Bu, Jangan Tanya Kapan Bayi Bisa Duduk

Bu, Jangan Tanya Kapan Bayi Bisa Duduk

8
0

Your Ads


Bu, Jangan Tanya Kapan Bayi Bisa DudukLittle Nose n Toe’s Photography

Sering kali para orang tua, terutama ibu bertanya kepada dokter anak, bidan, atau ahli di bidang perkembangan anak sebuah pertanyaan, kapan bayi bisa duduk. Tidak pertanyaan ini saja. Ada juga yang menanyakan kapan bayi bisa mulai bicara. Kapan bayi bisa berdiri. Dan bertanyaan lainnya yang dimulai dengan kata tanya kapan.

Ini sebaiknya tidak ibu lakukan. Ibu harus tahu perkembangan bayi ibu dengan bayi lainnya itu berbeda. Tentu ada standarnya. Artinya, pada umumnya bayi usia 3 bulan itu sudah bisa melakukan beberapa hal. Namun, itu bukan patokan utama. Perkembangan bayi ditentukan oleh banyak faktor.

Bayi Bisa Duduk Bukan Karena Usia

Jika ibu kekeuh bertanya mengenai kapan usia bayi bisa duduk, para ahli perkembangan anak melakukan sebuah penilitian dan menemukan kesimpulan bahwasannya secara umum bayi itu sudah bisa duduk pada bulan ke 4. Namun, sekali lagi, usia bukan satu-satunya faktor. Ada juga lho bayi 6 bulan yang belum bisa duduk.

Itulah mengapa jangan bertanya kapan bayi mulai bisa belajar duduk. Akan tetapi, sebaiknya ibu tanyakan apa yang membuat bayi bisa duduk. Jika pertanyaan ini yang diajukan, itu artinya ibu ingin tahu bagaimana memaksimalkan perkembangan bayi.

Bayi sudah bisa duduk itu disebabkan ototnya sudah cukup kuat untuk mengangkat dan menopang tubuhnya yang mungil. Khususnya otot kepala. Karena ketika bayi sudah bisa mengangkat kepalanya, itu artinya ototnya sudah kuat. Dan bayi akan semakin mudah untuk mengangkat badannya. Sementara bayi belum bisa mengangkat kepala atau sudah bisa mengangkat kepala namun belum seimbang (sering menjatuhkan tubuhnya di kasur), maka pada saat itu bayi ibu belum siap untuk bisa duduk sendiri.

Maka dari itu, dalam perkembangan bayi usia sekitar 3 bulan, ibu perlu sekali memperhatikan kesehatan fisik si kecil, terutama otot. Terkadang bayi tiba-tiba menangis. Ini bisa disebabkan lapar. Namun, jika bayi sudah minum banyak ASI tapi tetap menangis, mungkin saja ototnya sedang mengalami masalah. Pada usia 3 bulan, bayi biasanya berusaha untuk bergerak. Proses ini membuat otot bekerja lebih keras. Karenanya, otot bisa dengan mudah mengalami masalah, atau orang dewasa sering bilang keseleo. Bayi merasa kesakitan dan akhirnya sering rewel dan menangis.

Saat usia 3 bulan, penting sekali agar ibu membawa si kecil ke baby spa. Di sana, bayi akan mendapatkan pijatan yang akan membuat otot rileks. Dan cara inilah yang akan mengoptimalkan perkembangan sang buah hati.

Tentu ibu tidak hanya bisa mengandalkan baby spa saja. Ibu bisa pelajari bagaimana memijat bayi dengan baik. Dengan demikian, ibu bisa melakukan pijatan sendiri di rumah, tanpa harus terus menerus pergi ke tempat baby spa. Jadi, tidak hanya bisa berhemat, ibu bisa bisa melakukan pijatan setiap hari agar bayi segera bisa duduk.

Tanda Bayi Mampu Untuk Duduk

Apakah usaha yang ibu lakukan untuk membuat bayi bisa duduk sudah maksimal? Ukurannya hanya satu. Perhatikan tanda-tanda bayi sudah siap untuk duduk.

Dalam hal ini, ibu harus hati-hati. Terutama wanita yang baru memiliki bayi pertama yang notabene tidak memiliki sebelumnya mengenai tumbuh kembang bayi. Jangan sekali-kali ibu memaksakan si kecil untuk duduk. Jika belum terlihat tanda-tanda bayi siap duduk, maka jangan paksakan. Jika dipaksakan, bayi justru akan mengalami masalah.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bayi yang sudah siap untuk duduk itu memiliki otot yang sudah kuat. Terutama otot pada leher untuk mengangkat kepalanya sendiri. Maka dari itu, ciri-ciri bayi siap duduk ketika bayi ibu bisa mengangkat kepalanya sendiri. Perhatikan ketika bayi ibu tidurkan di tempat tidur. Jika ia sudah mulai mengangkat kepalanya, itu tandanya ototnya sudah kuat. Apalagi jika ia sudah mampu menggulingkan badannya, maka besar kemungkinan bayi sudah siap untuk duduk sendiri.

Setelah tanda-tanda tersebut muncul, kini ibu bisa mengajarkan si kecil untuk duduk. Ibu biasakan bayi duduk bersandar pada tangan atau tubuh ibu. Awalnya, bayi akan mudah terjatuh ke belakang, ke depan, atau ke samping. Namun, lama kelamaan, bayi akan mulai terbiasa dan kuat untuk menahan tubuhnya sendiri agar tetap duduk pada posisi yang tegak.

Bayi 6 Bulan Belum Bisa Duduk?

Ada lagi satu alasan mengapa sebaiknya ibu tidak lagi tanya kapan bayi bisa duduk. Sekalipun para pemerhati perkembangan anak mengatakan bayi usia 4 bulan sudah bisa duduk sendiri, ada banyak bayi yang pada usia 6 bulan dan bahkan 7 bulan belum bisa duduk. Ini disebabkan belum kuatnya otot bayi tersebut.

Apakah ini artinya ada masalah dengan perkembangan bayi? Bisa saja itu terjadi. Namun, yang pasti orang tua harus berusaha ektra keras lagi untuk memaksimalkan perkembangan bayi tersebut. Apalagi bisa dikatakan sang buah hati mereka mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan.

  1. Memenuh Kebutuhan Nutrisi

Beruntung sekali jika bayi sudah berusia 6 bulan lebih. Itu artinya ibu bisa memberikan menu MPASI (makanan pendamping ASI) yang bergizi tinggi.

  1. Lakukan Pemijatan

Ada baiknya urusan yang satu ini ibu serahkan pada therapist. Keterlambatan ini bisa disebabkan adanya syaraf otot yang mengalami masalah. Maka dari itu, biarkan orang yang berkompeten untuk melakukan pijatan.

Sebagai orang tua, ibu harus tahu banyak hal tentang perkembangan bayi. Ibu tidak hanya harus merawat bayi saja, tapi juga mengerti bagaimana cara memaskimalkan perkembangan bayi. Ini yang akan membuat ibu tidak perlu lagi bertanya dengan pertanyaan kapan, seperti pertanyaan kapan bayi bisa duduk.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY