Hari Pertama Sekolah? Jadikan Ajang perbaikan hubungan Orangtua dengan Anak

Hari Pertama Sekolah? Jadikan Ajang perbaikan hubungan Orangtua dengan Anak

140
0

Hari Pertama Sekolah? Jadikan Ajang perbaikan hubungan Orangtua dengan Anak
Hari pertama masuk sekolah

Hari yang baru, semangat pun baru. Begitu biasanya cara saya memompa semangat diri ini. Bagi anak sekolah, hari pertama sekolah merupakan hari yang bisa dikatakan special. Hari yang istimewa karena dihari ini anak diharuskan membuang jauh – jauh rasa malasnya untuk bangun pagi lalu bersiap pergi ke sekolah. Apalagi hari pertama sekolah dengan kelas baru, artinya anak naik kelas dan akan menempati kelas barunya dan terkadang bersama teman barunya pula. Pastinya hampir kesemua anak Indonesia pernah mengalami euphoria hari pertama sekolah, termasuk Saya sendiri.
Tak terkecuali pada orangtua, hari pertama sekolah juga bisa dikatakan hari yang istimewa. Karena orangtua akan mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah ke sekolah barunya atau ke kelas barunya. Bagi sebagian orangtua mungkin begitu, tapi tak menutup kemungkinan sebagian orangtua lainnya tidak beranggapan seperti itu. Tidak masalah itu hak pribadi dan patut kita hargai dengan bijak segala keputusan dari masing – masing orangtua.
Hari pertama sekolah jika selalu diidentikkan dengan barang atau perlengkapan sekolah yang baru, mulai hari ini bisa ayah atau bunda identikkan dengan pribadi yang baru, hati yang baru untuk membentuk hubungan keluarga yang baru, tentunya hubungan keluarga yang lebih harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Hal – hal yang bisa dilakukan di hari pertama sekolah untuk memperbaiki hubungan orangtua dengan anak diantaranya:
1. Mengantar – jemput Anak Sekolah
Mengantar jemput anak sekolah ternyata bisa dijadikan sebagai ajang perbaikan hubungan orangtua dengan anak. Karena sedikitnya orangtua akan mengajak anak berbicara ketika berada diperjalanan dan anak akan menjawab pertanyaan tersebut. Nah dari situ ayah atau bunda bisa mencairkan suasana dengan sedikit gurauan atau memori masa lalu ketika hari pertama sekolah. Misalnya dengan berkata “wah nak, tau ga ibu dulu pas pertama masuk sekolah kalo cari tempat duduk itu harus cepet – cepetan … bla bla” atau dengan “Ayah dihari pertama sekolah biasanya….bla bla”. Selain itu mengantar dan menjemput merupakan kegiatan berhubungan dan bersentuhan secara langsung dengan anak yang secara psikologis dapat meningkatkan rasa kepekaan dari orangtua terhadap anak maupun sebaliknya.
2. Memberikan bekal makanan
Selain anak sekolah yang bersemangat di hari pertama sekolah, ternyata para pedagang pun tak kalah bersemangat, karena pundi – pundi rezekinya yang salah satunya berasal dari sekolah telah terbuka kembali. Ya, para pedagang jajanan anak sekolah. Namun tak semua pedagang jajanan anak menjual jajanan yang sehat, maka dari itu bisa disiasati dengan memberikan bekal makanan untuk meminimalisir jajanan yang kurang sehat. Selain itu bekal makanan yang dibuat sepenuh hati oleh orangtua InsyaAllah akan bergizi bagi anak dan orangtua dapat mendapatkan hati sang anak.
3. Memberikan kesan dan pesan positif
Nah ini dia yang tidak kalah penting dari seorang orangtua kepada anaknya, yaitu memberikan kesan dan pesan positif kepada anak di hari pertama sekolahnya. Telah terbukti dan banyak dibicarakan oleh para pakar bahwa kesan dan pesan positif akan memberikan ketenangan dan kedamaian hati. Hati yang tenang dan bersih akan membuat otak atau pikiran jernih sehingga dapat memunculkan energy – energy positif yang selanjutnya akan bertransformasi menjadi kegiatan atau perlakuan yang positif pula. Kegiatan yang positif akan memberikan banyak manfaat dan berpengaruh terhadap kelanjutan kehidupannya. Selain itu hal ini sangat bisa dilakukan oleh ayah bunda yang tidak bisa atau berhalangan untuk mengantarkan maupun menjemput anakya sekolah. So, jangan khawatir ya ayah bunda….
4. Bertanya tentang kesan pertama sekolahnya
Kesan pertama seperti menjadi suatu hal yang bisa jadi selalu ingin diingat atau selalu ingin dilupakan. Nah, ayah dan bunda bisa menanyakan kesan pertama sekolah anak dan tentunya dengan tanggapan yang berkesan pula. Sehingga kesan baik atau kesan kurang baik yang anak dapatkan di hari pertama sekolahnya akan selalu bernilai positif dan membangkitkan semangat karena kedua orangtuanya memberikan tanggapan yang berkesan dan tentunya hal yang bersifat positif.
5. Tidak membahas hal – hal yang menghilangkan mood anak
Perlu ayah bunda tahu, bahwa hal negatif akan jauh lebih cepat penyebarannya ketimbang hal positif. Mengapa begitu? Karena bangkai pun meski ditutupi akhirnya akan tercium juga. Artinya segala sesuatu yang buruk pasti terjadi namun bagaimana cara kita menyikapinya,cara kita apabila telah mencium bau bangkai apakah akan membiarkan begitu saja sampai menyatu dengan tanah? Akankah menguburnya? Atau mengubur lalu membersihkannya?. Begitupun dengan mood anak. Meskipun saya belum berumah tangga apalagi memiliki anak, namun perihal hal negative atau hal yang menimbulkan kesan negative bisa dirasakan oleh semua orang, tak terkecuali dengan anak – anak yang masih polos. Jauhkan hal – hal atau pertanyaan yang membuat anak iri terhadap temannya apalagi membuat anak tidak mau meneruskan sekolahnya.
6. Selalu awali hari dengan senyuman bahagia
Penutup, bukan yang terakhir namun selalu jadi pelengkap. Jangan lupa untuk selalu memberikan senyuman dan semangat baru di hari yang baru. Bahkan merugilah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin dan celakalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Bukan kebahagiaan yang menghampiri karena sejatinya Allah titipkan kebahagiaan dalam hati agar selalu melekat dan tak pernah pergi walau keadaan tak selamanya seperti apa yang terjadi sekarang ini.

Selamat menjadi keluarga yang lebih berbahagia di hari pertama anak sekolah………….

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY