7 Tanda Tanda Hamil Akan Segera Menuju Persalinan

7 Tanda Tanda Hamil Akan Segera Menuju Persalinan

4
0

Your Ads


7 Tanda Tanda Hamil Akan Segera Menuju PersalinanYoutube

Masa kandungan merupakan saat yang cukup membahagiakan. Pasangan saling berharap akan kehadiran buah hati di masa mendatang dalam kondisi sehat. Jangan heran bila nutrisi dan gizi begitu diperhatikan demi memastikan persalinan berjalan lancar. Ironisnya, persiapan yang matang tidak disertai pengetahuan seputar tanda tanda akan berakhir.

Prediksi akan hari persalinan tidak mudah dilakukan. Teknologi canggih, dan kemajuan ilmu medis belum mampu pecahkan misteri usia kandungan dengan akurasi seratus persen. Kebanyakan dokter hanya menyatakan prediksi hari kelahiran berdasarkan faktor ukuran janin atau siklus menstruasi. Inilah kenapa menghitung hari persalinan harus dilihat dari kondisi tubuh bunda.

Kelahiran seorang anak tidak proyek antar ayah dan bunda. Sejatinya, tubuh turut serta mempersiapkan diri demi menyambut bayi. Meskipun tidak terlihat secara kasat mata, pemilik badan seharusnya mampu rasakan perubahan yang ada. Setidaknya ada 7 sinyal persalinan yang menandakan penantian buah hati akan segera berakhir, yakni:

1. Berat badan tak lagi naik

Standard kecantikan Indonesia adalah tubuh ramping, kulit putih, dan rambut panjang. Jangan heran bila kepercayaan diri perempuan berkurang ketika harus hadapi fakta perut kian membesar. Belum lagi, berat tubuh bayi yang harus dikandung setiap harinya akan bertambah seiring dengan naiknya angka di timbangan.

Diam-diam kenaikan berat badan tidak selalu berlangsung signifikan. Ada masa dimana ayah bunda akan mendapati tubuh tak lagi membesar. Kalau bunda sering mengecek berat badan secara rutin, pasti pergantian berat akan sangat disadari. Mendekati hari persalinan harusnya janin berhenti tumbuh sehingga tak ada lagi kenaikan berat badan.

2. Capek melulu

Perempuan diciptakan dengan kemampuan multitasking atau mengerjakan segala macam hal dalam waktu bersamaan. Menurut ilmiah, otak manusia terdiri dari jembatan yang siap menyambungkan diri dengan yang lain supaya memudahkan kegiatan padat. Kendati demikian, efek samping dari kemampuan ini adalah energy yang terkuras melebihi pria.

Tidur sepertinya hal yang paling dibutuhkan perempuan dalam hidup, apalagi di saat hamil. Energi yang dibutuhkan saat persalinan berkali-kali lipat lebih besar dibanding aktivitas biasa. Jangan heran, bila ‘hibernasi’ dadakan datang mengunjungi bunda. Tak perlu merasa aneh dan nikmati saja waktu bebas istirahat sebagai bagian persiapan bersalin.

3. Diare

Tinja dengan tekstur cair bisa jadi bikin harap-harap cemas. Apalagi kalau bunda merasa gejala diare terlihat, bisa buat pikiran panik. Bayangkan saja, sudah semakin tua, namun penyakit masih saja berani datang. Apa yang salah dari rutinitas masa mengandung bunda selama beberapa bulan kebelakang ini?

Tenang saja, jangan panik, diare jauh lebih umum dibanding yang bunda kira. Efek pelonggaran sendi dan tulang membuat penampung kotoran seperti kandung kemih terlalu rileks. Dorongan untuk kebelakang akan sangat besar, bahkan terlihat seperti diare. Hal terpenting bukan fokus pada diare, melainkan bagaimana menjaga pola makan kaya serat supaya tinja tidak mengeras.

4. Sakit punggung tergantikan kram
Senam hamil tidak dibuat tanpa alasan. Tidak hanya demi menjauhkan resiko obesitas, namun mempersiapkan badan pula. Kebanyakan perempuan yang memilih tidak bergerak sepanjang masa mengandung cenderung alami kram dibanding mereka yang tidak.

Janin selalu membesar setiap bertambah usia. Jangan heran meski punggung sudah mampu menopang janin, kurangnya latihan buat tulang di belakang tidak terbiasa. Akibatnya, kram akan terasa di akhir kehamilan. Tak banyak yang bunda bisa lakukan selain bersabar.

5. Rasanya sendi longgar

Ukuran bayi pada saat pertama kali lahir mencapai empat puluh enam sampai dengan lima puluh tiga centi meter. Belum lagi, lebar buah hati kemungkinan bisa sebesar tiga puluh enam senti meter! Wajar saja bila persalinan tidak semudah membalik telapak tangan.

Wanita telah diakui secara ilmiah memiliki kelenturan lebih tinggi dibanding pria. Ternyata, kemampuan alami kaum hawa tidak datang percuma. Mengingat mengeluarkan janin akan membuka sebagian besar ‘jalur keluar’ dalam tubuh otomatis sendi harus bekerja sama dengan baik. Hal ini menjelaskan kenapa di akhir kehamilan sendi akan terasa lepas atau biasa dikenal dengan istilah longgar.

6. Janin ganti posisi

Teknik ultrasound sangat membantu bunda dan ayah melihat sejauh mana perkembangan janin. Biasanya, posisi janin horizontal atau mendatar dengan tekukan kaki. Tahukah ayah bunda, menjelang hari persalinan posisi janin akan berubah.

Ibarat seluncur air, sebaiknya anggota tubuh yang paling mudah diraih namun kokoh berada di posisi bawah. Kepala calon buah hati umumnya menempati posisi terluar, dengan demikian dokter bisa ‘menarik’ keluar tanpa ada masalah. Kalaupun bunda merasa janin tidak berada dalam posisi normal, tenang saja, masih ada banyak cara menuju kelahiran.

7. Pinggul melebar?

Janin nantinya akan keluar melalui mahkota kehormatan perempuan. Namun sebelum mencapai ‘lubang keluar’ terlebih dahulu janin harus melalui beragam organ tubuh, salah satunya pinggul.

Sebelumnya telah dijelaskan betapa sendi akan melonggarkan diri sendiri supaya memudahkan sesi persalinan. Ternyata ada satu lagi langkah yang dilakukan tubuh guna persiapkan masa bersalin yakni pelebaran pinggul. Bunda mungkin tidak akan merasakan apapun, tapi bukan berarti tak ada yang terjadi.

Teknologi masa kini mempermudah manusia untuk melihat ada apa di dalam tubuh, termasuk faktor pelebaran pinggul. Kalau ayah bunda rutin mengunjungi dokter hamil, akan tiba masa dimana laporan pinggul melebar akan muncul. Bersiaplah tanda tanda hamil akan segera berakhir.

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY