Gizi Pada Balita! Kenali Anak Yang Kekurangan Gizi

Gizi Pada Balita! Kenali Anak Yang Kekurangan Gizi

8
0

Your Ads


Gizi Pada Balita! Kenali Anak Yang Kekurangan Giziwww.awalsehat.nestle.co.id

Gizi pada balita merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuhnya. Dengan gizi yang baik. Tubuh balita akan segar dan si kecil bisa beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan gizi balita harus selalu Bunda lakukan.

Selalu memenuhi kebutuhan gizi memang sangat penting untuk dilakukan. Sebab gizi ini selain penting untuk pertumbuhan badan, juga sangat penting untuk menunjang pekembangan otaknya.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua Anda harus tahu dengan baik kebutuhan gizi si kecil dan jangan sampai si kecil sampai mengalami kekurangan gizi. Sebab akan sangat bebahahaya jika sampai balita kekurangan gizi.

Tanda Kekurangan Gizi Pada Balita

Umumnya, kondisi dimana sampai terjadi kekurangan gizi pada anak terbagi menjadi tiga, diantaranya adalah:

  1. Kekurangan Energi Protein Ringan

Pada tahapan ini sebenarnya belum ada tanda-tanda khusus yang bisa dilihat dengan jelas. Tetapi biasanya berat badan si kecil hanya 80% dari berat badan normal.

  1. Kurang Energi Protein Sedang

Kekurangan gizi anak pada tahapan ini umumnya ditandai dengan berat badan si kecil hanya mencapai 70% dari berat badan normal. Bukan hanya itu, tanda-tandanya juga sudah bisa dilihat dengan jelas seperti wajah menjadi pucat serta warna rambut bisanya berubah agak kemerahan.

  1. Kurang Energi Protein Berat

Pada tahapan ini juga dibagi lagi menjadi dua bagian, pertama adalah kurang sekali atau yang sering disebut dengan Marasmus. Balita yang mengalami Marasmus ini umumnya berat badannya hanya mencapai 60% dari berat badan normal.

Kedua adalah Kwashiorkor. Selain berat badan balita turun drastis, beberapa tanda lain anak yang mengalami Kwashiorkor adalah kakinya mengalami pembengkakan, biasanya rambutnya akan berubah merah serta mudah dicabut.

Selain itu, kekurangan gizi untuk balita Kwashiorkor ini biasanya ditandai juga dengan mata menjadi rabun, kornea mengalami kekeringan, dan bahkan ada yang sampai mengalami borok pada kornea mata dan kondisi paling parahnya bisa mengakibatkan mata pecah. Hal ini disebakan balita kekurangan vitamin A.

Selain tanda-tanda tersebut, biasanya ada tanda-tanda lainnya, seperti halnya penyakit penyertanya. Beberapa jenis penyakit tersebut contohnya seperti anemia, infeksi, diare, kulit mengerak dan pecah sampai keluar cairan, dan pecah-pecah di sudut mulut.

Penyebab Kekurangan Gizi Pada Balita

Pedoman paling sederhana apakah balita kekurangan gizi atau tidak adalah dengan melihat berat badan serta tinggi badannya. Jika berat badannya terus berkurang dan tinggi badannya tidak terus bertambah itu menandakan jika kekurangan gizi balita sebenarnya sudah berlangsung lama.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan gizi tersebut. Diantaranya adalah:

  1. Jarak Usia Kakak dan Adik yang Terlalu Dekat

Perhatian ibu untuk kakaknya sudah tersita dengan keberadaan dari adiknya. Dan yang terjadi kakak cenderung kurang terurus serta kurang diperhatikan makanannya.

Dan pada akhirnya kakak menjadi kurang mendapatkan gizi. Ingat, balita merupakan konsumen pasif. Jadi belum bisa mengurus dirinya sendiri, apalagi untuk makan.

  1. Terkena Infeksi atau Penyakit

Dikarenakan si kecil mulai bisa berjalan maka potensi terkena infeksi juga akan semakin besar. Selain itu si kecil juga bisa tertular penyakit-penyakit lain.

  1. Lingkungan

Lingkungan yang kurang bersih bisa menyababkan anak mudah sakit. Dikarenakan sakit-sakitan tersebut sehingga menyebabkan kekurangan gizi batita Anda.

  1. Kurangnya Pengetahuan Orang Tua

Kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai gizi bisa menjadi salah satu faktor penyebab si kecil sampai kekurangan gizi. Sebab pada dasarnya kekurangan gizi yang murni adalah karena makanan.

Oleh sebab itu Bunda harus bisa memberikan makanan dengan kandungan gizi cukup. Tidak harus mahal, yang penting kualitas gizinya baik. Maka dari itu, Bunda harus pintar-pintar memilihkan makanan untuk si kecil.

  1. Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga

Kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit cukup banyak mempengaruhi anak sampai kekurangan gizi. Sebab jika si kecil jarang makan maka secara otomatis akan kekurangan gizi.

  1. Adanya Penyakit Bawaan

Gizi pada batita sampai kurang juga bisa disebabkan adanya penyakit bawaan yang memaksanya harus dirawat. Contohnya saja penyakit jantung dan paru-paru bawaan.

Upaya yang Harus Dilakukan Ketika Balita Kekurangan Gizi

Bila kekurangan gizi, si kecil sudah pasti mudah sekali terserang berbagai macam jenis penyakit. Bahkan anak yang kekurangan gizi seperti ini untuk sembuhnya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Oleh sebab itu, secara otomatis kondisinya akan berpengaruh terhadap perkembangan intelegensi anak juga. Maka dari itu kenapa menjadi sangat penting untuk segera diupayakan memperbaiki gizinya.

Beberapa upaya yang bisa dilakukana dalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi itu sendiri. Selain itu melakukan pengobatan untuk si kecil dengan cara memberikan makanan yang bisa menjadikan status gizi anak menjadi lebih baik.

Maka dari itu, harus dilakukan pemilihan jenis makanan yang baik bagi si kecil. Makanan yang baik adalah makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Misalnya saja memberikan makanan kepada anak berapa piring sehari adalah disesuaikan dengan kebutuhannya.

Selain itu akan lebih baik lagi jika ditambah dengan memberikan vitamin serta protein melalui susu. Selain itu pilihlah jenis makanan yang mengandung gizi lengkap, yaitu makananĀ  tersebut harus mengandung protein, karbohidrat, mineral, dan zat besi.

Penanganan yang tepat akan membuat kondisi si kecil menjadi normal kembali. Terlepas dari semua itu, jangan sampai balita Anda mengalami hal semacam ini. Maka dari itu selalu penuhi kebutuhan gizi pada balita Anda.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY