Benarkan Ada Nutrisi Anak Yang Pengaruhi Kecerdasan?

Benarkan Ada Nutrisi Anak Yang Pengaruhi Kecerdasan?

7
0

Your Ads


Benarkan Ada Nutrisi Anak Yang Pengaruhi Kecerdasan?Source: mealmom

Banyak produk makanan atau minuman yang mengandung nutrisi anak yang katanya bisa mencerdaskan otak. Ibu bisa dapatkan informasi tersebut dengan sangat mudah. Buka saja di internet maka akan banyak sekali artikel yang menjelaskan nutrisi mencerdaskan otak anak.

Namun, benarkah hal tersebut?

Secara ilmiah, memang benar kandungan nutrisi yang didapatkan si kecil dari makanan dan minuman itu berpengaruh terhadap kecerdasannya. Akan tetapi, porsinya kecil. Ada lho hal-hal lain yang justru lebih berpengaruh terhadap kecerdasan otak anak dibandingkan dengan nutrisi.

Informasi ini setidaknya bisa membuat ibu memahami betul bagaimana perkembangan otak anak. Bahwasannya kecerdasan otak si kecil itu tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi saja. Ibu cukup berikan makanan yang bergizi dan pastikan si kecil minum susu Friso Gold 3 tiap hari. Selain itu, lakukan upaya lain yang menjadi stimulus perkembangan otak.

Agar anak cerdas, ibu tidak perlu memaksa si kecil untuk selalu belajar. Sayangnya, ini yang sering dilakukan oleh para orang tua. Mereka sibuk mencarikan sekolah yang terbaik. Setelah sekolah, anak mereka masuk ke lembaga kurus. Tidak berhenti sampai di situ. Di waktu tertentu seperti pada waktu weekend, didatangkan guru privat ke rumah. Ini seolah-olah tidak ada waktu bagi si kecil selain belajar.

Jika ibu baca buku tentang psikologi anak, cara mendidik anak seperti itu sangat tidak disarankan untuk dilakukan. Mungkin, ibu berkilah bahwasannya ibu sudah memenuhi kebutuhan nutrisi untuk anak sehingga ia siap untuk terus beraktivitas. Namun, ibu harus tahu ada momen di mana perkembangan otak itu lebih optimal,  yaitu ketika tidur.

Kok bisa? Sekilas tidak masuk akal bagaimana bisa otak berkembang ketika anak tertidur. Secara ilmiah, hal ini sebenarnya bisa dijelaskan. Saat anak tidur, otak itu berkembang. Begitu juga sel-sel yang ada di dalam tubuh.

Maka dari itu, pastikan anak tidur nyenyak. Akan lebih baik jika anak balita tidur setidaknya dua kali sehari, yaitu di siang dan di malam hari.

 

  • Kedekatan Dengan Orang Tua

Siapa yang bisa mencerdaskan anak? Bukan guru jawabannya, melainkan ibu sebagai orang tua sendiri. Tentu saja guru juga berpengaruh. Guru merupakan fasilitator di mana anak mulai belajar hal-hal baru di sekolah. Akan tetapi, yang paling berpengaruh terhadap kecerdasan anak adalah kedekatan antara anak dan orang tua.

Mengapa demikian? Hal ini berkaitan dengan safe. Anak yang merasa anak ketika berada di dekat dengan orang tua bisa berkembang lebih optimal. Untuk itu, ibu harus terus menjalin ikatan dengan anak. Ibu harus lebih dekat dan anak merasakan hal tersebut. Dengan demikian, perkembangannya lebih cepat terutama perkembangan otaknya.

 

Ada ilustrasi menarik. Ikan selamanya tidak bisa terbang. Sementara itu, burung tidak akan bisa berenang sehebat ikan. Itulah kecerdasan. Bahwasannya kecerdasan itu berkaitan dengan bakat.

Oleh sebab itu, ibu harus berusaha untuk menemukan bakat alami anak. Ini bisa dilakukan dengan melakukan pemetaan bakat anak. Jika perlu, ibu bisa meminta tolong ahli psikologi anak untuk melakukan pemetaan bakat anak ini.

Nah, masih percaya gizi anak satu-satunya yang mempengaruhi perkembangan otak? Selain mencukupi kebutuhan nutrisi, pastikan si kecil mendapatkan stimulus untuk perkembangan otak seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Yang pasti, belajar secara terus menerus tanpa ada jeda justru bukan cara yang tepat agar anak cerdas. Seharusnya ada porsi waktu kapan ia harus belajar dan kapan ia harus bermain. Bahkan, di Kanada, sistem pendidikan di sana lebih banyak bermain daripada belajar. Dan hasilnya bisa ibu lihat sendiri. Pendidikan di Kanada dikatakan sebagai pendidikan terbaik saat ini.

Masih mau memasukkan anak ke berbagai kursus? Semoga setelah mengetahui informasi ini, ibu mengurungkan hal tersebut. Yang perlu ibu lakukan hanya ada tiga.

Yang pertama, penuhi kebutuhan nutrisi anak. Jangan biarkan anak jajan sembarang. Akan lebih baik jika ibu sendiri yang mempersiapkan makanan setiap hari. Jika tidak, ibu bisa belikan makanan atau catering sebagai bekal sekolah. Namun, ibu harus pastikan makanan tersebut bergizi dan jangan lupa harus higienis. Bergizi saja tidak cukup jika ternyata makanan tersebut tidak higienis yang akhirnya menyebabkan anak mengalami masalah perut.

Yang kedua, berikan stimulus yang tepat. Ada banyak permainan edukatif yang bisa dijadikan stimulus perkembangan otak yang bisa ibu ambil dari www.friso.co.id. Pilihkan permainan edukatif yang sesuai dengan usia sang buah hati.

Dan yang terakhir, lakukan pemetaan bakat anak. Dengan menemukan bakat anak, ibu tidak perlu repot-repot lagi meminta anak untuk berprestasi di berbagai bidang. Karena ibu sudah tahu bakat alami anak di bidang apa, maka ibu tinggal mendorong untuk mengembangkan bakat tersebut. Ini jauh lebih efektif dan efisien karena uang yang harus ibu keluarkan sudah terfokus pada satu hal yang merupakan bakat anak.

Masa depan anak memang di tangan masing-masing anak. Akan tetapi, pada saat ia masih kecil, ibu sebagai orang tua harus ikut campur tangan. Ibu bisa memilihkan dan akhirnya mengarahkan kemana yang terbaik untuk si kecil. Itupun harus berdasarkan bakat alaminya. Ibu harus ingat ilustrasi di atas, ikan tidak akan bisa terbang. Sementara itu, buruk tidak akan bisa berenang sepintar ikan. Mereka memiliki bakat masing-masing. Mereka memiliki kecerdasan di bidang masing-masing. Begitu juga dengan anak. Maka dari itu, penuhi kebutuhan nutrisi anak dan berikan stimulus yang tepat.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY