Anak senang main di luar?

Anak senang main di luar?

306
0

Anak senang main di luar? Bagaimana menyiasatinya agar tetap aman? Usia 5 tahun, saat anak-anak sudah mulai mengeksplorasi lingkungannya, mulai senang main di luar. Bahkan terkadang dari pagi sampai sore tak lelah-lelahnya mereka berganti berbagai permainan untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tentu, bermain bersama teman, bertemu orang-orang di lingkungan, merespon dan mengamati lingkungannya, menjadi hal yang sangat baik untuk usia mereka dibandingkan jika mereka hanya duduk di depan tv, hanya menerima informasi, tidak bisa meresponnya, atau bermain game dengan permainan yang telah disetting jalan keluarnya dari setiap masalah yang terdapat di dalamnya. Tentu akan sangat menarik jika anak-anak bermain bersama teman-temannya di luar rumah. Namun, jika mereka bermain di luar seharian tanpa perhatian kita, apa jadinya? Tentu hal tersebut tak boleh terjadi.

Anak senang main di luar?

Lalu bagaimana jika anak senang main diluar?

Your Ads

Membebaskan anak-anak bermain di luar, tentu seyogyanya harus kita lakukan. Namun, dengan pengawasan yang terencana. terencana dalam arti bahwa kita tahu kapan harus mengontrol anak, menjemput atau mengingatkan untuk pulang. Selain agar mereka tetap terawat secara fisik, anak-anak pun akan mulai belajar membiasakan diri teratur. Ada waktunya bermain, mandi, makan, bahkan pulang kembali ke rumah untuk shalat berjamaah, mengaji, bercengkrama dengan orangtua, makan bersama, dan lain-lain.
Semua itu dilakukan, bukan karena kita terlalu tegas, namun kekhawatiran kita harus betul-betul dijaga, tetap ada dalam jalur seharusnya. Tak berlebihan maupun kekurangan. Awalnya memang perlu perjuangan untuk meraih hati mereka, memahamkan mereka untuk mengerti dan memahami waktu, khususnya untuk anak perempuan yang begitu harus kita jaga. Akan ada penolakan keras, terlebih jika kita tidak “mengahargainya”, tidak “menghargai” teman bermainnya dengan seharusnya. kita harus bisa meraih hati teman bermainnya untuk mengikuti pembiasaan yang akan kita lakukan. Jika ada penolakan keras, berusahalah untuk tetap konsisten dengan apa yang harus kita lakukan. Namun sebelumnya, yuk ibu… kita cari ilmunya, agar saat pernyataan-pernyataan ini keluar, “mengapa harus pulang?masih pengen maen!”dan alasan lainnya .. kita bisa menguatkannya dengan jawaban yang bisa mereka mengerti.
Ilmu itu untuk meyakinkan diri kita bahwa hal itu benar dan baik bagi anak-anak kita. Jadi saat kita menyampaikannya kita yakin dan tidak terkesan ragu-ragu atau keras dengan tak beralasan. Misalnya, jika kita ingin membiasakan mereka pulang sebelum magrib dan kita yakin hal tersebut benar dan bermanfaat untuk mereka, walaupun temannya masih mengajaknya bermain, anak kita menangis, tetapi ibu… kita harus membuat mereka terbiasa untuk pulang. Jemput mereka, sapa teman-temannya dengan baik, ajak mereka berbicara dan jika tidak berhasil, ajak anak-anak dan teman-temannya masuk ke rumah kita. Beri pemahaman dengan baik, tentu itu untuk kebaikan mereka.
Hal tersebut dilakukan karena jika kita hanya menarik anak-anak kita sedangkan teman-temannya masih mengajaknya bermain, dan tidak paham dengan alasan yang kita miliki dan yakini, tentu anak-anak akan menolak keras, kita terpancing emosi hingga melakukan hal-hal diluar kontrol. khawatirnya muncul persepsi pada anak-anak kita bahwa kita kejam dan jahat. pembiasaan kita tidak salah, hanya respon kita saat emosionalah yang anak-anak lihat. Jadi, jangan sampai terjadi.
Sepertihalnya saat bermain layangan, tak salah jika harus mengulur-ulur benangnya agar layangan kita bisa mengeksplorasi cakrawala. Namun, ada kalanya kita harus menariknya saat bahaya mengancam atau saat tanda-tanda bahaya sudah mulai terlihat, “insting” kita sebagai pemain layangan muncul, karena layangan itu kemungkinan akan terjatuh. Menarik benangnya agar layangan kita tetap aman tentu menjadi pilihan terbaik.
Mungkin ini adalah salah satu prinsip yang harus kita lakukan saat anak-anak sedang senang main di luar. Dibebaskan, namun dengan pengawasan yang terencana. Selamat menikmati menjadi ibu….

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY