Dengan ASI, Cegah Obesitas Pada Bayi.

Dengan ASI, Cegah Obesitas Pada Bayi.

5
0

Your Ads


Pemberian  Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan ternyata efektif menangkal terjadinya obesitas pada bayi.

Hasil statistik menunjukkan bayi yang hanya mengkonsumsi ASI hingga usia enam  bulan, kecil kemungkinannya mengalami kelebihan lemak tubuh dibandingkan dengan bayi  yang mengkonsumsi susu botol.

Bayi yang mengkonsumsi ASI setidaknya selama enam bulan pertama , kecil kemungkinan mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan usaha bayi saat menghisap ASI lebih berat dan membutuhkan tenaga ketimbang susu botol yang relatif lebih mudah untuk didapatkannya.

Dalam urusan mendapatkan susu dia (bayi) harus mengisap terlebih dahulu baru menelan. Nah mengisap ASI lebih berat dan butuh tenaga. Tidak seperti susu botol, bayi mendapatkan lebih banyak dan lebih mudah.

Obesitas atau kegemukan adalah salah satu masalah gizi pada anak-anak. Di negara maju, angka prevalensi obesitas cukup tinggi, sedangkan di negara berkembang angka prevalensi obesitas semakin meningkat. Obesitas pada anak-anak dapat berdampak pada masalah kesehatan fisik dan psikologis.

Dengan ASI, Cegah Obesitas Pada Bayi.Sebetulnya indikator dari kelebihan lemak tubuh atau yang disebut juga dengan obesitas bukanlah berat badan semata, melainkan lemak dalam tubuh. Ada beberapa macam pembagian obesitas, mulai dari ringan sedang hingga berat. Yang ringan yang lebih dari 120-135, kemudian yang sedang >135-150% sedangkan yang berat >150-200%.

Kalau dilihat dari penampilan luar atau fisik, obesitas dapat diketahui melalui lingkar lengan atas, ketebalan lemak di bawah kulit yang biasanya dilihat di bagian lingkar pinggang, bahu belakang dan (perut). Selain itu, dokter juga akan mengukur lingkar pinggang. Lingkar pinggang yang melebihi 80 cm juga menjadi pertanda lemak di bawah kulit khususnya daerah perut sudah banyak. ”Kita boleh menjadikan itu sebagai petunjuk dan mencurigai adanya perlemakan di dalam organ-organ seperti liver, jantung yang sangat membahayakan.”

Bayi atau anak-anak yang mengalami obesitas juga berisiko terkena penyakit lain. Sebut saja perlemakan hati, gangguan pembuluh darah yang tinggi dan diabet pada anak. Bahkan karena kadar kolesterol yang tinggi dapat mengganggu insulin.

Dengan ASI, Cegah Obesitas Pada Bayi.yang terjadi pada bayi ataupun anak-anak sebagian besar disebabkan oleh faktor malnutrisi atau kebanyakan makan sehingga menyebabkan kalori menjadi berlebihan dan simpanan energi dalam tubuh yang berbentuk lemak semakin meningkat pula. Lemak yang acapkali meningkat yakni lemak yang berada di bawah kulit.

Pemberian susu botol harus diperhatikan jumlahnya. Karena kebanyakan orangtua mengartikan rewel pada bayi diartikan sebagai lapar. Jangan terburu-buru memberi susu botol jika si kecil menangis atau rewel.”Sehingga tidak sadar si bayi meng- konsumsi susu secara berlebihan. Itulah kenapa salah satu sebab bayi yang diberi susu formula lebih tinggi angka obesitasnya daripada bayi yang mengkonsumsi ASI,

Padahal rewelnya bayi bisa juga karena tidak nyaman. Ya, rasa nyaman bayi yang diberi asupan susu botol sedikit berkurang dibanding bayi yang diberi ASI lantaran bayi mendapat ketenangan jiwa lebih tinggi. Terlebih jika susu botol tidak diberikan oleh sang ibu. Kata dokter Tinuk, kemungkinan besar bayi yang tidak mendapatkan ASI secara psikologi lebih sedikit mendapat perhatian atau ketenangan yang ia perlukan sehingga si bayi lebih banyak rewel. ”Nah, seringkali rewel pada bayi diartikan sebagai lapar,” tukasnya.

Masalah obesitas juga bisa karena faktor keluarga. Risiko obesitas lebih besar pada anak-anak yang memiliki orang tua obesitas. Dokter Tinuk juga menambahkan bahwa seorang bayi yang dilahirkan dari orang tua obesitas, memiliki kemungkinan 80% untuk menjadi obesitas. Obesitas selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu faktor lingkungan, gaya hidup, dan budaya keluarga.

Jadi tidak ada alasan untuk orang tua khususnya ibu tidak memberi ASI secara eksklusif kepada bayi. Karena ASI memberi banyak keuntungan bagi kesehatan si anak juga sang ibu

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY