5 Cara Latih Bicara Anak Efektif

5 Cara Latih Bicara Anak Efektif

7
0

Your Ads


5 Cara Latih Bicara Anak Efektifwww.friso.co.id

Menurut filosofis Aristoles, manusia adalah mahluk sosial. Dalam artian, sebagian besar aspek kehidupan seseorang bergantung pada komunikasi dan susunan kata. Bila ditinjau ulang, sebetulnya semua bermula dari sesi latih bicara anak. Apabila orang tua tak kunjung memulai, keterlambatan kemampuan berkosa kata si kecil mungkin akan terhambat.

Anak kecil memang punya kemampuan menyerap ilmu eksternal tanpa diajari. Lantas, bukan berarti ayah bunda hanya perlu duduk santai sampai si kecil bisa menggunakan kalimat panjang nan rumit. Ada beberapa cara melatih anak bicara yang ayah bunda coba. Diantaranya…

  1. Tanggapi pembicaraan
    Otak anak bisa jadi bekerja lebih cepat dibanding lidahnya. Bahkan, anak yang terlahir dengan otak super cerdas kemungkinan besar kesulitan menyampaikan aspirasi dalam kepalanya. Terutama bagi anak berusia dibawah tiga tahun, pelafalan kata sangatlah berbelit. Rendahnya koordinasi mulut dan otak membuat anak seolah hanya bergumam.

    Ada baiknya orang tua memberikan perhatian ekstra pada buah hati. Dalam artian, orang tua berusaha menangkap apa yang si kecil katakan meski agak sulit awalnya. Percayalah, lambat laun ayah bunda akan gampang menangkap madsud si kecil. Proses memahami ucapan anak kecil akan butuh waktu, namun hal terpenting dalam latihan berbicara adalah tanggapan eksternal.

    Manusia sangat senang didengarkan, jadi tak perlu kaget kalau anak sendiri merasa bahagia ditanggapi oleh orang tua. Madsud dari tanggapan bukan sekedar jawaban singkat seperti ya dan tidak. Melainkan, ayah bunda merespon dengan kalimat yang cukup panjang, dan sebisa mungkin memancingnya untuk terus bercerita.

  2. Jangan batasi kosa kata
    Sebagian besar orang beranggapan bahwa otak si kecil terbatas sehingga tak ada gunanya menggunakan bahasa berat. Akibatnya setiap kali bicara dengan anak, orang tua sengaja menahan diri untuk tak keluarkan kosa kata rumit. Sebagian besar hanya gunakan kalimat super sederhana yang dianggap gampang dimengerti.

    Fakta mengatakan, kosa kata berat ataupun ringan tidak ada bedanya di telinga anak. Berhubung si kecil belum paham beragam jenis kata, tidak ada artinya menyelipkan tingkat kata mana saja. Justru, dengan menggunakan banyak varian kata, ruang lingkup pembelajaran anak akan semakin luas dan tentunya menguntungkan untuk masa depan kelak.

  3. Rajin bertanya
    Kerap kali, manusia memilih untuk diam karena tidak tahu apa yang harus dibicarakan. Anak juga demikian, terkadang dirinya merasa tak perlu bicara karena tidak ada yang menarik. Padahal, dalam masa latihan bicara anak diharuskan terus menerus ‘celoteh’.

    Saat anak tidak tahu lagi apa yang harus dibicarakan, peran orang tua barulah dimulai. Tanyakan hal mudah seperti apa yang sedang dikerjakan atau adakah hal menarik yang dilihat bisa menjadi pemicu pembicaraan. Apabila anak sedang dalam suasana hati baik, sangatlah mungkin dirinya respon dengan penuh semangat dan berakhir menjadi obrolan yang cukup panjang.

  4. Bantu jawab
    Tujuan bertanya dan memancing anak bicara adalah melatih tejalinnya komunikasi. Namun, tidak selamanya anak mampu menjawab pertanyaan ayah bunda. Bukannya anak tidak tahu apa jawabannya, tapi proses mencari kata si kecil masih cukup lambat sehingga butuh waktu lebih lama.

    Misalkan saja orang tua bertanya “adek makan apa?” dan anak diam, kemungkinan besar dirinya tidak tahu harus menjawab apa. Selama eskpreksi minor buah hati tidak tunjukkan kesedihan, maka bisa jadi dirinya masih kebingungan bagaimana ungkapkan pikiran. Membantu anak menjawab pertanyaan yang diajukan akan sangat membantu. Ungkapkan dengan sekilas seperti, “Makan apa dek? Adek makan kentang ya?”

    Kerap kali manusia lebih mudah mengingat jawaban ketika terjebak dalam masalah. Suatu kesan seolah menempel kuat ketika ada tantangan berhasil dilalui. Karenanya berikan beberapa detik sebelum membantu si kecil menjawab pertanyaan orang tua.

  5. Beritahu nama objek
    Pernahkah ayah bunda berkenalan dengan orang dan lima menit kemudian sudah lupa namanya? Fenomena inilah yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari. Mengingat sesuatu yang hanya muncul sepintas sangatlah sulit. Butuh ‘pemberitahuan’ berkali-kali barulah ayah bunda bisa ingat betul siapa saja yang ada dalam ruangan, kecuali sudah melalui latihan mengingat nama.

Hal yang serupa terjadi pada si kecil, dimana dirinya tidak bisa langsung ingat nama objek yang bunda beritahu. Lima menit pertama, mungkin otak masih menampung informasi tersebut, tapi selang tidak lama, pasti akan lupa kembali. Sangatlah disarankan kalau ayah bunda kerap sebutkan nama objek berulang-ulang sampai si kecil ingat.

Sebagai contoh, jangan langsung sekenanya beritahu si kecil nama objek adalah kursi. Coba sisipkan kata kursi pada beberapa bahan obrolan. Untuk tes apakah sudah berhasil, tanyakan pada buah hati nama objek yang ada di depan mata. Tapi, jangan langsung berharap akan berhasil, kalau buah hati masih tidak ingat, bantulah jawab.

  1. Penghargaan
    Manusia sangat senang usahanya disadari orang lain. Bahkan beberapa karakter menunjukkan bahwa seseorang sangat butuh disanjung dan mendapat pengakuan dari orang lain. Sifat dasar tersebut seolah terpendam dalam diri sejak lahir, mengingat anak kecil juga senang dihargai.

    Pemberian pujian kalau anak berhasil mengingat suatu kata pastilah menaikkan semangat untuk belajar. Tidak perlu heboh, cukup katakan “iya benar namanya kursi, adek pintar” atau “makan kentang dek, cerdas ya, tahu namanya” bisa menjadi bentuk penghargaan. Latih bicara anak tidak melulu soal teknis, kasih sayang dan kesabaran justru pendorong utama.(HN)

 

Share and Enjoy



Source link

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY