menghitung, mengelompokkan. Kita dapat menggunakan berbagai bentuk daun yang jatuh untuk mengelompokkan dan menghitung jumlahnya. kitapun dapat menggunakan manik-manik, biji-bijian, bahkan penjepit pakaian sekalipun. Intinya, kita harus menjadikan rumah sebagai panggung kreasi yang tak pernah mati dari ide-ide menarik yang dapat membuat anak-anak kita lebih bergairah belajar. Kita pun dapat menggunakan teknik penulisan lambang bilangan dengan menempatkan jumlah bendanya sesuai dengan lambang bilangan yang tertulis.
Permainan itu pun dapat membuat kedekatan orang tua dan anak semakin terasa. Bahkan terkadang saya harus mengulang permainan yang sama pada anak kembar saya jika yang satunya sedang pergi saat saya bermain dengan kembarannya, anak saya yang sudah bermain pun tak latas menjadi malas dan membeo, namun ia semangat sekali melihat kakaknya bermain dengan bundanya bahkan ini dapat menjadi kesempatan bagi anak tersebut untuk belajar menjelaskan, jika belum sesuai dapat kita jelaskan lebih lanjut. Namun, hal ini tidak selalu berhasil, karena anak kembar memiliki ego dan sensitifitas yang cukup tinggi. mereka tidak mau terkalahkan. jadi harus betul-betul harus dapat mengangkat keduanya.
Dalam hal bahasa, kita dapat mulai mencoba mengenalkannya pada kata dengan berbagai cara. Tentu, manfaatkanlah apa yang ada di sekitar kita. Alam, dengan berbagai bendanya pun mulai dapat dimanfaatkan. Apakah kita perlu menamai barang-barang di rumah? tentu hal tersebut menjadi hal yang seru jika dilakukan. Setiap apa yang mereka lihat, mereka pegang, mereka baca. Jika mau secara khusus bermain sambil belajar pun dapat kita rancang sedekian rupa. mulai dari bermain peran menjadi ibu guru dan murid, lalu belajar sesuatu, hingga anak kita dapat lebih mematuhi aturannya. setelah itu ibu dapat melakukan beberapa kegiatan. Kegiatan sederhana yang dapat kita lakukan adalah mengenalkan kata dari namanya. Setiap benda yang mereka miliki kita beri nama, dan jika ibu memiliki beberapa orang anak, biarkan mereka memilih dan menentukan bendanya setelah mereka berusaha membacanya. Untuk awal, kenalkan mereka suku kata, jangan huruf, karena agar mempermudah proses belajar membaca mereka. yang saya rasakan, mengajarkan mereka huruf akan lebih sulit saat huruf-huruf tersebut dirangkaikan dengan huruf lain. proses berpikir mereka terlihat lebih rumit dengan lamanya mereka mengeja sebuah kata. jika ibu mulai mengenalkan suku kata, mereka terlihat lebih mudah dan cepat mengeja katanya. seperti kata, NA BI LA..saya selalu menunjuk setiap suku kata saat suku kata itu saya ucapkan dan mereka selalu mengikuti cara tersebut.
Selain mengenalkan suku kata, biasakan anak-anak dibacakan sebuah cerita dengan cara menunjukkan kata per katanya setiap kali kita membacakan cerita. jika rutin dilakukan setiap hari, secara tidak disadari, mereka akan mulai menganalisis setiap kata dan huruf bahkan suka kata yang membentuknya. hingga suatu hari, jika rutinitas itu sering dilakukan akan membuat anak-anak dapat membaca dengan sendirinya.
Tentu selain hal tersebut yang telah dipaparkan, masih banyak lagi kegiatan dan cara yang dapat kita lakukan agar rumah menjadi tempat terbaik mereka berkreasi. menjadi panggung yang tak pernah mati untuk menampilkan setiap kreasi anak-anak dan tentu kreasi kedua orangtuanya juga yang ikut terlibat meramaikan dan memonitori panggung kreasi tersebut.
Yuk, ibu… jadikanlah rumah sebagai tempat ternyaman yang dapat membuat anak-anak mahir dalam berhitung, berbahasa, bersikap, dan beragama. Rumah memiliki pondasi terkuat, sebagai dasar yang dapat mengokohkan apa yang akan diterimanya nanti saat usia sekolah. sekolah dan perangkatnya hanyalah bagian dari embelajaran. Awalnya adalah rumah yang akan menguatkan semua.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY