Cara Memperbanyak ASI Yang Lazim Dilakukan Para Ibu

Cara Memperbanyak ASI Yang Lazim Dilakukan Para Ibu

16
0

Your Ads


Cara Memperbanyak ASI Yang Lazim Dilakukan Para Ibutribunnews.com

Mengapa para ibu di zaman dahulu berhasil menerapkan ASI eksklusif? Tidak itu saja. Ada juga yang kebablasan dengan memberikan ASI hingga usia balita di atas 2 tahun. Padahal, pada waktu itu belum ada banyak informasi tentang cara memperbanyak ASI.

Kita bandingkan dengan zaman sekarang. Semakin sedikit ibu yang berhasil memberikan ASI hingga sang buah hati mereka berusia 2 tahun. Jangankan usia 2 tahun, memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan saja banyak yang gagal. Padahal, mereka sekarang ini lebih mudah untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana cara memperlancar ASI. Itu artinya seharusnya mereka semakin mudah untuk memberikan ASI eksklusif, bukan? Namun, kenyataanya sebaliknya.

Tentu banyak sekali faktor yang menyebabkan banyak ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif. Seperti yang sering dibahas di forum ibu dan balita, banyak ibu yang mengatakan stres membuat mereka tidak bisa memberikan ASI eksklusif.

Apakah hanya stres? Tentu saja tidak. Pada intinya, ibu harus tahu bagaimana cara untuk memperbanyak ASI. Ibu pada zaman sekarang perlu belajar dari para ibu di zaman dahulu.

Cara Tradisional Memperbanyak ASI

Cara tradisional ini bukan berarti cara yang diimplementasikan dengan menggunakan bahan tradisional. Ini merupakan cara kuno yang dilakukan oleh para ibu di zaman dahulu untuk memperlancar ASI. Apa saja itu?

  1. Lebih Sering Menyusui

Ibu pada zaman dahulu langsung menyusui si kecil ketika lapar. Jadi, tidak ada waktu yang pasti. Setiap kali bayi rewel karena lapar, mereka langsung menyusui.

Untuk ibu zaman sekarang, ini termasuk hal yang cukup sulit untuk diterapkan. Apalagi mereka adalah wanita karir. Mereka biasanya hanya diberikan cuti dari kantor sekitar 3 bulan. Tentu sangat tidak mungkin bagi mereka untuk menyusui secara langsung selama 6 bulan.

Hal tersebut yang membuat banyak wanita akhirnya resign atau berhenti dari pekerjaannya. Akan tetapi, sebenarnya ini bukan satu-satunya solusi lho. Jika ibu seorang wanita karir, ibu tetap melanjutkan karir tersebut tanpa harus berhenti memberikan ASI eksklusif. Sebaiknya pompa ASI dan simpan ke dalam botol kaca yang disimpan di dalam freezer. Dengan demikian, ketika ibu sedang bekerja, si kecil tidak mendapatkan ASI yang sudah disimpan tersebut.

Mengapa sering menyusui ini merupakan cara untuk memperbanyak ASI? Ternyata, hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Semakin sering ASI dikeluarkan, maka secara otomatis tubuh akan semakin banyak melakukan produksi ASI. Inilah yang membuat memompa ASI bisa memperbanyak kuantitasi ASI yang diproduksi oleh tubuh.

Maka dari itu, ibu yang sedang bekerja harus meluangkan waktu untuk memompa ASI dan menyimpannya ke dalam freezer. Lakukan pemerahan secara berkala. Apalagi sekarang hampir semua kantor atau instansi memiliki ruang laktasi. Ini merupakan ruangan yang digunakan untuk menyusui atau memerah ASI. Ibu bisa memerah ASI setidaknya setiap 3 jam sekali.

  1. Selalu Mengkonsumsi Makanan Sehat

Hampir semua makanan pada zaman dahulu itu sehat dan bergizi. Tidak seperti sekarang di mana kebanyakan makanan fast food di mana kandungan lemaknya lebih banyak daripada kandungan nutrisi seperti vitamin dan protein. Yang sangat disayangkan adalah makanan seperti ini yang difavoritkan saat ini.

Kalaupun ibu ingin mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, sekarang ini banyak sayuran yang mengandung pestisida. Tidak seperti sayuran pada zaman dahulu yang tumbuh secara alami tanpa bahan berbahaya. Ini pula yang menjadi kendala lain mengapa para ibu sekarang ini sulit memproduksi ASI.

Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada jalan agar ibu bisa berhasil memberikan ASI eksklusif. Konsumsi makanan yang sehat. Hindari makanan fast food sebagai tips memperlancar ASI yang paling untuk dilakukan. Jangan terlalu khawatir tentang apakah bahan makanan sehat tersebut mengandung pestisida atau tidak. Jika ibu membersihkannya dan memasaknya benar-benar matang, kandungan berbahaya tersebut akan hilang.

  1. Minum Jamu

Dulu belum ada susu. Adanya jamu yang fungsinya sebagai booster. Ibu bisa mengkonsumsi jamu tersebut. Atau ibu bisa memilih mengkonsumsi Susu Frisian Flag Mama yang fungsinya sama, yaitu sebagai pelancar ASI.

Apakah ada kaitan antara jamu atau susu dengan memperbanyak ASI? Banyak ahli kesehatan yang berselisih pendapat. Ada yang bilang tidak ada hubungannya sama sekali. Akan tetapi, tidak sedikit yang mengatakan ada hubungan walaupun tidak secara langsung. Jamu atau susu bisa membuat tubuh sehat dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan sehingga tubuh bisa memproduksi ASI dalam kuantitas yang dibutuhkan oleh sang buah hati.

Terlepas dari tersebut, ada satu kunci utama agar berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu optimis. Hal inilah yang membuat ibu terus bersemangat untuk berusaha memberikan ASI eksklusif.

Tidak Hanya Kuantitas, Kualitas ASI Juga Perlu Diperhatikan

Tentu bukan hanya kuantitas saja yang diperhatikan. Kualitas ASI pun tak kalah penting. Untuk meningkatkan kualitas ASI, ibu harus memperhatikan makanan yang ibu konsumsi. Pasalnya, apapun makanan yang masuk ke dalam tubuh mempengaruhi kualitas ASI. Sebaiknya konsumsilah makanan yang kaya nutrisi, terutama omega 3 dari seafood serta protein, entah itu protein hewani atau nabati. Dua kandungan nutrisi itulah yang perkembagan otak bayi lebih optimal.

Ada banyak jenis makanan bergizi dan mudah untuk ditemukan untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas ASI. Contohnya saja bayam, pepaya, ubi jalar, aprikot, oatmeal, dan lain sebagainya. Jadi, aneh jika ada yang merasa sulit sekali untuk menerapkan cara memperbanyak ASI.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY