Bagus Jika Anak Belajar Nyanyi, Tapi Jangan Lagu Dewasa Ya

Bagus Jika Anak Belajar Nyanyi, Tapi Jangan Lagu Dewasa Ya

6
0

Your Ads


Bagus Jika Anak Belajar Nyanyi, Tapi Jangan Lagu Dewasa Yawww.vemale.com

Sudah terlalu sering mendengar larangan anak belajar nyanyi lagu dewasa. Tapi coba lihat. Justru sekarang semakin banyak anak yang hafal lagu-lagu dewasa. Bahkan, di berbagai ajang pencarian bakat menyanyi anak, mereka terlihat sangat mahir melantungkan lagu dewasa.

Apa yang sedang terjadi? Apa anak-anak tersebut juga akan mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya seperti yang sudah dijelaskan oleh para ahli perkembangan anak?

Sebenarnya, hal tersebut sangat debatable. Ada baiknya ibu ketahui dulu alasan dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu dari sudut pandang mereka yang melarang dan mereka yang memperbolehkan anak belajar bernyanyi lagu orang dewasa.

Mengapa Harus Dilarang

Bukan hanya psikologinya saja yang terganggu. Selama ini, yang sering didengungkan adalah bagaimana perkembangan anak tidak bagus lantaran ia sudah menyanyikan lagu cinta yang sebenarnya pada usia tersebut ia tahu apa itu cinta. Dan dikhawatirkan hal tersebut bisa berakibat buruk terhadap psikologinya.

Bahkan, ada juga yang mengaitkan antara kebiasaan anak kecil menyanyikan lagu orang dewasa dengan kenakalan remaja. Anak yang masih duduk di bangku SD sudah berani pacaran. Istilahnya, anak dewasa sebelum waktunya. Para ahli perkembangan mengatakan ini adalah bagian dari penyimpangan mental.

Terlepas dari hal tersebut, ada hal lain yang juga perlu dipertimbangkan mengapa anak sebaiknya tidak menyanyikan lagi dewasa.

Kok bisa? Tentu saja bisa. Kebanyakan lagu anak-anak itu memiliki nada yang datar. Lain dengan lagu orang dewasa. Banyak cengkok dan nadanya bisa sangat tinggi sekali. Jika anak belajar menyanyi lagu dengan nada yang tinggi, bukan tidak mungkin pita suaranya mudah rusak.

Bagaimana ini bisa berhubungan dengan lagu dewasa? Ternyata ada hubungannya lho. Ini ada kaitannya dengan anak kecil yang dewasa belum waktunya. Karena ia sering menyanyikan lagu cinta, otaknya pun lebih keras memikirkan hal-hal yang orang dewasa pikirkan, terutama tentang rasa sayang kepada lawan jenis. Akhirnya, konsentrasi untuk belajar tidak ada lagi. Prestasi akademiknya pun menurun.

Lagu itu bisa diintepretasikan berbeda oleh setiap orang. Apalagi lagu dewasa. Berbeda dengan lagu anak-anak yang biasanya memiliki intepretasi tunggal.

Yang dikhawatirkan adalah ketika anak menyanyikan lagu orang dewasa dan membuat intepratasi yang salah. Ini bisa berujung pada perilaku yang salah. Bagaimanapun juga, lagu itu berpengaruh terhadap perilaku orang.

Makanya, anak kecil jangan sampai terlalu terbiasa atau bahkan hafal dengan lagu yang kata-katanya kurang baik. Secara keseluruhan, lagu tersebut mungkin ingin memberikan pesan yang baik. Tapi, anak-anak tidak bisa memahami lagu secara komprehensif. Akan lebih aman jika anak hanya mendengar dan belajar menyanyikan lagu anak-anak.

Ini dari sudut pandang orang yang melarang anak belajar nyanyi. Bagaimana jika dilihat dari sudut pandang yang lain?

Boleh Saja Anak Menyanyikan Lagu Dewasa

Coba ibu perhatikan mana yang lebih berat apakah menyanyikan lagu anak-anak atau orang dewasa? Tentu ibu sudah tahu jawabannya, bukan?

Maka dari itu, orang tua yang tahu bahwasannya bakat anak pada menyanyi membiarkan sang buah hati untuk menyanyikan lagu dewasa. Karena itulah cara yang paling tepat untuk mengasah olah vokalnya.

Lihat saja banyak penyanyi anak saat ini yang tak kalah hebat dengan orang dewasa saat mengikuti ajang kompetisi menyanyi. Orang tua mereka sebenarnya sudah mempersiapkan jauh hari. Ada yang memang memasukkan anak mereka ke tempat kursus menyanyi. Di sana, anak akan diajarkan cara menyanyi. Genre musiknya juga disesuakan dengan karakter vokal anak.

Lalu, bagaimana dengan sikap ibu? Apakah ibu akan membiarkan anak belajar menyanyi lagu-lagu anak-anak saja atau lagu dewasa? Keputusan ada di tangan ibu sendiri.

Pada intinya adalah bagaimana ibu memastikan perkembangan anak baik dan tidak menyimpan. Bisa saja anak ibu nakal walaupun tidak suka menyanyikan lagu dewasa. Di lain sisi, anak yang suka menyanyikan lagu dewasa memiliki perkembangan mental yang normal.

Jadi, pada padasarnya, hal tersebut tergantung pada bagaimana ibu menerapkan pola asuh yang tepat. Perkembangan anak itu tidak hanya ditentukan dari lagu yang ia sering nyanyikan, tapi dari berbagai faktor.

Yang pasti, menyanyi itu sangat baik untuk perkembangan. Ibu bisa pilihkan lagu yang menyenangkan untuk dinyanyikan oleh si kecil. Menurut ahli psikologi anak, lagu itu bisa meredakan stres. Dan jika anak tidak mengalami stres, perkembangannya pun lebih optimal.

Lebih dari itu, anak yang belajar menyanyi itu sedang meningkatkan kecerdasan. Karena saat proses belajar menyanyi, anak menghafal lagu dan nada. Ini berkaitan dengan sisi kognitif anak. Bahkan, ada yang bilang semakin cepat anak bisa menyanyikan lagu, itu artinya tingkat kognitifnya sangat baik.

Beruntung jika ibu merasakan ada bakat alami di dalam diri si kecil. Jika ibu menemukan adanya bakat menyanyi di dalam diri sang buah hati, terus kembangkan. Ibu harus tahu banyak orang hebat itu memiliki orang tua yang sejak dini sudah menemukan bakat anak mereka. Sebut saja Valentino Rossi yang sejak kecil sudah difasilitasi orang tuanya untuk belajar balap. Di Indonesia juga ada. Contohnya saja Joey Alexander. Hal tersebut tidak lepas dari upaya orang Joey untuk menemukan dan mengembangkan bakat Joey dalam bermain piono. Jika anak ibu memiliki bakat menyanyi, biarkan anak belajar nyanyi. Akan lebih baik jika ibu menunjuk guru privat menyanyi.

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY