Aneka Permainan Anak Yang Tidak Hanya Untuk Kecerdasan

Aneka Permainan Anak Yang Tidak Hanya Untuk Kecerdasan

15
0

Your Ads


Aneka Permainan Anak Yang Tidak Hanya Untuk Kecerdasanwww.ibudanbalita.com

Banyak yang mengira anak yang cerdas itu anak yang mendapatkan rangking 1 di sekolah. Dan agar suatu saat anak mereka bisa menjadi juara kelas, maka saat anak masih balita, mereka menyiapkan aneka permainan anak edukatif. Tentu tidak salah dengan upaya yang mereka lakukan. Namun, apakah benar kecerdasan itu hanya diukur dari prestasi yang didapatkan dari bangku sekolah?

Jika memang itu benar, Steve Jobs dan Mark Zuckerberg tidak termasuk di dalam kategori anak yang cerdas. Mereka berdua adalah murid yang justru tidak tamat di dunia pendidikan. Memang bukan dunia pendidikan dasar tapi pendidikan di perguruan tinggi. Namun, kecerdasan hanya didapatkan atas dasar prestasi di sekolah, ini anggapan yang sangat keliru.

Setiap anak memiliki potensi sendiri-sendiri. Ada anak yang potensinya di dunia akademis. Ia selalu mendapatkan nilai bagus di sekolah. Bahkan, ada juga anak yang hanya bagus dibidang tertentu saja. Namun, bukan berarti anak yang tidak mendapatkan peringkat bagus di sekolah itu tidak memiliki kecerdasan. Mungkin saja kecerdasannya di bidang lain yang tidak ada diakomodasi oleh dunia pendidikan formal.

Maka dari itu, muncullah sebuah kursus atau pelatihan yang biasa berbeda jauh dengan sistem pendidikan formal. Kursus dan pelatihan semacam ini bagus untuk orang tertentu yang merasa kurang cukup mendapatkan ilmu di dunia pendidikan formal.

Terlepas dari itu sama, semoga ibu tidak menganggap kecerdasan itu hanya diukur dari dunia akademis saja. Bukan berarti anak yang tidak mengusai matematika itu kurang cerdas. Dengan memahami hal ini, maka ibu akan lebih mudah untuk melakukan upaya untuk mengembangkan kecerdasan sesuai dengan potensi anak ibu sendiri.

Itulah mengapa ada beberapa jenis permainan anak. Tidak hanya permainan untuk meningkatkan kemampuan di satu bidang saja, tapi di berbagai bidang.

Permainan Imitatif

Salah satu jenis permainan untuk mengasah kecerdasan anak adalah permainan imitatif. Dari namanya saja, ibu pasti tahu seperti apa permainan yang satu ini. Ini merupakan permainan yang membuat anak meniru.

Agar ibu lebih paham seperti apa permainan imitatif ini, lihat saja permainan berupa menggambar sebuah karakter binatang yang sudah ada cetakannya. Jadi, anak tinggal menggunakan cetakan tersebut kemudian membuat gambar sesuai dengan cetakan.

Permainan ini terlihat sangat sederhana tapi bagus khususnya untuk anak usia sekitar 3- tahun. Ini permainan yang membuat perkembangan motorik anak lebih optimal. Daya kreatifnya juga mulai terasah.

Asal ibu tahu tidak ada anak yang kreatif dengan sendirinya. Kreativitas harus dipupuk sejak dini. Salah satunya dengan cara mengaktifkan kreativitas anak dengan permainan seperti ini. Dan pada dasarnya anak itu belajar dari proses meniru. Lihat saja bagaimana anak mulai bisa berbicara. Ia bisa berbicara lantaran ia meniru apa yang orang dewasa katakan. Dan ini pula yang terus ia lakukan. Maka dari itu, sangat tepat jika ibu memilihkan permainan anak imitatif.

Permainan Asosiatif

Banyak anak yang cerdas secara sendirian. Artinya, kecerdasanya itu bukan disebabkan oleh kerja kolektif. Padahal, orang yang sukses itu orang bisa bekerjasama dengan orang-orang yang lain.

Sayangnya, sistem pendidikan yang ada di sekolah formal cenderung membuat anak bekerja dan belajar sendiri-sendiri. Tidak ada sistem di mana setiap peserta didik bisa berkolaborasi dengan yang lain.

Tentu bukan berarti ibu bisa langsung menyalahkan sistem pendidikan. Akan lebih baik jika ibu mencari solusi yang tepat. Selain mengandalkan pendidikan formal, ibu juga bisa menerapkan pola pendidikan sendiri, yaitu pendidikan yang membuat anak mau berkolaborasi dengan yang lain.

Hal ini bisa dikenalkan dengan cara memberikan permainan anak yang bersifat asosiatif. Apa contohnya? Banyak sekali. Bahkan ibu bisa ingat kembali permainan-permainan di zaman dahulu yang lebih banyak membuat anak-anak bekerjasama satu dengan yang lain seperti permainan memindahkan karet dengan sedotan, human ladder, dan lain sebagainya.

Mungkin ibu bertanya apakah game online juga termasuk? Ada yang bersifat asosiatif ada yang tidak. Kebanyakan permainan justru membuat anak egois karena mereka asyik bermain sendiri, tidak ada kolaborasi dengan anak yang lain. Namun, sekarang sudah banyak permainan edukatif yang bisa dimainkan bersama-sama sehingga bisa dikatakan permainan tersebut bersifat asosiatif.

Permainan Fantasi

Pernah lihat anak seolah-olah bertingkah laku menjadi orang lain, seperti menjadi dokter, guru, dan lain sebagainya? Itu adalah permainan fantasi. Sebaiknya ibu ikut terlibat di dalam permainan tersebut. Jika si kecil bertindak menjadi dokter, ibu bisa menjadi pasien.

Permainan fantasi secara tidak langsung akan mempercepat perkembangan otak atau kecerdasan anak. Semakin imajinatif anak, maka ia akan semakin cerdas.

Maka dari itu, ibu tidak disarankan menggurui sang buah hati. Maksudnya, biarkan anak berekspresi walaupun kurang tepat. Contohnya, ketika anak menggambar tiga matahari, jangan salahkan hal tersebut meskipun itu salah. Ada hal yang membuat anak menggambar tiga matahari. Dan fantasi lah yang menuntun anak menggambar tiga matahari tersebut.

Banyak lagi aneka permainan anak yang bisa ibu pelajari. Yang pasti, kecerdasan anak itu tidak hanya bersifat akademis saja. Sebagai orang tua yang bijak, ibu seharusnya memahami potensi anak. Petakan bakat anak lalu berikan stimulus berupa permainan yang tepat untuk mengembangkan bakat tersebut. Ini cara yang tepat untuk menghantarkan anak menuju ke masa depan yang cemerlang. Ibu bisa pelajari mengenai hal ini di forum ibu dan balita. Jadilah orang tua yang baik dan juga bijak.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY