6 Catatan Penting Cara Mengajari Anak Makan Sendiri

6 Catatan Penting Cara Mengajari Anak Makan Sendiri

7
0

Your Ads


6 Catatan Penting Cara Mengajari Anak Makan SendiriSource: Organix

Cara mengajari anak makan sendiri sebetulnya ada banyak. Namun, kadangkala suatu strategi mengajari anak makan tidak selalu berhasil lantaran kesalahan sepele. Bahkan sebagian besar penurunan minat anak untuk makan bisa jadi dipicu oleh tindakan orang tua yang tepat.

Orang tua adalah teladan anak yang pertama. Setiap tindak tanduk yang dilakukan ayah atau bunda akan selalu membekas di bawah alam sadar anak. Hal ini tentu menjelaskan kenapa faktor anak mau makan sendiri kerap kali dipengaruhi orang tua.

Sebetulnya melihat dari berbagai sudut pandang ada banyak catatan dalam mendidik anak. Tapi dalam artikel kali ini akan dibahas setidaknya 7 hal yang bisa mempengaruhi kemauan anak untuk makan. Beberapa gampang ditebak oleh ayah bunda, beberapa lagi tidak. Penasaran apa saja? Langsung saja simak daftar berikut ini:

  1. Mulai sejak dini
    Kadangkala ada orang tua yang ingin menjadwalkan segalanya untuk anak tersayang. Bahkan tak jarang, orang tua menunda mengajarkan anak makan sendiri hanya demi penuhi agenda yang sudah dibuat. Padahal, bila si kecil sudah mau mengenggam sendok sendiri, seharusnya bunda atau ayah langsung ambil kesempatan emas tersebut.

    Entah anak sudah siap atau belum, selalu sedia sendok kecil. Jadi, ketika buah hati mulai meraih barang-barang di meja makan, meniru saudara atau orang tua, ayah atau bunda bisa langsung menyodorkan sendok khusus untuknya. Tidak apa bila anak salah mengenggam atau sendok jatuh berkali-kali, toh itulah proses belajar.

  2. Biarkan anak makan dengan anak
    Indonesia terkenal dengan ramah tamah dan tata krama. Makan dengan tangan seringkali dianggap aneh untuk beberapa situasi dan kondisi. Bahkan, fenomena orang tua memaksa buah hati makan dengan sendok tiap waktu terlihat dimana-mana. Padahal, tindakan tersebut tidak hanya merusak mood anak, orang tua bisa kesal yang tidak perlu.

    Tidak ada yang salah dengan makan menggunakan tangan. Kemampuan motorik anak sejatinya cukup rendah. Sehingga, kemungkinan besar makan dengan sendok sangat sulit. Biarkan anak makan dengan tangan bila memang perlu, dan ajari perlahan untuk menggunakan sendok. Ingat, larangan yang tak dipahami si kecil bisa menimbulkan sifat pemberontakan yang terpendam dalam diri setiap manusia.

  3. Sedia celemek khusus anak
    Jangan takut kotor kalau sudah menyangkut ajaran anak. Ajaran satu ini memang ada benarnya sayangnya kerap terlupa dari kepala orang tua. Namanya anak belajar makan, konyol jika berharap dirinya tidak akan menumpahkan paling tidak satu bulir nasi atau lauk.

    Sesi membersihkan kekacaun si kecil tidak selalu menyenangkan. Untung saja, sudah ada produk yang membantu bunda manapun dalam memastikan kekacauan hasil sesi belajar makan tidak terlalu berat. Celemek mini khusus anak sangat membantu dalam menampung tumpahan anak. Lagipula, jauh lebih mudah mencuci celemek dibanding satu setel baju lengkap dengan baju dalam dan bawahan.

  4. Pilih makanan yang mudah digenggam jari

Jari merupakan saraf motorik anak yang terbaik. Segala sesuatu yang dilakukan si kecil dimulai dari ujung jari. Bahkan, penelitian menunjukkan media kedua setelah mulut adalah jari ketika anak harus belajar mengenal dunia.

Trend Slime, yakni mainan lengket seperti lilin namun kenyal digenggam, dan fidget spiner adalah bukti bahwa sentuhan bisa berarti besar bagi otak. Inilah kenapa anak jauh lebih senang mengenggam makanan dibanding menggunakan sendok. Tidak perlu melarang, justru ayah bunda sebaiknya partisipasi dalam keputusan si kecil.

Biskuit, sayur kering, atau makanan kemasan merupakan contoh makanan yang mudah digenggam. Ikutlah makan bersama si kecil, dan biarkan dirinya mengambil makanan sendiri. Dengan demikian, anak akan merasa lebih bebas dan senang makan dibanding harus menuruti keinginan orang tua setiap waktu.

  1. Ajak makan bersama keluarga
    Anak kecil punya kebiasaan meniru secara sadar atau tidak. Entah berdasarkan rasa kagum atau percaya, anak kecil cenderung ingin terlihat sama dengan orang sekelilingnya. Alih-alih merubah pola pikir buah hati yang satu ini, ayah dan bunda bisa memanfaatkannya untuk keperluan belajar.

    Salah satu alasan anak malas melakukan sesuatu yang diinginkan orang tua adalah karena minimnya panutan. Apabila ayah bunda ingin membuat anak semangat makan, maka seharusnya mengajak si kecil bergabung di meja makan bersama tentu tindakan yang tepat. Tidak perlu menunggu anak ikut duduk di meja, langsung saja mulai makan bersama dan si kecil akan terdorong ikutan.

  2. Mulai gunakan gelas
    Umumnya anak kecil diberi media botol untuk minum air putih. Padahal, terlalu sering menggunakan botol bayi hanya menganggu perkembangan gigi. Kondisi akan makin parah bila isi air minum berbau manis, karena secara tidak langsung menyiram seluruh isi mulut. Gula yang tertinggal sudah pasti dipanen oleh bakteri di sekeliling.

Gelas, berbeda dengan botol. Ruang lebar di penghujung gelas bisa membuat anak kecil terhindar dari tumpukan gula. Memang, banyak kasus menunjukkan anak jauh bikin berantakan saat belajar minum menggunakan gelas. Namun, percayalah, keuntungan dari belajar minum dengan gelas akan jauh lebih besar dibanding resiko yang ditanggung.

6 catatan tersebut bukan hanya bahan bacaan waktu luang. Ada baiknya bila orang tua benar-benar memperhatikan segala hal, meski kecil dalam mendidik si kecil. Memang, cara mengajari anak makan sendiri ada banyak, tapi langkah yang salah bisa merusak rencana yang sudah disusun rapih oleh ayah bunda.(HN)

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY