Buat Lepas Sesi Vaksin Bayi Lebih Menyenangkan dan Tenang

Buat Lepas Sesi Vaksin Bayi Lebih Menyenangkan dan Tenang

15
0

Your Ads


Buat Lepas Sesi Vaksin Bayi Lebih Menyenangkan dan Tenangwww.ibudanbalita.com

Vaksin bayi, sungguh momen yang penuh dilema. Orang tua usai vaksin cenderung keluar dengan kondisi si kecil mengamuk. Beberapa diantaranya mencoba menidurkan namun tetap saja gagal. Raungan dan gerangan buat kepala kian pusing dan berharap segalanya akan segera berakhir.

Fungsi vaksin sebetulnya sangat besar. Terlepas dari fakta beberapa anak kecil merasakan mual, muntah, dan diare selepas vaksin, bukan berarti vaksin langkah yang buruk. Justru vaksin diciptakan untuk memastikan tubuh siap menghadapi serangan dari luar, entah dalam bentuk kuman atau bakteri. Sakit, ya memang disuntik itu sakit, namun dengan 7 langkah dibawah ini, orang tua tak perlu lagi khawatir si kecil mengamuk.

  1. Peluk Bayi
    Sentuhan hangat bunda bisa dibilang kehangatan pertama yang dirasakan si kecil dalam hidupnya. Apalagi di masa paling menakutkan dalam hidupnya, dimana indera si kecil belum terbentuk sepenuhnya hingga dirinya tak mengetahui apa yang terjadi di sekeliling. Begitu pula dengan suntikan bayi.

    Gigitan semut memang gambaran yang biasa dipakai orang dewasa untuk menggambarkan rasa sakit suntikan. Padahal, tanpa ayah bunda sadari, bayi jauh berbeda dengan orang dewasa dimana buah hati tidak pernah merasakan yang namanya ditusuk. Tentu saja, lain cerita bila bayi sudah sering menerima asupan luar melalui jarum.

    Cemas, dan tidak tentram ternyata bisa diatasi dengan tindakan yang mudah namun terlupakan. Ya, sentuhan hangat di punggung akan membuat perbedaan besar di segala usia. Jangan pernah lupakan kekuatan peluk, apalagi kalau baru saja keluar dari meja operasi vaksin pada buah hati.

  2. Sesi menyusui
    Ikatan bunda dan bayi pertama kali dijalin ketika mulut si kecil menyentuh puting payudara. Ya, tindakan menyusui tidak hanya pemuas rasa lapar saja. Justru si kecil bisa merasa jauh lebih baik dengan dekapan dan puasnya dahaga. Ternyata, faktor satu ini berlaku dalam beragam situasi.

    Tangisan bayi terbukti bungkam setelah dirinya tersentuh air susu ibu. Sama hal dengan menenangkan bayi usai vaksin, menyodorkan air susu ibu akan sangat membantu. Dengan catatan, berikan air susu ibu langsung dari sumbernya dan bukan hasil perahan dalam botol.

  3. Gula tidak masalah

Dunia dibagi menjadi sisi pahit dan sisi manis. Kedua sisi tersebut memiliki kemampuan masing-masing yang tak dapat diremehkan, meskipun rasa manis lebih disukai. Wajar saja, makanan manis mendorong rasa senang dalam otak, sehingga membuat dunia terlihat lebih indah.
Gula kerap kali dikategorikan musuh si kecil. Rasa cemas akan kerusakan gigi atau tingkah bayi yang sulit dikontrol membuat orang tua ragu untuk memberikan gula pada si kecil. Padahal, di kala dirinya dilanda rasa takut usai vaksin, gula justru menjadi senjata andalan untuk menenangkan dirinya.

  1. Alihkan perhatian si kecil
    Bayi pada dasarnya sangat mudah teralihkan. Rasa ingin tahu yang besar terhadap kondisi dunia ini membuat si kecil tidak lagi fokus pada satu hal melainkan beragam macam. Jangan heran bila perhatian bayi sangat mudah teralihkan meskipun sedang bersama orang tua sekalipun.

    Otak manusia, baik bayi ataupun orang dewasa, sangat mungkin melupakan perasaan bila teralihkan. Konsep yang sama berlaku pada penderita patah hati, atau teknik berjalan di atas api. Bayi dapat diperlakukan demikian. Alih-alih mendukung si kecil tenggelam dalam melankolis, lebih baik alihkan perhatiannya pada hal-hal menyenangkan di dunia.

  2. Obat, perlukah?
    Beberapa rumah sakit dan apotek menawarkan obat peredam rasa sakit. Keberadaan obat inilah yang buat pasien berani melalui setiap hari meskipun rasa sakit melanda. Terbesit di benak beberapa orang tua untuk memberikan obat peredam rasa sakit usai vaksin si kecil. Pertanyaannya, seberapa tepatkah tindakan satu ini?

    Obat punya resiko yang bertentangan satu sama lain. Sembuh, atau malah tambah parah. Obat peredam rasa sakit sejatinya diciptakan untuk orang dewasa. Percobaan pada bayi akan cukup berbahaya. Sehingga, orang tua sebaiknya meningkatkan kewaspadaan pada beberapa jenis obat.

    Kendati demikian, tidak berarti bayi akan sangat bermasalah dengan obat-obatan. Beberapa anak kecil justru peroleh keuntungan. Supaya lebih yakin, ada baiknya orang tua konsultasi terlebih dahulu mengenai efek samping yang bisa obat berikan, jangan sampai salah pilih.

  3. Berikan sentuhan hangat

Kontak fisik wajar sekali dilakukan manusia. Bisa dibilang, tanpa kontak fisik, si kecil tidak akan pernah lahir. Selain merasa aman, si kecil merasa nyaman dengan sentuhan hangat pada tubuhnya. Tidak perlu berlebihan, usapan lembut saja bisa buat mood lebih baik.

Dalam vaksin, rasa takut pasti tak mungkin dihindari. Bagaikan api membara, pikiran bayi sudah tak bisa berpikir lurus. Selalu berikan sentuhan hangat dan nyaman pada tubuh si kecil agar pastikan dirinya selalu merasa diterima dan percaya tak ada yang dapat menyakiti dirinya.

  1. Konsultasi alternatif

Ada bayi yang tercipta dengan toleransi rasa sakit tinggi, ada pula yang tidak. Inilah kenapa, beberapa bayi menangis jauh lebih keras dibanding bayi yang lain. Istilah cengeng tidak lagi berlaku dalam situasi seperti vaksin. Hanya dukungan yang orang tua bisa berikan.

Beberapa orang tua mungkin tidak tahan dengan tangisan dan penderitaan anak. Namun, jika tidak ditahan, bahaya yang diterima akan jauh lebih besar. Kalau memang ayah bunda ‘galau’ besar vaksin bayi atau tidak, selalu ada opsi untuk tanyakan alternatif terbaik dari dokter ahli.(HN)

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY