Boleh Saja Jam Tidur Bayi Panjang, Tapi Jangan Berlebihan

Boleh Saja Jam Tidur Bayi Panjang, Tapi Jangan Berlebihan

7
0

Your Ads


Boleh Saja Jam Tidur Bayi Panjang, Tapi Jangan BerlebihanParenting.com

Ibu pasi tahu jam tidur bayi itu sangat panjang. Frekuensinya pun bisa dikatakan sangat sering. Di pagi hari setelah ibu mandikan, biasanya si kecil akan tertidur sembari minum ASI. Ia akan bangun di siang hari. Dan ketika sekitar jam 11 atau jam 12, ia akan tidur lagi. Sore bangun lalu petang tidur. Sayanngya, sering kali si kecil terbangun di tengah malam hingga subuh tiba.

Sekilas, pola tidur bayi tersebut tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tentu saja harus sesuai dengan aturan para ahli kesehatan bayi. Ada lama waktu tidur bayi yang disarankan. Sangat berbahaya jika bayi terlalu sering atau terlalu lama tidur.

Bahaya Jika Bayi Tidur Terlalu Lama

Memang benar tidur itu waktu di mana proses regenerasi sel terjadi. begitu juga proses perkembangan otak. Makanya, ada salah satu sarat di mana bayi bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas. Ia harus memiliki waktu tidur yang cukup. Dan tidurnya harus nyenyak.

Akan tetapi, tidur yang cukup dan nyenyak bukan berarti tidurnya dalam kurun waktu yang terlalu lama. Itu dua hal yang berbeda.

Makanya, selain mengedukasi para orang tua agar tahu seharusnya berapa jam bayi tidur, secara tidak langsung mereka juga memberitahukan bahwasannya tidak baik bayi tidur terlalu lama. Hal ini disebabkan bayi bisa berisiko terkena diabetes. Sama seperti orang dewasa yang lebih banyak tidur daripada bergerak. Lemak yang ada di dalam tubuh menumpuk, tidak dibakar dan dikonversi menjadi energi. Akibatnya, obesitas menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.

Mungkin ibu merasa aneh kok bisa bayi mengalami obesitas. Sebenarnya, tidak ada yang aneh. Bahkan, bayi pun bisa mengalami penyakit yang lainnya jika ia tidak dirawat dan dibesarkan sesuai dengan ilmu parenting. Apalagi jika sebelum usia 6 bulan ibu sudah memberikan susu formula. Ditambah dengan tidur yang terlalu lama setiap hari, potensi bayi terkena diabetes sangat tinggi sekali.

Tidak hanya diabetes yang mengancam. Si kecil juga bisa mudah sekali terkena sakit kepala. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada jaringan otak serta serotonin. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini, ibu bisa tanyakan langsung kepada dokter anak secara online di www.ibudanbalita.com. Di sana, ibu bisa memanfaatkan fasilitas konsultasi dengan dokter anak secara online.

Lama Waktu Tidur Yang Baik

Jika bayi dilarang terlalu lama tidur, lalu pertanyaan yang muncul berapa sebaiknya ibu membatasi waktu tidur bayi.

Ada perbedaan lama waktu tidur bayi dan balita. Jika masih bayi, masih diperbolehkan si kecil tidur hingga 18 jam. Rata-rata bayi tidur sekitar 15-16 jam. Akan tetapi, ketika ia sudah menginjak balita, waktu tidurnya semakin pendek, yaitu sekitar 8-12 jam.

Kenapa semakin dewasa lama waktu tidur semakin pendek? Karena pada saat ia sudah balita, ia sudah memiliki aktivitas. Ia juga memiliki energi yang lebih banyak untuk melakukan aktivitas. Lain hal ketika ia masih bayi. Ia cenderung pasif dan energinya pun lebih sedikit.

Maka dari itu, aneh jika jam tidur bayi pendek. Begitu juga sama ketika jam tidur balita kok malah panjang. Pasti ada hal yang membuat balita justru lebih banyak tidur. Apalagi jika ia terlihat kelelahan walaupun banyak tidur. Ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter anak agar segera mendapatkan penanganan.

Agar Pola Tidur Bayi Tepat

Sebenanrya, ibu bisa membantu bayi agar pola tidurnya tepat. Artinya, pola tidurnya tidak terlalu pendek tapi juga tidak terlalu panjang. Hal ini penting agar perkembangannya optimal.

Saat si kecil bangun, jangan justru ibu membiarkan bayi sendirian. Banyak orang tua yang merasa harus mengerjakan pekerjaan rumah yang seabreg. Akhirnya, bayi ditinggalkan sendiri tiduran di depan TV. Pantas saja jika bayi cenderung akan tidur lebih lama. Akan lebih baik jika ibu mengerjakan pekerjaan rumah ketika bayi tertidur. Sebaliknya, tinggalkan semua pekerjaan rumah ketika bayi bangun. Ajaklah ia bermain dan bersenang-senang.

Apakah boleh ibu membangunkan bayi ketika ia sedang tidur? Boleh sekali dengan satu catatan. Ibu merasa bayi sudah tidur cukup.

Jadwal tidur bayi itu berubah-ubah. Ketika usia masih di bawah 3 bulan, frekuensi tidurnya banyak namun tidurnya hanya sebentar. Berbeda ketika usianya sudah di atas 3 bulan atau bahkan hampir menginjak balita. Frekuensi tidurnya menurun tapi tidurnya sedikit lebih lama. Maka dari itu, ibu harus mengerti jadwal tidur anak. Jika sudah saatnya ia tidur, segera beri ASI dan tidurkan.

Setidaknya itulah hal yang bisa ibu lakukan untuk mengatur jadwal tidur bayi agar si kecil tidak terlalu lama tidur.

Yang pasti, tidur adalah masa di mana otak bayi berkembang. Maka dari itu, pastikan setiap bayi tidur, ia memiliki tidur yang berkualitas. Tidurnya harus lelap. Ibu perlu memastikan sirkulasi udara di kamar si kecil bagus. Ini menunjang kualitas tidur si kecil. Selain itu, perlu dipikirkan juga tempat tidur serta pakaian yang si kecil kenakan. Ini juga menentukan seberapa lelap bayi tidur setiap hari.

Jadi, apa yang harus ibu lakukan? Pada intinya, ibu harus mengatur jadwal atau jam tidur bayi agar ia memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Ini cara yang tepat untuk memastikan tumbuh kembang baik lebih optimal.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY